Home / Berita Terbaru

Pengertian, Standar Ketentuan dan Nilai Lulus Uji Emisi Kendaraan

30 Oktober 2023 | Penulis : Adira Finance

Kendaraan telah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kita. Kendaraan memberikan mobilitas yang diperlukan untuk bekerja, berlibur, dan melakukan sejumlah aktivitas sehari-hari.

Namun selain memberikan kenyamanan dan kemudahan ini, kendaraan juga menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Salah satu dampaknya adalah emisi kendaraan, yang merupakan hasil dari pembakaran bahan bakar mesin kendaraan.

Apa Itu Uji Emisi Kendaraan?

Uji emisi kendaraan adalah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah kendaraan tersebut mematuhi batasan kelayakan emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Uji emisi adalah bagian penting dari upaya untuk mengurangi polusi udara dan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Kenapa Uji Emisi Penting?

Perlindungan Lingkungan

Salah satu alasan utama pentingnya uji emisi adalah untuk melindungi lingkungan. Emisi dari kendaraan seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan partikel debu, dapat menyebabkan pencemaran udara.

Ini dapat mengakibatkan masalah seperti penipisan lapisan ozon, hujan asam, dan perubahan iklim global. Dengan mengukur dan mengendalikan emisi kendaraan, kita dapat mengurangi dampak negatif ini.

Kesehatan Manusia

Polusi udara yang disebabkan oleh emisi kendaraan juga berdampak buruk pada kesehatan manusia. Partikel debu halus dan bahan kimia beracun dalam emisi dapat masuk ke dalam sistem pernapasan manusia.

Efeknya adalah berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kanker. Dengan mengurangi emisi kendaraan, kita dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan polusi udara.

Kepatuhan Regulasi

Banyak negara memiliki peraturan yang mengatur batasan emisi kendaraan bermotor. Uji emisi adalah cara untuk memastikan bahwa kendaraan mematuhi regulasi ini. Kendaraan yang tidak memenuhi batasan emisi dapat dikenakan denda atau bahkan dilarang beroperasi.

Proses Uji Emisi Kendaraan

Proses uji emisi kendaraan melibatkan pengukuran gas-gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan saat beroperasi. Beberapa jenis uji emisi yang umum dilakukan adalah:

Uji Gas Buang

Uji ini mengukur jumlah karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan oleh kendaraan. Hasilnya dibandingkan dengan batasan emisi yang telah ditetapkan.

Uji Partikulat

Uji ini fokus pada partikel debu halus yang dihasilkan oleh kendaraan diesel. Partikel debu ini dapat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Uji Asap Hitam

Ini adalah uji yang lebih spesifik untuk kendaraan diesel dan mengukur kandungan asap hitam dalam gas buang.

Uji CO2

Beberapa negara juga memerlukan pengukuran emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global.

Teknologi untuk Mengurangi Emisi Kendaraan

Produsen kendaraan telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi kendaraan dengan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Beberapa inovasi termasuk:

Mesin yang Lebih Efisien

Mesin kendaraan yang lebih efisien dapat menghasilkan lebih sedikit emisi karena mereka dapat memanfaatkan bahan bakar dengan lebih baik.

Katalisator

Sistem katalisator di dalam knalpot kendaraan mengubah gas buang berbahaya menjadi zat-zat yang lebih aman.

Mobil Listrik

Kendaraan listrik sepenuhnya tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi.

Hibrid

Kendaraan hibrida menggabungkan mesin bensin atau diesel dengan motor listrik, mengurangi emisi secara signifikan.

Uji emisi kendaraan adalah langkah penting dalam upaya untuk melindungi lingkungan dan kesehatan manusia. Dengan mengukur dan mengendalikan emisi kendaraan, kita dapat mengurangi dampak negatif polusi udara, mematuhi regulasi yang ada, dan mendorong pengembangan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Ini adalah langkah kunci dalam menjaga keseimbangan antara mobilitas manusia dan keberlanjutan lingkungan.

Standar ketentuan uji emisi kendaraan

Standar ketentuan uji emisi kendaraan bervariasi di berbagai negara dan wilayah, tergantung pada peraturan pemerintah setempat. Namun, ada beberapa standar umum yang sering digunakan sebagai pedoman untuk mengukur emisi kendaraan. Berikut adalah beberapa standar ketentuan uji emisi kendaraan yang umum diterapkan:

1. Euro Standards (EU):

Di Uni Eropa, emisi kendaraan bermotor diatur oleh standar Euro, yang telah mengalami beberapa revisi sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992. Standar ini membatasi emisi berbagai polutan, termasuk karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat debu. Setiap perubahan dalam standar Euro mengharuskan produsen kendaraan untuk mengembangkan teknologi yang lebih bersih guna memenuhi batasan emisi yang lebih ketat.

2. Environmental Protection Agency (EPA) Standards (AS):

Di Amerika Serikat, Environmental Protection Agency (EPA) menetapkan standar emisi kendaraan. Standar ini termasuk Tier 1 hingga Tier 3 untuk kendaraan bensin dan Standar Emisi Diesel Berat (Heavy-Duty Diesel Emission Standards) untuk kendaraan berat.

3. China Emission Standards (CN):

China memiliki standar emisi kendaraan sendiri, yang dikenal sebagai China Emission Standards. Standar ini mirip dengan standar Euro, dan mereka juga telah mengadopsi fase-fase yang mengharuskan kendaraan untuk memenuhi batasan emisi yang semakin ketat.

4. Japan Emission Standards (JP):

Di Jepang, kendaraan juga harus mematuhi standar emisi khusus yang dikenal sebagai Japan Emission Standards. Standar ini serupa dengan standar Euro dan telah direvisi secara berkala.

5. India Bharat Stage Emission Standards (IN):

India mengadopsi Bharat Stage Emission Standards, yang mirip dengan standar Euro. Mereka telah memperkenalkan berbagai fase yang memerlukan kendaraan untuk mematuhi batasan emisi yang semakin ketat.

6. Negara Lainnya:

Selain negara-negara di atas, banyak negara lainnya juga memiliki standar emisi kendaraan mereka sendiri, yang mungkin mengadopsi prinsip-prinsip yang serupa dengan standar yang telah disebutkan di atas.

Selain batasan emisi, ketentuan uji emisi kendaraan juga mencakup prosedur pengujian yang harus diikuti untuk memastikan bahwa kendaraan mematuhi standar yang berlaku. Tes emisi sering melibatkan pengukuran emisi gas buang saat kendaraan beroperasi pada berbagai kondisi pengemudian, termasuk akselerasi, pemacuan konstan, dan berhenti. Hasil pengujian ini digunakan untuk menentukan apakah kendaraan mematuhi standar yang berlaku.

Perlu diingat bahwa standar dan ketentuan uji emisi kendaraan dapat berubah dari waktu ke waktu, karena upaya berkelanjutan untuk mengurangi polusi udara dan mempromosikan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, produsen kendaraan terus mengembangkan teknologi baru untuk memenuhi persyaratan emisi yang semakin ketat.

Nilai lulus uji emisi kendaraan

Nilai lulus uji emisi kendaraan bervariasi tergantung pada peraturan dan standar emisi yang berlaku di suatu negara atau wilayah tertentu. Umumnya, kendaraan diharapkan untuk memenuhi batasan emisi yang telah ditetapkan oleh otoritas regulasi untuk dinyatakan sebagai "lulus" dalam uji emisi. Batasan emisi ini biasanya terkait dengan jenis polutan tertentu yang dihasilkan oleh kendaraan, seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat debu.

Contoh batasan emisi yang umum adalah sebagai berikut:

Karbon Monoksida (CO)

Batasan umum: Biasanya diukur dalam gram per kilometer (g/km) atau persen (%), dan batasan umumnya rendah.

Hidrokarbon (HC)

Batasan umum: Juga diukur dalam g/km atau persen (%), dan tingkat batasan bervariasi tergantung pada jenis kendaraan dan bahan bakar yang digunakan.

Nitrogen Oksida (NOx)

Batasan umum: Diukur dalam g/km atau giga joule (g/GJ) energi yang dihasilkan. Batasan NOx seringkali lebih ketat untuk kendaraan diesel daripada kendaraan bensin.

Partikulat Debu (PM)

Batasan umum: Diukur dalam mikrogram per kilometer (µg/km) atau massa total per satuan energi. Ini biasanya lebih penting untuk kendaraan diesel.

Karbon Dioksida (CO2)

Batasan umum: Beberapa negara juga memerlukan pengukuran emisi gas rumah kaca, seperti CO2. Batasan ini dapat berbeda tergantung pada regulasi lokal.

Penting untuk diingat bahwa nilai lulus uji emisi dapat berbeda antara negara dan wilayah, dan juga tergantung pada jenis kendaraan, bahan bakar yang digunakan, serta kelas emisi. Produsen kendaraan berusaha untuk memastikan bahwa kendaraan mereka mematuhi batasan emisi yang berlaku di berbagai pasar. 

Untuk menentukan apakah kendaraan lulus uji emisi atau tidak, biasanya dilakukan uji emisi yang mencakup pengukuran emisi gas buang kendaraan dalam kondisi yang sesuai dengan protokol pengujian yang ditentukan oleh regulasi setempat.

Pemilik kendaraan yang tidak memenuhi batasan emisi dapat dikenai sanksi, seperti pembayaran denda, pembatasan penggunaan kendaraan, atau bahkan penarikan izin beroperasi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kendaraan agar tetap memenuhi standar emisi yang berlaku dan melakukan perawatan yang tepat guna menghindari masalah emisi yang berpotensi merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

Sahabat, demikianlah penjelasan mengenai Standar Ketentuan dan Nilai Lulus Uji Emisi Kendaraan yang perlu diketahui. Jika Sahabat berencana untuk membeli kendaraan baru namun terbatas dalam hal keuangan, Sahabat tidak perlu khawatir. Sebab Sahabat dapat memanfaatkan layanan cicilan mobil dari Adira Finance.

Kredit kendaraan bersama Adira Finance merupakan solusi terbaik bagi Sahabat untuk membeli kendaraan baik baru maupun bekas dengan metode pembayaran yang dicicil. Layanan ini akan mempermudah Sahabat untuk memiliki kendaraan impian dengan lebih cepat dan praktis.

Yang lebih penting, layanan kredit motor dan mobil dari Adira Finance telah terbukti aman dan terpercaya. Persyaratan yang dibutuhkan mudah dan prosesnya juga cepat. Yuk, dapatkan segera kendaraan impian Sahabat!

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lt. 53-61
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920

Call Center : 1500511
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Berizin dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN