Home / Berita Terbaru

Adira Finance’s Booked Net Profit of Rp681 Billion & New Disbursement of Rp15.7 trillion in 1H2017Adira Finance Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp681 Miliar dan Pembiayaan Baru Sejumlah Rp15,7 Triliun Pada Semester I-2017

Adira Finance’s Booked Net Profit of Rp681 Billion & New Disbursement of Rp15.7 trillion in 1H2017Adira Finance Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp681 Miliar dan Pembiayaan Baru Sejumlah Rp15,7 Triliun Pada Semester I-2017

14 September 2017 | Penulis : Adira Finance

In general, the national economy showed stability amid various external pressures and slowdown on global economics. The Indonesian economy growth was maintained at the level of 5.01% in 2Q2017, and inflation was well sustained, stood at 4.37% in June 2017. The central bank decided to further reduce its benchmark rate by 25 bps to 4.50% in August 2017 to stimulate growth. The average rupiah exchange rate was maintained at Rp13,319 which was particularly driven by inflow of foreign investment to the Indonesian financial market in the government bonds and equity market as the evidence of improved investors confidence on Indonesia.

This flattish economic growth is mainly driven by the pressure on purchasing power. As a result, the national motorcycle sales were contracted by 9% in 1H17 to 2.7 million units from 3.0 million units a year ago. Meanwhile, new car wholesales performed better. Until the sixth month in 2017, the national sales recorded growth of 0.3% to 534 thousand units from 532 thousand units in the same period last year.

“We are becoming more optimistic in financing disbursement activities, albeit remain cautious on asset quality in order to maintain the balance between assets growth and quality. Until June 2017, our new financing disbursement was recorded at Rp15.7 trillion, grew 5% as compared to the same period last year. Moreover, our managed financing receivable stood at Rp44.6 trillion,” said Hafid Hadeli, President Director of Adira Finance.

Furthermore, the Company’s net income in 1H2017 was Rp681 billion, grew 15% compared to the same period last year amounting of Rp593 billion. The growth in net income was driven by the increase in interest income due to growth in new financing disbursement. Additionally, cost of funds went down as a result of the decrease in the market interest rates and the Company’s effort to optimize its sources of funding.

“We are pleased with the growth in our achievement in 1H17, and we will continue our efforts to further optimize such achievement to foster sustainable growth going forward,” said Hafid Hadeli.

In 1H2017, Adira Finance disbursed Rp8.8 trillion of new financing for motorcycles. Meanwhile, new disbursement for car reached Rp6.5 trillion and household goods (durables) reached Rp404 billion. “Motorcycles financing remained as the main contributor for our new financing, accounting for 56%, while car financing contributed 41% and the remaining were from durables. The main growth driver in our financing disbursement was motorcycle portfolio that grew by 5%", explained Hafid Hadeli. Furthermore in terms of market share, whereby the number of new motorcycle and car units financed by the Company towards domestic industry sales stood at 11.6% and 4.2%.

“We have several funding source alternatives in obtaining sufficient funding with optimal cost of fund. This strategy has enabled us to meet the funding needs. Our parent company provides joint-financing, of which until end of June 2017, the joint-financing portion was 39% of our managed receivables. The remaining was met through external funding i.e. bond issuance and bank loans, both domestic and off-shore. The composition of funding through bond issuance, both conventional and sukuk, and bank loans was 50%:50%. In mitigating the risk, we have fully-hedged the foreign currency loan. Gearing ratio was maintained at 4.1 times. Additionally in July 2017, we have recently issued Continuing Bonds III Phase VI of Rp769 billion. Thus, we have issued a total of Rp3.2 trillion bonds and mudharabah bonds”, explained I Dewa Made Susila as the Finance Director of the Company.Secara umum, perekonomian nasional menunjukkan tanda-tanda kestabilan di tengah berbagai tekanan eksternal dan perlambatan pada ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga pada level 5,01% pada Kuartal II-2017, dan inflasi yang terkendali berada pada level 4,37% pada bulan Juni 2017. Bank sentral pun memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 4,50% pada bulan Agustus 2017 untuk mendorong pertumbuhan. Rata-rata nilai tukar rupiah masih terjaga dengan baik sebesar Rp13.319, yang terutamanya didukung oleh aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia berupa pembelian saham dan Surat Utang Negara sebagai bukti meningkatnya keyakinan investor terhadap Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang flat ini terutama disebabkan karena tekanan pada daya beli masyarakat. Alhasil, pada Semester I-2017, penjualan sepeda motor nasional masih mengalami kontraksi sebesar 9% menjadi 2,7 juta unit dari sebelumnya 3,0 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil baru secara wholesales masih lebih baik. Hingga bulan keenam tahun 2017 ini, penjualan nasional tercatat tumbuh 0,3% menjadi 534 ribu unit dari 532 ribu unit pada periode yang sama tahun lalu.

“Kami semakin optimis dalam menyalurkan pembiayaan, meskipun tetap memperhatikan kualitas aset agar dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Hingga bulan Juni 2017, penyaluran pembiayaan baru kami tercatat sejumlah Rp15,7 triliun, tumbuh 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) tercatat sebesar Rp44,6 triliun,” kata Hafid Hadeli selaku Direktur Utama Adira Finance.

Lebih lanjut, laba bersih Perusahaan hingga Semester I-2017 adalah sebesar Rp681 miliar, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp593 miliar. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan karena pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan baru. Selain itu, beban bunga dan keuangan (cost of funds) mengalami penurunan akibat turunnya suku bunga pasar dan upaya Perusahaan untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan.

“Kami cukup puas atas pencapaian Perusahaan pada Semester I-2017 ini, dan kami akan terus berupaya untuk mengoptimalkan perolehan ini guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Hafid Hadeli.

Pada Semester I-2017, Adira Finance menyalurkan pembiayaan baru sepeda motor sejumlah Rp8,8 triliun. Sementara penyaluran pembiayaan baru untuk mobil mencapai Rp6,5 triliun dan barang rumah tangga (durables) telah mencapai Rp404 miliar. “Pembiayaan sepeda motor masih menjadi kontributor utama pembiayaan baru kami, yakni sebesar 56%, sementara itu pembiayaan mobil memberikan kontribusi sebesar 41% dan sisanya adalah barang-barang rumah tangga (durables). Kontributor utama dalam pertumbuhan pembiayaan baru berasal dari portofolio sepeda motor yang tumbuh 5%”, jelas Hafid Hadeli. Lebih lanjut secara pangsa pasar, jumlah unit sepeda motor baru dan mobil baru yang dibiayai Perusahaan terhadap penjualan industri domestik masing-masing pada level 11,6% dan 4,2%.

“Kami mengupayakan beberapa alternatif sumber pendanaan dalam memperoleh pendanaan yang mencukupi dengan biaya pendanaan yang paling optimal. Strategi ini memampukan kami untuk selalu dapat memenuhi kebutuhan pendanaan. Induk usaha kami menyediakan kerjasama pembiayaan bersama, yang mana hingga akhir bulan Juni 2017, porsi pembiayaan bersama adalah sebesar 39% dari seluruh piutang pembiayaan yang kami kelola. Selebihnya dicukupkan melalui pendanaan eksternal berupa penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan, baik domestik maupun luar negeri. Komposisi pendanaan melalui penerbitan obligasi, baik konvensional maupun sukuk, dan pinjaman perbankan adalah 50%:50%. Untuk memitigasi risiko, kami telah sepenuhnya melakukan full hedging atas pinjaman dalam mata uang asing. Gearing ratio terjaga pada tingkat 4,1 kali. Lebih lanjut pada bulan Juli lalu, kami belum lama ini menerbitkan Obligasi berkelanjutan III tahap VI sebesar Rp769 miliar. Dengan demikian, kami telah menerbitkan total obligasi dan sukuk sejumlah Rp3,2 triliun”, papar I Dewa Made Susila selaku Direktur Keuangan Perusahaan.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lantai 53, 56-61
Jl Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920

Call Center : 1500511
WhatsApp Chat / SMS : 0811 811 5811
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN