Home / Berita Terbaru

Buat Rincian Biaya Renovasi Rumah, Supaya Tidak Bengkak

Buat Rincian Biaya Renovasi Rumah, Supaya Tidak Bengkak

17 Desember 2020 | Penulis : Adira Finance1

Sahabat pernah mendengar istilah RAB alias Rancangan Anggaran Biaya? Istilah tersebut biasa digunakan untuk proyek pembangunan gedung bertingkat ataupun perumahan. Tidak banyak orang yang mengerti tentang RAB, padahal dengan menggunakannya, Sahabat bisa menghemat banyak dana saat akan membangun rumah pribadi atau sekedar merenovasi. Sekilas saat akan melakukan renovasi rumah, biaya yang dikeluarkan tampaknya tidak besar. Misal, Sahabat ingin membuat menutup taman seluas 3x3 meter dan berniat menjadikannya ruangan, hitungan kasarnya paling yang dibutuhkan hanyalah semen, keramik, pasir dan juga bata. Tetapi kemudian coba kalikan dengan volume kebutuhan barangnya disesuaikan dengan luasan lahan. Maka rincian biaya renovasi rumah yang sudah dibuat kasar bakal meleset jauh. Hal-hal sepele seperti menghitung biaya untuk pemasangan nat keramik, pemasangan lis plafon adalah hal kecil yang sering terlupa. Menghitung rincian biaya renovasi rumah bukanlah hal sederhana. Sahabat harus mengerti pekerjaan apa saja yang akan dilakukan, berapa harga bahan bangunan, estimasi waktu pengerjaan, jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan, kelistrikan, tata ruang dan segala hal yang berhubungan dengan pengembangan bangunan. Tenaga ahli alias tukang yang mampu menghitung secara cermat rincian biaya renovasi rumah juga tidak banyak. Meskipun dia sudah cukup lama berada dalam dunia bangunan, tidak semuanya mengerti cara menghitung total biaya jasa dan material dengan kualitas tertentu per luasan lahan. Nah buat Sahabat yang akan membuat rincian biaya renovasi rumah, berikut merupakan beberapa acuan yang bisa dilakukan saat membuat rancangan biaya. 1. Menetapkan jumlah total pekerjaan Saat Sahabat berencana melakukan renovasi rumah, di bayangan pastinya sudah ada gambaran pekerjaan apa saja yang akan digarap oleh tenaga ahli. JIka Sahabat akan mengerjakan renovasi atap, pasti sudah tergambar, tukang akan melapisi genteng dengan cat anti air, mengganti plafon dan lain sebagainya. Dalam menetapkan jumlah pekerjaan, Sahabat juga harus menguraikan secara rinci upah pekerja, kebutuhan material, peralatan dan biaya pendukung lainnya. Dengan begitu, rincian biaya renovasi rumah yang dibuat akan menjadi lebih detail. Sahabat akan membaca laporan rancangan anggaran tersebut. 2. Hitung volume berdasarkan pekerjaan Untuk membuat rincian biaya renovasi rumah, Sahabat dianjurkan untuk menghitung volume bahan bangunan untuk setiap jenis pekerjaan. Jadi jangan hitung secara global. Jumlah bahan bangunan disandarkan pada volume pekerjaan. Dengan begitu, risiko untuk munculnya barang sisa ataupun kurang akan bisa diminimalisir. Karena memang, saat berbelanja bahan bangunan, jika Sahabat membelinya dalam jumlah yang banyak, maka harga yang didapatkan juga akan berubah. Kebalikannya, jika Sahabat membelinya dengan sistem eceran, maka pembeliannya akan didasarkan pada harga normal. Misalnya, Sahabat berencana melakukan renovasi taman. Hitung dengan benar berapa tenaga ahli yang akan bekerja, Lalu pekerjaannya apa saja, mulai dari membuat bahan adukan semen, membangun kolam berukuran berapa meter, memberikan pelapis anti bocor, memasang keramik, memasang batu alam dan hal sebagainya. Hitung dengan benar volume pekerjaan dari masing-masing tukang lalu hitung berapa kebutuhannya masing-masing. Jadi Sahabat bisa memperoleh total kebutuhan material dan juga estimasi penyelesaian pekerjaan. 3. Tentukan pemborong Banyak orang berkonsultasi terhadap pemborong tanpa mengetahui jenis pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan oleh tenaga ahli nanti. Padahal hal tersebut merupakan dasar dalam menentukan rincian biaya renovasi rumah. JIka Sahabat sudah mengetahui jenis tukang apa saja yang akan dipekerjakan, mulai dari tukang batu, tukang kayu, tukang taman, lalu masing-masing tukang berapa lama pekerjaannya, berapa banyak tukang yang dibutuhkan dan apa saja pekerjaannya, Sahabat akan dengan mudah mencari pemborong. Jasa Pemborong diperlukan untuk memastikan bahwa timeline pengerjaan renovasi sesuai dengan rencana. Selain itu, alokasi budget juga ikut dibicarakan dengan pemborong, sehingga kebutuhan bahan bangunan ataupun upah tenaga ahli yang biasanya dibayarkan setiap minggu bisa dipenuhi. Jika proyek renovasi yang akan dikerjakan adalah proyek besar, Sahabat bisa menggunakan jasa beberapa pemborong, Tetapi umumnya, untuk renovasi satu rumah cukup dengan mengandalkan satu pemborong saja. 4. Investasi peralatan yang dibutuhkan Menghitung rincian biaya renovasi rumah biasanya dilakukan oleh seorang estimator. Tetapi jika Sahabat bisa melakukannya, justru akan menambah pengetahuan dan hal itu baik untuk kualitas diri Sahabat. Keperluan peralatan pertukangan juga masuk dalam rincian biaya renovasi rumah. Meskipun hanya digunakan satu kali, namun Sahabat bisa menjadikannya simpanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Barang seperti tangga lipat, ember semen, pacul, meteran, bor listrik, mesin potong kayu dan sebagainya akan sangat bermanfaat untuk menambah kemampuan sahabat di waktu yang akan datang. Namun untuk barang yang memang hanya bisa digunakan oleh tenaga ahli, seperti waterpass atau molen mini sebaiknya disewa saja. Karena hal seperti itu hanya akan menambah berat beban keuangan sahabat. 5. Siapkan gambar kerja Untuk membuat rincian biaya renovasi rumah, ada baiknya jika Sahabat sudah memiliki gambar kerja. Sahabat bisa menggunakan jasa arsitek untuk membuatkannya. Isinya berupa layout bangunan yang akan dikerjakan beserta dimensinya dengan skala tertentu, Dalam gambar tersebut juga sudah dimuat jalur listrik, air dan rencana pengembangan lainnya. Keuntungan Membuat Rincian Biaya Renovasi Rumah Tidak banyak orang yang mau membuat rincian biaya saat merenovasi rumah. Banyak alasan yang dilontarkan, mulai dari ribet, gak ngerti, percayakan saja ke tukang dan banyak alasan lainnya yang dikeluarkan untuk menutupi rasa malas menambah ilmu. Padahal dengan adanya hal tersebut, Sahabat bisa menekan biaya dengan lebih baik. JIka Sahabat selama ini menggunakan hitungan secara global, cobalah menggunakan sistem terperinci seperti yang sudah disebutkan diatas. Karena dengan begitu, jumlah material sisa yang biasanya terbengkalai karena rumah sudah selesai dikerjakan, hanya akan menjadi sampah di halaman rumah. Hal itu sungguh sangat mubazir. Karena kita tahu bahwa harga bahan bangunan tidaklah murah. Sangat disayangkan ketika Sahabat sudah memesan pasir ataupun semen dalam jumlah banyak, ternyata kebutuhannya tidak sejauh itu. Tentu akan mengotori lingkungan bukan. Pun akan dihabiskan, maka Sahabat harus menghitung ulang berapa kebutuhannya untuk menjadikan sebuah ruang atau sudut ruang yang menarik. Karena semuanya sudah detail, Sahabat bisa langsung mengajukan pinjaman multiguna Maxi untuk memulai renovasi rumah. Akses Adira Finance dan temukan kemudahan yang selama ini ditawarkan kepada nasabah yang membutuhkan. Lewat fasilitas kredit tersebut, Sahabat tentu akan menjadi lebih ketat saat membelanjakan bahan bangunan dan juga menggunakan jasa tukang. Karena sudah terdapat biaya dana dari pinjaman yang didapatkan. Proses pencairannya cepat dan juga mudah. Sahabat hanya perlu membawa data diri berupa kartu tanda penduduk (KTP), nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan juga bukti penghasilan selama 3 bulan terakhir. Pun tidak dapat menunjukkannya, Sahabat bisa melakukan cetak rekening Koran untuk menunjukkan bahwa Sahabat memang pantas untuk mendapatkan fasilitas kredit tersebut. Menggunakan dana eksternal sebagai sumber dana pembangunan rumah merupakan opsi yang baik. Karena dengan begitu, proses hidup Sahabat bisa tetap berjalan tanpa ada hambatan. Semuanya menjadi diuntungkan dengan adanya pinjaman multiguna Maxi.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN