Home / Berita Terbaru

Tips Jitu Tekan Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 lantai

Tips Jitu Tekan Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 lantai

17 Desember 2020 | Penulis : Adira Finance

Musim panas sudah mulai menghampiri. Sekarang merupakan saat yang tepat untuk menghitung biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. Mahalnya harga lahan membuat pengembangan rumah dilakukan secara bertingkat, bukan melebar. Musim panas atau musim kering merupakan saat yang tepat untuk Sahabat melakukan renovasi rumah. Karena dengan begitu, proses pembuatan bahan adukan semen dan juga pasir bisa lebih cepat kering. Oleh karena itu, biasanya tenaga ahli atau tukang akan sulit dicari saat musim panas, karena banyaknya orang yang melakukan renovasi rumah. Bertambahnya jumlah anggota keluarga menjadi salah satu alasan untuk melakukan renovasi. Agar tidak terjadi pembengkakan biaya, Sahabat harus menghitung secara rinci biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. Dengan begitu, arah pengembangan rumah menjadi terkonsep. Tidak ada penambahan-penambahan ide, atau melakukan improvisasi untuk menyiasati struktur bangunan yang sudah ada. Karena hal - hal seperti itulah yang akhirnya membuat biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai menggelembung. Nah berikut merupakan 5 tips jitu untuk menjaga biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai tetap pada bujet. 1. Tentukan alasan pasti kenapa harus melakukan renovasi rumah Jika mengikuti keinginan, kegiatan renovasi rumah bisa tanpa ada ujungnya lho. Hal itu dikarenakan sifat dari keinginan manusia sendiri yang tidak ada habisnya. Jadi sebelum memutuskan merenovasi rumah, Sahabat harus sudah memastikan bahwa pengembangan rumah memang sudah harus dilakukan. Hitung dengan benar berapa biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. Jangan ada yang luput satupun. Mulai dari jumlah tenaga orangnya, kebutuhan materialnya dan juga garansi dari tenaga ahlinya. Jika saat ini Sahabat belum memiliki keturunan, berpikirkah saat nanti sudah diberi keturunan. Desain bangunan seperti apa yang bisa dibutuhkan dalam kondisi seperti itu. Jadi Sahabat tidak bolak-balik menghitung biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai. Pikirkan bahwa langkah yang sekarang dilakukan adalah untuk kemudahan di masa yang akan datang. 2. Jangan Ragu, Gunakan Bahan yang Bagus Jangan menggunakan bahan bangunan yang tanggung saat melakukan perbaikan rumah. Maksud hati ingin menekan biaya renovasi, yang ada Sahabat malah harus menyediakan bujet tambahan di kemudian hari untuk melakukan perbaikan kecil. Karena harga tidak pernah mengkhianati kualitas. Pilihlah barang yang memang sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam dunia konstruksi. Jangan ambil risiko untuk menggunakan barang yang kualitasnya dibawah standar. Ingat, rumah adalah ruang investasi jangka panjang yang Sahabat miliki. Investasi yang dimaksud bukan hanya dilihat secara angka, melainkan investasi kesehatan, pendidikan, kasih sayang dan kualitas keluarga sendiri. Karena dengan rumah yang nyaman dan aman, membuat kesehatan mental dan pikiran menjadi lebih baik dan minim stres. Selain itu, jika Sahabat tidak sedikit-sedikit melakukan renovasi, Sahabat bisa lebih fokus untuk memikirkan langka untuk lebih menyejahterakan keluarga. Jika renovasi rumah dilakukan secara perlahan, maka tabungan Sahabat bisa semakin tergerus. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mengajak anak jalan-jalan, untuk pendidikan anak kelak malah habis untuk melakukan perbaikan rumah yang tidak ada hentinya. Menambah jumlah lantai merupakan opsi yang baik. Namun Sahabat perlu menghitung biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai secara betul. 3. Hitung dengan cermat Cara menghitung besaran biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai adalah dengan mengalikan jumlah luasan bangunan yang akan ditambahkan dengan biaya per meter perseginya. Pada umumnya, biaya untuk menambah lantai berkisar di angka Rp3 juta per meter persegi. JIka Sahabat ingin menambah lantai dengan luas 36 meter persegi, Sahabat tinggal mengalikan Rp3 juta x 36 meter x 2. Jumlahnya berkisar di angka Rp 216 juta. Cukup mahal bukan. JIka ternyata Sahabat ingin menambah luasan lahan lebih dari itu, Sahabat tinggal mengalikan harga renovasi per meter persegi dengan luasan yang diinginkan. Itu sudah termasuk dengan ongkos tenaga ahli dan juga kualitas material di level medium. Harganya bisa lebih tinggi lagi ketika Sahabat ingin mendapatkan hasil akhir yang lebih menawan. Biasanya rentang harga yang ditawarkan berkisar di angka Rp 4 juta per meter persegi. Terlihatnya memang cukup murah, karena hanya terpaut Rp1 juta dari biaya renovasi pada umumnya. Tetapi jika dikalikan dengan jumlah luasan lahan, biayanya bisa membengkak sekitar 40% dari biaya standar. Oleh karena itu, perhitungan biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai tidak bisa dilakukan secara serampangan. Sahabat harus benar-benar melakukannya sehingga dana yang disiapkan tidak meleset. 4. Gunakan Perjanjian Pra Kerja Untuk lebih menekan biaya, Sahabat bisa menggunakan sistem borongan. Jadi mulai dari proses pencarian bahan bangunan, tenaga ahli hingga timeline pengerjaan, diserahkan semuanya ke pemborong. Sahabat tinggal duduk manis menunggu pekerjaan selesai. Jangan juga lupa untuk meminta garansi pekerjaan. Jadi jika ternyata ada spesifikasi yang tidak sesuai dengan perjanjian pra kerja. Perjanijan ini penting, mengingat dana yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Jadi buatlah hitam diatas putih tentang spesifikasi barang apa yang digunakan, berapa tenaga ahli yang digunakan, bagaimana sistem kelistrikannya. Denah bangunan yang akan direnovasi juga perlu dimasukkan sebagai underlying. Dengan begitu, biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai bisa dilakukan dengan rapid dan terstruktur, Pun masih ada kendala yang harus ditangani, kedua belah pihak baik itu Sahabat maupun pemborong tinggal mengacu pada perjanjian yang sudah dibuat. Jadi keduanya bisa tertib mematuhi peraturan dan juga kesepakatan yang sudah dibuat. Karena sifatnya mengikat, jika salah satu pihak ada yang merasa dirugikan, bisa diajukan gugatan wanprestasi ke pihak yang berwajib. 5. Jangan pakai dana tabungan Banyak orang yang melakukan renovasi rumah mengandalkan dana tabungan. Padahal, neraca keuangan keluarga akan lebih sehat jika sumber dana menggunakan dana pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pembiayaan. Jadi, dana tabungan yang memang dimaksudkan sebagai dana darurat bisa sesuai dengan peruntukannya. Sahabat tidak akan terbebani akan adanya perbaikan rumah. Ditambah, melalui fasilitas keuangan dari lembaga pembiayaan, dana yang bisa digunakan untuk renovasi rumah jadi memiliki batas. Misalnya Sahabat sudah menghitung biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai adalah sebesar Rp150 juta, Sahabat tinggal mengajukan pinjaman multiguna Maxi kepada Adira Finance misalnya, untuk segera mewujudkannya. Misalnya ada kendala dalam proses pembangunan, Sahabat sudah berkomitmen bahwa jumlah perbaikan rumah tidak akan lebih dari Rp150 juta. Jadi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai tidak akan bengkak. Karena sudah ada batas atas biaya yang bisa digunakan. Lain halnya jika Sahabat menggunakan dana tabungan. JIka dana tabungan masih ada saldonya, maka perbaikan rumah akan terus dilakukan meskipun sudah terjadi pembengkakan biaya.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN