Home / Berita Terbaru

Apa Saja Syarat-syarat Meraih Haji Mabrur?

Apa Saja Syarat-syarat Meraih Haji Mabrur?

28 Juni 2022 | Penulis : Adira Finance

Meraih haji mabrur adalah harapan dari setiap umat Muslim ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci. Seperti diketahui, hukum ibadah haji adalah wajib jika seorang Muslim sudah mampu untuk melaksanakannya. Nah, haji mabrur pun dapat tercapai ketika seseorang terdorong untuk berangkat ibadah haji dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. 

Secara kebahasaan, haji mabrur merupakan haji yang baik atau yang diterima oleh Allah SWT. Dalam istilah syar’i, haji mabrur dapat terwujud bila seorang Muslim melaksanakannya sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT dan Rasul-Nya dengan memerhatikan berbagai syarat, rukun, dan hal-hal yang wajib dipenuhi selama ibadah haji. Selain itu, seorang Muslim juga wajib menghindari segala larangan dalam ibadah haji yang semata-mata atas dorongan iman dan mengharap ridho dari Allah SWT.

Tetapi, apa pengertian dan makna dari haji mabrur? Artikel ini akan membahas pengertian haji mabrur, termasuk ibadah umrah yang mabrur, berikut informasi lengkap seputar haji mabrur dan tanda-tanda seorang Muslim telah meraihnya.

Pengertian Haji Mabrur

Dalam bahasa Arab, kata ‘mabrur’ berasal dari kata “barra-yaburru-barran”, yang memiliki arti taat berbakti. Sejalan dengan definisi kata ‘mabrur’ dalam kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia, menurut beberapa alim ulama, haji mabrur adalah ibadah haji yang pahalanya diterima di sisi Allah SWT. 

Selain berkaitan dengan pahala yang diterima Allah SWT, haji mabrur juga berkaitan dengan ibadah haji yang tidak dicampuri atau tidak ternodai dengan kesombongan atau dosa lainnya. 

Sebab, imbalannya adalah surga. Tak hanya berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah haji, menurut ulama ahli tafsir Alquran, Prof. Quraish Shihab, tetapi jamaah haji ketika pulang dari tanah suci juga tetap harus menaati janji-janji yang telah dibuatnya selama ibadah haji demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Di samping itu, Kitab Syarhus Suyuthi li Sunan an-Nasa’i karya Jalaluddin As-Suyuthi menyebutkan bahwa bukti seseorang telah meraih haji mabrur adalah ketika ia kembali menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Orang itu pun terus berusaha mengurangi perbuatan maksiat sepulang ia dari tanah suci untuk berhaji.

Syarat-syarat untuk Meraih Haji Mabrur

Setelah mengetahui secara sekilas mengenai pengertian haji mabrur dari sejumlah alim ulama, Sahabat juga perlu mengetahui syarat-syarat untuk meraih haji mabrur. Beberapa persyaratannya antara lain:

  1. Meluruskan niat beribadah

    Untuk meraih haji mabrur, seorang Muslim wajib meluruskan niatnya saat beribadah haji. Wajib hukumnya untuk menunaikan ibadah ini sebagai bentuk ketaatannya terhadap perintah agama serta memenuhi rukun Islam kelima. Niat yang lurus akan menjaga kemurnian tujuan ibadah haji. Setiap umat Muslim yang sudah mampu berhaji wajib menjauhi pikiran dan hasrat untuk menaikkan status sosial atau pamer kesalehan setelah berhaji.

  2. Memahami arti dari rukun dan wajib haji

    Meraih haji mabrur juga bisa didapatkan dengan memahami filosofi mengenai rukun haji dan wajib haji. Seorang Muslim juga perlu menguasai bacaan-bacaan doa dalam berbagai tahapan ibadah haji. Memahami filosofi serta berbagai bacaan doa akan membantu seorang Muslim lebih khusyu’ selama menjalani ibadah haji di tanah suci.

  3. Fokus selama berhaji

    Selama menunaikan ibadah haji, fokuslah pada hal yang substantif. Maksudnya, fokuskan pikiran dan energi Sahabat untuk melaksanakan rukun haji serta wajib haji secara khusyu’. 

    Seperti diketahui, ada enam butir rukun haji yang wajib dipenuhi seorang Muslim seperti ihram (niat), wukuf i Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahalul atau bercukur, serta tertib.

    Sementara wajib haji juga memiliki enam butir seperti ihram haji dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, menghindari perbuatan terlarang dalam keadaan berihram, serta melaksanakan thawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Mekkah. Baik rukun dan wajib haji ini wajib dipenuhi, karena jika salah satunya tak dilaksanakan, maka ibadah haji tidak sah.

    Oleh karena itu pula seorang Muslim harus fokus selama beribadah haji karena mungkin saja akan menemui cobaan yang harus dihadapi dengan sabar, tenang, dan berkepala dingin demi menjaga rukun dan wajib haji tadi.

Tanda-tanda Umrah dan Haji Mabrur

Imam Ghazali pernah menyatakan bahwa ada sejumlah tanda-tanda bila seorang Muslim telah meraih haji mabrur, antara lain:

  • Ikhlas menerima dalam keadaan apa pun ketika seseorang menderita kerugian atau masalah fisik maupun keuangan.
  • Meninggalkan dosa yang biasa ia lakukan sebelumnya.
  • Meninggalkan persahabatan dengan orang-orang yang memberikan pengaruh buruk dan menjalin persahabatan dengan orang-orang yang saleh.
  • Meninggalkan pertemuan “kesenangan dan kesenangan” dan lebih banyak bergabung dalam pertemuan zikir dan kesadaran.
  • Seseorang pun menjadi tidak tertarik pada dunia dan lebih memerhatikan akhirat. Bahkan, setelah mellihat Baitullah, ia harus siap bertemu Rab-nya.

Sementara itu, ibadah umrah pun bisa mencapai umrah yang mabrur. Kendati tata cara serta pelaksanaan ibadah umrah berbeda dengan ibadah haji. Ibadah umrah dapat dilaksanakan kapan saja di sepanjang tahun, kecuali di bulan-bulan ketika umat Muslim akan melaksanakan ibadah haji.

Rukun umrah sendiri tak jauh berbeda dengan rukun haji, di antaranya adalah ihram, tawaf, sa’i, dan tahalul. Lantas, apa saja tanda-tanda umrah mabrur?

  • Terjadi perubahan perilaku setelah pulang dari tanah suci. Perubahan ini termasuk jadi lebih ramah, santun, berkata-kata dengan lebih baik, bahkan jadi lebih rajin menjalankan ibadah.
  • Terjadi perubahan secara sosial seperti lebih mudah bergaul, tidak sombong atau angkuh karena sudah pernah bertolak ke tanah suci, lebih bisa menempatkan diri di masyarakat, dan lebih perhatian terhadap isu-isu yang terjadi di sekelilingnya.
  • Ketaatan dalam beragama pun meningkat. Ketaqwaannya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW pun terus meningkatkan. Perubahan inilah yang diharapkan setiap Muslim usai melaksanakan ibadah haji dan umrah.
  • Meningkatnya rezeki secara materi, pasalnya Allah SWT akan menggantikan berlipat-lipat ganda dari harga yang telah dibelanjakan seorang Muslim yang mampu melaksanakan ibadah umrah dan haji selama niatnya hanyalah lillahi ta’ala.
  • Seseorang pun akan lebih dermawan, mau mengulurkan tangannya bagi orang-orang yang meminta bantuan kepadanya. Umrah yang mabrur akan menjadi seseorang sadar bahwa kekayaan di dunia tidak akan dibawa hingga ke akhirat selain kekayaan yang didermakan untuk amal sholeh dan shodaqoh.

Itulah pengertian, syarat-syarat, serta tanda-tanda seseorang telah meraih umrah dan haji mabrur. Sahabat pun bisa menjalankan ibadah haji dengan fokus selama menjalani rangkaian ibadah haji maupun umrah di tanah suci dan meraih haji mabrur. 

Kedua ibadah ini pun dapat Sahabat jalani dengan tenang jika memilih travel yang sudah memiliki track record terpercaya. Sahabat bisa mempercayakannya kepada Adira Finance yang tak hanya memiliki layanan Pembiayaan Syariah Umrah tapi juga sudah bekerja sama dengan lebih dari 38 travel umrah Indonesia yang terpercaya, aman, dan amah. 

Dengan begitu, Sahabat tidak perlu pusing lagi memikirkan dana dan memilih travel umrah yang terpercaya. Bahkan, pembiayaan ini juga menggunakan akad yang berprinsip syariah, yaitu akad murabahah. Kebutuhan menjalani ibadah haji menjadi lebih mudah. Sahabat bisa mengajukannya di sini.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lt. 53-61
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920
+62139733232/322

Call Center : 1500511
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN