Kebijakan Keberlanjutan

1. Pentingnya Tanggung Jawab Sosial

Adira Finance menyadari bahwa hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan adalah hal yang sangat penting. Hubungan yang baik merupakan kunci sukses bagi kelangsungan hidup masyarakat dan kelangsungan usaha Perusahaan. Hubungan yang baik dapat diwujudkan melalui interaksi yang intensif, karena dengan interaksi ini dapat menimbulkan saling pengertian dan memahami masalah-masalah yang timbul baik itu masalah ekonomi, sosial atau masalah lingkungan yang akan berpengaruh terhadap jalannya usaha Perusahaan.

Setiap tahun, Perusahaan melakukan evaluasi untuk memetakan pemangku kepentingan Adira Finance. Pemangku kepentingan yang dimaksud dalam laporan ini adalah pihak yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kegiatan, produk dan jasa serta kinerja usaha Perusahaan. Berdasarkan pemetaan, Adira Finance secara garis besar memiliki 6 (enam) pemangku kepentingan yang berhubungan secara langsung dengan jalannya operasional Perusahaan. Di luar itu, Perusahaan juga memiliki pemangku kepentingan yang berhubungan secara tidak langsung dengan operasional Perusahaan. Pemangku kepentingan inilah yang menjadi perhatian utama Perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.

Pemangku kepentingan yang langsung berhubungan dengan Perusahaan adalah pemegang saham, karyawan, konsumen, rekan usaha, pemerintah dan masyarakat.


Kebijakan Perusahaan terhadap hubungan dengan pemangku kepentingan:

Pemangku Kepentingan Kebijakan Pembinaan Hubungan
Pemegang Saham
  • Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) minimal 1 (satu) kali dalam setahun.
  • Salah satu agendanya adalah untuk menyampaikan laporan kepada para pemegang saham mengenai kinerja Perusahaan. Selain itu, RUPS juga merupakan sarana pagi para pemegang saham untuk membuat keputusan-keputusan strategis Perusahaan.
  • Perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai pengembalian yang selalu berkembang dari waktu ke waktu kepada para pemegang sahamnya. Oleh sebab itu, Perusahaan berusaha secara maksimal untuk selalu menjaga dan meningkatkan kinerjanya, sehingga tingkat pengembalian investasi dari para pemegang saham juga dapat selalu dijaga.
Karyawan
  • Menjamin hak-hak normative karyawan sesuai dengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan terpenuhi.
  • Menjamin kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.
  • Mengadakan pertemuan berkala antara manajemen dengan karyawan.
  • Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan masukan dalam penyusunan peraturan perusahaan.
Konsumen
  • Membuat perjanjian pembiayaan dengan memberikan jaminan atas ketersediaan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • Menyediakan layanan pelanggan yang mudah diakses baik secara langsung bertatap muka maupun dengan menggunakan sarana telekomunikasi dengan disediakannya layanan call centre.
  • Menyediakan sarana bersosialisasi antara konsumen Adira Finance dalam wadah komunitas konsumen Adira melalui Adira Card Member.
  • Melakukan survey kepuasan konsumen secara periodic, minimal sekali dalam setahun.
  • Data pelanggan dijaga dengan sebaik-baiknya.
Rekan Usaha
  • Menetapkan persyaratan yang jelas, transparan dan setara bagi seluruh rekanan atau calon rekanan.
  • Memberikan kesempatan yang sama kepada semua calon rekanan dan rekanan untuk bekerjasama dengan Adira Finance.
  • Membuat perjanjian kerja yang jelas disertai dengan persyaratan, standar kerja dan kode etik yang berlaku di Adira Finance.
  • Melakukan evaluasi berkala atas pelaksanaan tanggung jawab rekan usaha sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak.
Pemerintah
  • Memahami dan mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perusahaan.
  • Melaksanakan pembayaran kewajiban kepada Negara baik dalam bentuk pajak, iuran, retribusi dan lain sebagainya.
  • Berperan aktif dalam pelaksanaan program-program dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
  • Menerima masukan dan arahan dari pemerintah atau otoritas lainnya yang berwenang terhadap kegiatan usaha Perusahaan.

Masyarakat

  • Melakukan sosialisasi secara luas mengenai program kemitraan, bina lingkungan dan pengembangan masyarakat yang diselenggarakan Perusahaan.
  • Menjalin komunikasi aktif dengan masyarakat di sekitar lingkungan usaha Perusahaan, baik di kantor pusat maupun di sekitar jaringan usaha Perusahaan.
  • Menyertakan masyarakat, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan lain-lain dalam kegiatan kemitraan dan bina lingkungan Perusahaan.

Perusahaan percaya bahwa keterlibatan yang aktif dari semua pemangku kepentingan dan menjaga hubungan baik dengan semua pihak akan menjadi dukungan yang baik dalam perkembangan usaha Perusahaan.

2. Tantangan dalam Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial

Komitmen dari seluruh Manajemen dan karyawan Adira Finance merupakan inti kekuatan kami dalam melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, entitas Perusahaan juga merupakan kekuatan yang dapat mendukung pelaksanaan dari tanggung jawab sosial perusahaan tersebut.

Selain kekuatan yang dimiliki oleh Adira Finance, kami juga menyadari adanya kelemahan-kelemahan. Kelemahan yang ada tersebut terutama dikarenakan dari belum adanya standar umum mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. Pengetahuan dan pengalaman sumber daya manusia Perusahaan terkait pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan juga masih harus ditingkatkan. Adira Finance berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dan meningkatkan kinerja pelaksanaan tanggung jawab sosialnya serta terus menjalin kerjasama yang baik dan harmonis dengan berbagai pihak.

Dalam rangka peningkatan kinerja pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan, Adira Finance telah menelaah dengan lebih mendalam akan adanya sejumlah peluang untuk meningkatkan pelaksanaan tanggung jawab sosial Perusahaan. Peluang ini meliputi hubungan yang telah terbina baik dengan masyarakat di sekitar jaringan usaha Perusahaan, rekan usaha dan pemerintah setempat. Dengan semakin berkembangnya masalah tanggung jawab sosial perusahaan ini di masyarakat luas, maka kegiatan ini dapat semakin dikenal luas.

Di lain pihak, terdapat anggapan-anggapan atau cara pandang yang salah mengenai tanggung jawab sosial perusahaan. Masih banyak masyarakat dan pihak yang beranggapan bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan ini hanya semata-mata berkaitan dengan kegiatan sosial saja. Hal ini mempersulit keberhasilan dari program-program tanggung jawab sosial perusahaan yang sifatnya bukan hanya bantuan sosial.