Home / Berita Terbaru

Simak Perkiraan Biaya Renovasi Rumah Menjadi 2 Lantai

Simak Perkiraan Biaya Renovasi Rumah Menjadi 2 Lantai

20 November 2020 | Penulis : Adira Finance

Sempitnya lahan yang dimiliki dan tingginya harga tanah membuat tren pembangunan rumah berubah. JIka Sahabat perhatikan, rumah-rumah pada zaman dulu masih memiliki pola pengembangan rumah ke samping ataupun kedepan. Itu karena lahan yang dimiliki pada perumahan-perumahan lama memiliki luasan yang cukup besar, sedangkan pada perumahan kekinian, lahan yang disediakan sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu strategi jitu untuk membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai agar tidak jebol kantong Sahabat sekalian.

Seperti diketahui, pengembangan rumah ke atas memiliki biaya yang cukup mahal. Hal itu dikarenakan, Sahabat wajib mengecor bagian yang akan menjadi lantai atas rumah kelak. Sedangkan untuk pengembangan rumah ke samping atau ke depan, biaya pengecoran tidak dimasukkan ke dalam rencana bujeting.

Jika Sahabat menggunakan jasa konsultan, maka perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai akan diberikan dan Sahabat tinggal memodifikasi spesifikasinya. Jika dirasa bujetnya terlampau mahal, maka Sahabat bisa menurunkan spesifikasi materialnya untuk menggunakan bahan berkualitas 2 maupun 3.

Namun jika ternyata spesifikasi bahan bangunan yang diinginkan sangat tinggi, siap-siap saja untuk merogoh kocek yang dalam untuk memenuhinya. Nah bagi Sahabat yang tengah membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai, simak beberapa hal dibawah ini agar bujeting bisa menjadi lebih hemat.

Sehingga sisa dana yang sudah disiapkan sebelumnya bisa digunakan untuk sektor produktif, seperti memulai usaha rintisan ataupun untuk diinvestasikan dalam instrumen reksadana.

1. Gunakan Jasa Pemborong

Untuk lebih menghemat tenaga dan juga pikiran, saat membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai, Sahabat bisa menggunakan jasa pemborong. Pemborong dan tukang merupakan 2 profesi yang berbeda.

Seorang tukang biasanya hanya mampu mengerjakan pekerjaan teknis. Sedangkan pemborong selain menguasai aspek teknis, dia juga memiliki kemampuan manajerial.

Jadi Sahabat yang ingin membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai bisa berkonsultasi terlebih dahulu. Tidak usah pusing mencari mana pemborong yang baik, Sahabat bisa menemukannya secara daring.

Saat ini sudah tersedia puluhan jasa konstruksi yang bisa membantu Sahabat semua dalam membuat perencanaan.

Dengan menggunakan jasa pemborong, Sahabat hanya perlu melakukan usulan renovasi apa yang akan dilakukan, lalu pemborong bisa memberikan kalkulasi kasar kepada Sahabat.

Pemborong juga bisa membaca gambar. Jadi jika Sahabat memiliki sketsa rancang bangun, bisa memberikannya kepada pemborong. Jangan juga lupa untuk meminta cetak biru untuk denah instalasi listrik dan air.

Hal itu akan sangat berguna jika sewaktu-waktu terjadi masalah dalam kedua saluran tersebut. Sahabat tidak perlu menduga jalur pipa air terhubung kemana saja, lalu jalur listrik juga ditanam dimana saja. Semuanya ada dalam cetak biru tersebut.

2. Manfaatkan lahan maksimal

Sahabat yang saat ini sedang bingung membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai harus bisa memaksimalkan lahan yang saat ini dimiliki. Berpikirlah secara jangka panjang.

Ingat, rumah adalah tempat dimana Sahabat dan keluarga akan menghabiskan banyak waktu bersama. Jika Sahabat memiliki luas lahan 70 meter dan ingin di tambahkan luasan bangunannya, cobalah untuk memaksimalkan luasan lahan tersebut.

Sehingga Sahabat bisa memiliki luasan bangunan 140 meter. Dengan luasan tersebut, Sahabat bisa menambah kamar, membuat ruang santai, dapur yang lebih besar atau membuat taman minimalis didalam rumah.

Dengan memaksimalkan lahan juga, Sahabat bisa mendapatkan perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai secara komprehensif. Sehingga Sahabat tidak perlu melakukan pengembangan-pengembangan kecil kedepannya.

Selain irit tenaga untuk membersihkan rumah, dengan memaksimalkan lahan Sahabat juga bisa mendapatkan nilai estetikanya.

3. Gunakan keramik atau marmer bekas

Saat menyusun perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai, kerap kali Sahabat akan menemukan tingginya biaya untuk keramik atau marmer. JIka dilihat, harga keramik atau marmer memang tidaklah terlalu mahal.

Namun ingat, Sahabat harus menghitungnya sesuai dengan luasan lahan. Misal, keramik ukuran 40x40 seharga Rp60 ribu. JIka Sahabat ingin mengembangkan lahan seluas 70 meter persegi, berarti Sahabat tinggal mengkalikannya. Rp60 ribu dikalikan 70 meter.

Untuk itu, mungkin Sahabat bisa mempertimbangkan untuk menggunakan keramik bekas pakai yang masih layak digunakan. Saat ini toko yang menjual keramik ataupun marmer bekas sudah banyak ditemui.

Sahabat hanya perlu mencari corak yang sesuai dengan jumlah barang. Karena yang namanya bekas, stok barang biasanya terbatas.
Perlu strategi dan perencanaan yang matang untuk kemudian membeli keramik ataupun marmer bekas. Tetapi yang jelas, harganya bisa jauh lebih murah ketimbang Sahabat membelinya baru.

4. Gunakan dana eksternal

Dalam membuat perkiraan biaya renovasi rumah menjadi 2 lantai, Sahabat harus memiliki dana “nganggur”. Jangan gunakan dana tabungan atau dana yang sudah dialokasikan untuk hal lain.

Karena hal tersebut hanya akan mengganggu arus kas Sahabat. Ada baiknya Sahabat menggunakan dana dari pihak ketiga. Dengan begitu, renovasi rumah jalan, rencana hidup yang lainnya juga bisa berjalan baik.

Sahabat bisa mempertimbangkan untuk menggunakan dana kredit multiguna dari Adira Finance atau lembaga keuangan lainnya.
Urusan suku bunga tidak perlu khawatir, Sahabat bisa mendapatkan suku bunga yang kompetitif. Terpenting adalah, proses pencairannya cepat dan juga aman.

Selain itu, dana dari pihak ketiga juga bisa dijadikan dana darurat ketika ternyata perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai membengkak.
Jadi pengembangan rumah bisa terus berjalan. Jangan sampai malah mangkrak di tengah jalan, selain akan menguras biaya yang lebih besar lagi kedepannya, rumah Sahabat juga akan menjadi tidak elok dipandang.

Usahakan untuk mendapatkan dana dari satu sumber. Hal itu bertujuan agar Sahabat bisa lebih mudah mengontrol arus keuangan.
Sudah terbayang jika Sahabat menggunakan banyak sumber pendanaan, Bukannya untung, yang ada Sahabat malah akan dipusingkan dengan tagihan yang seakan tidak ada habisnya.

Belum lagi jika tanggal jatuh tempo masing-masing lembaga pembiayaan berada pada hari yang berbeda. Lembaga pembiayaan A, hari senin, lalu di minggu depannya ada lagi pembayaran cicilan untuk lembaga keuangan B, kemudian di minggu terakhir masih ada pembayaran cicilan untuk lembaga keuangan C.

Bagaimana cara mengaturnya jika sudah begitu. Dengan menggunakan satu sumber pendanaan, Sahabat juga tidak terjerumus ke gaya hidup yang konsumtif.

Bahkan bisa jadi, gaya hidup yang dijalani bisa menjadi produktif. Karena Sahabat akan mempergunakan dana pinjaman dari lembaga keuangan sebaik mungkin.

Ajukan sesuai dengan nominal yang dibutuhkan. Jangan mengajukan jauh lebih besar dari kebutuhan dana. Karena yang ada, Sahabat malah akan tergoda untuk membelanjakannya.

Ingat, dana tersebut merupakan dana pinjaman yang wajib Sahabat kembalikan secara dicicil. Bijaklah dalam menggunakan dana tersebut. Sehingga manfaatnya bisa benar-benar dirasakan oleh Sahabat.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN