Home / Berita Terbaru

Test Ride Honda CRF150L: Bikin Penasaran Pemula!Test Ride Honda CRF150L: Bikin Penasaran Pemula!

Test Ride Honda CRF150L: Bikin Penasaran Pemula!Test Ride Honda CRF150L: Bikin Penasaran Pemula!

19 November 2017 | Penulis : Adira Finance

TANGERANG — Honda CRF 150L adalah sosok motor adventure yang baru saja diperkenalkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di Tangerang (9/11). Nantinya motor tersebut akan diproduksi di pabrik di Jl Pegangsaan 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kehadiran Honda CRF150L ini mengusik rasa ingin tahu para bikers pecinta petualang, karena AHM mengklaim bahwa CRF150L ini dapat digunakan oleh bikers pemula maupun professional, dengan berbagai kelebihan yang disuguhkan oleh CRF150L ini.

Setelah prosesi launching, kebetulan Dapurpacu.com mendapat kesempatan untuk mencoba CRF150L ini di Pagedangan BSD Track, Tangerang. Arena test ride yang disuguhkan memang cocok dengan sosok CRF150L. Apalagi pertama kali melihat motor ini, kesan pertama yang terlintas adalah motor tangguh yang dapat diajak ‘bermain’ di hutan belantara.

Duduk di atas jok yang punya ukuran tinggi tempat duduk 869 mm, bagi pengendara yang tinggi badannya 170 cm tidak kesulitan kala kaki menggapai tanah. Mulai berjalan mengendarai CRF150L ini memang butuh adaptasi, apalagi Dapurpacu.com yang bisa digolongkan sebagai pemula, karena jarang sekali bermain adventure dengan menggunakan motor trail, butuh beberapa waktu untuk beradaptasi.

Ditambah mengawali masuk ke trek dengan suguhan single trek, perlu penyesuaian antara pengendara dengan motor, karena belum mengetahui seberapa besar torsi yang mampu ‘dimuntahkan’ oleh CRF150L.

Dengan dimensi Panjang 2119 mm, lebar 793 mm, tinggi 1153 mm dan jarak sumbu roda 1375 mm ini ternyata tidak membuat pengendara kesulitan, kala mengendarai motor melewati single trek dengan kontur tanah yang tidak rata.

Lepas single trek, pengendara disuguhkan dengan lintasan tanah yang rata dengan lebar yang lebih luas dari single trek yang tadi. Sehingga bisa lebih berani membetot tuas gas lebih kencang dengan lintasan yang juga tidak rata.

Suspensi upside down depan dengan ukuran diameter pipa 37 mm dan panjang langkah main 225 mm, dapat memberikan kenyamanan kala melewati lintasan dengan kontur tanah yang bumpy. Bahkan meski melewati kontur tanah yang bergelombang, tidak membuat pengendara kesulitan untuk menjaga handling, agar motor tetap berada di lintasan yang benar.

Mesin 4 tak SOHC satu silinder, memiliki ukuran diameter 57,3 mm dan 57,8 mm, dengan karakter sedikit over stroke sehingga mampu mengeluarkan torsi yang cukup besar di putaran mesin bawah, namun tidak membuat pengendaranya kewalahan kala membetot tuas gas, di putaran mesin bawah.

Karakter mesin seperti itu nyaman kala melintasi tanjakan (gundukan tanah) yang tinggi, namun tidak panjang, sehingga mampu dengan mulus dilewati dengan putaran mesin bawah.

Sistem pengereman pun mumpuni untuk karakter motor trail, dengan aplikasi Wavy Disc Brake pada bagian depan yang berukuran 240 mm dan belakang 220 mm, dapat menambah percaya diri kala melakukan pengeraman keras, walaupun ada gelaja ‘ngepot’ pada ban belakang, namun mampu dengan mudah dikoreksi.

Bahkan ketika melintasi lintasan dengan kontur tanah agak rata pada kecepatan 50 km/jam, dapurpacu.com sempat melebar karena tanpa disadari ternyata jalurnya belok, tapi berkat sistem pengereman tadi, sehingga motor tidak lebih jauh masuk ke semak belukar.

Semakin lama berada di atas motor ini, semakin asyik mengendarainya karena telah mengenal karakter motornya, sehingga kecepatan pun bisa lebih kencang. Bagi seorang pemula, menggeber motor di lintasan yang tidak rata dengan kecepatan 60 km/jam cukup memacu adrenalin.

Hingga akhirnya motor ini bisa dengan menyenangkan diajak ‘bermain’, di lintasan off road yang cukup menantang. Hanya saja, tenaga seorang bikers pemula yang tidak sering bermain adventure, dengan mengendarai motor trail menjadi kendala.

Karena kala menggeber motor trail, energi yang dikeluarkan cukup banyak. Hal itu terbukti lintasan Pagedangan BSD Track yang punya karakter teknikal, sejauh 2 km dengan kesempatan memutari lintasan sebanyak tiga lap, rasa lelah mulai terasa di akhir lap ketiga. Rasa lelah tersebut, dapat mempengaruhi konsentrasi hingga akhirnya dapurpacu.com terjatuh.

Uniknya setelah rasa lelah itu mulai hilang, keinginan untuk kembali mengendarai motor yang dijual dengan harga 31,8 juta (OTR Jakarta) kembali muncul, karena motor ini memang cocok untuk diajak bermain bagi pengendara pemula.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN