Home / Berita Terbaru

Intip Tips Sebelum Memulai Usaha Jasa Pengiriman Barang

Intip Tips Sebelum Memulai Usaha Jasa Pengiriman Barang

30 Juni 2022 | Penulis : Adira Finance

Jika Sahabat ingin memulai suatu bisnis, usaha jasa pengiriman barang bisa menjadi salah satu pertimbangan. Pasalnya, seiring semakin maraknya tren belanja online, semakin banyak banyak barang yang perlu dikirim. Baik barang dari penjual ke pembeli, maupun dari produsen ke penjual. Jadi, sudah terbayang bagaimana potensi bisnis ini, bukan

Nah, sebelum memulai usaha jasa pengiriman barang, Sahabat dapat membuat strategi yang tepat terlebih dahulu. Jika Sahabat adalah pemula, Sahabat juga bisa mempertimbangkan beberapa tips berikut ini sebelum memulai usaha jasa pengiriman barang.

Tips-tips Memulai Usaha Jasa Pengiriman Barang

Ada beberapa hal yang perlu Sahabat perhatikan sebelum memulai bisnis jasa pengiriman barang. Sebab, dalam proses menampung barang lalu mengirimnya ke alamat tujuan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar semuanya berjalan lancar. 

Mulai dari estimasi modal, kendaraan seperti apa yang Sahabat perlukan, lokasi penerimaan barang dari pengirim, gudang, layanan, promosi yang diperlukan untuk menarik pelanggan, hingga penentuan harga yang tepat di kocek masyarakat tapi tetap dapat menutup biaya operasional bisnis. 

Agar Sahabat lebih paham, di bawah ini adalah beberapa tips dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai bisnis jasa pengiriman barang yang berpotensi menghasilkan pundi-pundi. 

  1. Buat estimasi modal usaha jasa pengiriman barang

    Sebelum memulainya, langkah pertama yang perlu Sahabat lakukan tentu saja adalah menyiapkan modal usahanya. Buatlah rincian untuk beberapa kebutuhan yang akan mendukung terlaksananya usaha jasa pengiriman barang ini. Rincian penggunaan modal usaha tersebut dapat Sahabat gunakan untuk:

    • Estimasi biaya investasi

      1. Sewa lokasi usaha seperti ruko Rp10 juta.
      2. Pembelian perabotan kantor meja, kursi, rak, lemari Rp10 juta.
      3. Pembelian timbangan Rp2 juta.
      4. Peralatan dan perlengkapan kerja Rp5 juta.
      5. Pembuatan surat izin usaha jasa pengiriman barang Rp1 juta..
      6. Pembelian alat transportasi sepeda motor dan mobil Rp100 juta

      Estimasi total biaya investasi ini sebesar Rp128 juta.

    • Estimasi biaya operasional

      1. Upah pegawai Rp1 juta/orang, total Rp2 juta
      2. Biaya langganan internet, telepon, air, listrik Rp1 juta
      3. Biaya tak terduga Rp1 juta

      Estimasi total biaya operasional ini sebesar Rp4 juta per bulan.

    Dari perhitungan yang diestimasikan ini, omzet kotor untuk membuka jasa pengiriman barang ini bisa mencapai sekitar Rp6 juta per bulan. Angka itu bisa didapatkan dari jasa pengiriman barang dari dan ke provinsi-provinsi di Pulau Jawa, serta pulau-pulau lain di Indonesia.

  2. Tentukan lokasi usaha yang strategis

    Jika ingin membuka usaha jasa pengiriman barang, Sahabat tentu memerlukan lokasi yang strategis untuk mengoperasikan usaha tersebut. Belum lagi Sahabat juga membutuhkan lokasi yang tepat untuk menampung banyak barang serta kantor pelayanan yang memadai untuk melayani pelanggan yang akan akan mengirimkan barang-barangnya. Karena itu, pilihlah lokasi yang strategis dan banyak dilewati orang. Selain kemudahan akses, lokasi yang strategis tentu mudah diingat orang.

  3. Tentukan jenis layanan pengiriman

    Pelanggan akan lebih tertarik jika usaha jasa pengiriman barang ini memiliki beragam jenis layanan pengiriman. Oleh karena itu, tentukanlah terlebih dahulu jenis layanan pengiriman barang serta durasi dan garansi pengiriman barang. Beberapa layanan dalam jasa ini seperti pengiriman di hari yang sama atau pengiriman dengan waktu satu hingga dua hari.

  4. Menyiapkan transportasi dan tentukan wilayah pengiriman

    Alat transportasi tak hanya dapat membantu kurir untuk mengirimkan barang tapi juga perlu ditentukan dengan tepat agar tidak merusak barang yang dikirimkan. Maka, usaha ini tentu juga membutuhkan alat transportasi yang mendukung seperti sepeda motor dan mobil sesuai dengan jenis barang yang akan dibawa. Sejalan dengan lokasi yang strategis, pemilikan kendaraan tersebut bisa Sahabat sesuaikan dengan kebutuhan dan biaya yang tersedia.

    Akan tetapi, Sahabat juga perlu mempertimbangkan juga medan dan kondisi jalan di daerah jangkauan pengiriman barang. Jika dalam radius sekian kilometer banyak wilayah perbukitan, Sahabat tentu tak bisa sembarangan memilih kendaraan yang akan digunakan kurir saat bertugas. Selain itu, pertimbangkan pula beban paket yang akan dibawa oleh masing-masing kurir. Dan seperti yang sudah disebutkan, ukuran paket yang lebih kecil tentu akan lebih mudah dibawa menggunakan sepeda motor.

  5. Tentukan tarif pengiriman barang

    Setelah memiliki lokasi yang strategis, kantor pelayanan yang memadai, pegawai yang cukup, serta kendaraan yang mendukung, Sahabat juga perlu untuk menentukan tarif pengiriman barang. Secara umum, tarif pengiriman barang sudah ditentukan berdasarkan jenis pengiriman, berat barang yang dikirim, serta lamanya pengiriman barang tersebut. 

    Untuk menentukan tarif pengiriman barang, Sahabat bisa melakukan survei dahulu dengan mengestimasi perhitungan modal dan jarak tempuh. Termasuk juga tarif dari kompetitor. Pastikan Sahabat telah menetapkan biaya yang terjangkau, jangan terlalu mahal atau murah, agar konsumen lebih tertarik dan mempercayakan pengiriman barang lewat usaha Sahabat. Di samping itu, pikirkan juga sistem jasa kurir yang akan mengirimkan barang kepada pelanggan.

  6. Perhatikan layanan pengiriman barang

    Kualitas pelayanan adalah faktor penting dalam usaha jenis apa pun. Dalam usaha jasa pengiriman barang ini, Sahabat juga perlu memastikan agar kualitas pengiriman barang tetap terjaga dengan memperhatikan jenis barang yang dikirim, jangan sampai hilang atau rusak. Selain itu, sikap ramah terhadap pelanggan dan durasi waktu antar-jemput barang juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari mempertahankan kualitas layanan pengiriman barang.

  7. Promosi

    Demi mengembangkan usaha, Sahabat juga bisa menawarkan promosi kepada pelanggan, misalnya dengan menyiapkan layanan pick-up hingga potongan harga jika pelanggan mengirimkan barang dalam ukuran, jenis, atau jumlah tertentu. Promosi yang Sahabat tawarkan ini akan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Selain itu, Sahabat juga bisa menyebarkan brosur untuk usaha Sahabat, termasuk memanfaatkan promosi lewat internet atau media sosial.

Nah, jika Sahabat tertarik untuk memulai usaha jasa pengiriman barang ini, Sahabat bisa mulai menentukan terlebih dahulu modal usaha. Persiapan dana untuk membuka usaha ini perlu dipisahkan dan direncanakan dengan matang agar tidak mengganggu kebutuhan hidup sehari-hari. 

Jika membutuhkan modal untuk usaha dengan proses yang mudah dan cepat, Sahabat bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Multiguna dari Adira Finance. Fasilitas Kredit Multiguna ini akan memudahkan Sahabat untuk mendapatkan modal usaha.

Sahabat juga bisa mendapatkan banyak keuntungan dari fasilitas ini. Adira Finance menawarkan fasilitas pinjaman dana kredit multiguna dengan jaminan BPKB sepeda motor atau mobil dengan syarat yang mudah, proses pencairan dana cepat, serta bisa memilih pilihan asuransi yang lengkap, dan keuntungan lainnya.

Di samping itu, Sahabat juga tak perlu khawatir karena fasilitas Kredit Multiguna dari Adira Finance ini sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi lebih aman dan terpercaya. Segera ajukan modal usaha Sahabat sekarang dengan langsung klik di sini.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lt. 53-61
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920
+62139733232/322

Call Center : 1500511
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN