Home / Berita Terbaru

Urutan Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah

Urutan Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah

10 September 2021 | Penulis : Adira Finance

Ibadah umrah adalah kegiatan berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan berbagai amalan sesuai dengan tata cara umrah di tanah harom dengan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Melansir laman resmi kemenag.go.id, dalam bahasa Arab, umrah artinya berkunjung. Sedangkan secara istilah, umrah adalah berkunjung atau ziarah ke Ka’bah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut (bagi pria) atau tahalul sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Berbeda dengan ibadah haji, umrah dapat dikerjakan setiap waktu dalam setahun, sesuai dengan kesanggupan masing-masing orang. 

Kendati hampir mirip dengan ibadah haji, Sahabat bisa mempelajari ibadah umrah sesuai dengan rukun, hukum, syarat, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, dan tata cara umrah secara keseluruhan. Melansir laman resmi islam.nu.or.id, umrah hanya memiliki empat rukun, di antaranya niat ihram, tawaf, sa’i, memotong rambut atau tahalul. 

Tata Cara Umrah

Tata cara umrah dilakukan dengan mengerjakan rukun-rukun umrah secara berurutan sesuai sunah, mulai dari niat ihram, tawaf, sai’i, dan mencukur rambut atau tahalul. Berikut ini tata cara yang perlu Sahabat pahami, antara lain: 

  • Tata cara umrah: Mandi junub

    Sebelum berangkat menuju Miqat, ada baiknya untuk membersihkan diri dengan cara mandi junub yang disebut juga dengan istilah mandi wajib atau mandi besar untuk menyucikan badan dari hadas kecil atau hadas besar. Mandi junub bisa diawali dengan niat, do’a, basuh tangan sebanyak tiga kali, lalu bersihkan kotoran yang menempel di badan, setelah itu berwudhu. Kemudian, membersihkan diri dari ujung kepala hingga ujung kaki secara merata. 

  • Tata cara umrah: Ihram dari Miqat

    Tata cara yang kedua yaitu menggunakan pakaian ihram mulai dari tempat Miqat. Ihram ini dilakukan dengan mengucapkan niat umrah. Setelah jemaah umrah menggunakan Ihram, ada beberapa larangan yang perlu dihindari. 

    Larangan bagi jemaah laki-laki:

    • Memakai pakaian biasa, seperti kaos, celana jeans, kemeja, dan lain-lain
    • Memakai alas kaki yang panjang dan menutupi mata kaki
    • Menutup bagian kepala menggunakan topi, peci, dan sejenisnya

    Larangan bagi jemaah perempuan:

    • Memakai baju biasa berlengan pendek
    • Memakai cadar

    Larangan bagi jemaah laki-laki dan perempuan:

    • Menggunting kuku, mencukur rambut 
    • Memburu atau membunuh binatang
    • Berhubungan intim
    • Bertengkar dengan mengucapkan kata-kata tidak sopan
    • Memotong tumbuhan yang berada di sekitar Makkah
    • Meminang wanita untuk dinikahi
    • Hindari menggunakan wewangian setelah menggunakan ihram 
  • Tata cara umrah: Membaca niat Umrah di Miqat

    Setelah semua siap dengan pakaian Ihram dan menjauhi larangan sesuai syariat Islam, kini saatnya mengucapkan niat umrah. Niat umrah ini sebaiknya diucapkan sebelum melewati Miqat. Niat umrah yang bisa diucapkan, yaitu “Labbaikallahumma’umratan”. 

  • Tata cara umrah: Mengucapkan talbiyah 

    Setelah selesai Ihram dan niat di Miqat, jemaah umrah dianjurkan untuk mengucapkan talbiyah selama perjalanan menuju Ka’bah di Makkah. Kalimat talbiyah ini sering diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika hendak umrah dan haji. Berikut ini kalimat talbiyah yang bisa diucapkan: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wannikmata laka walmulka laa syarikalak.” 

  • Tata cara umrah: Persiapan memulai aktivitas di Ka’bah 

    Ketika sampai di Makkah, jemaah umrah sudah bisa menghentikan ucapan talbiyah. Jika ada yang belum memiliki wudhu atau batal, sebaiknya segeralah mengambil wudhu kembali. Ini karena untuk melakukan tawaf, badan harus dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Jemaah umrah juga disunnahkan untuk masuk ke dalam area Masjidil Al-Haram di Makkah dengan menggunakan kaki kanan dengan disertai do’a. 

  • Tata cara umrah: Melakukan tawaf

    Setelah keadaan badan sudah suci dan siap melakukan tawaf. Bagi jemaah laki-laki, kain Ihramnya diubah menjadi idhtiba, yaitu ujung kain Ihram di bagian kanan harus diletakkan ke pundak sebelah kiri, sehingga bagian pundak sebelah kanan dapat terlihat. Sementara, pundak sebelah kiri tertutup oleh kain Ihram. 

    Jemaah umrah dapat memulai tawaf dari posisi Hajar Aswad atau tempat yang searah dengannya. Kemudian, jemaah umrah menghadap ke Hajar Aswad, lalu mengucapkan Allahu Akbar. Jika memungkinkan, jemaah dapat mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan dan menciumnya. Namun, jika kondisi tersebut tidak memungkinkan, maka cukup menghadap ke arah Hajar Aswad lalu mengisyaratkan dengan mengangkat tangan kanan ke arahnya sambil mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”. Tawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran dengan posisi Ka’bah di sisi kiri. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad disunnahkan untuk membaca do’a sapu jagad. Do’a ini pun sering diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat umrah.

  • Tata cara umrah: Berdo’a dan Shalat di Maqam Ibrahim

    Maqam Ibrahim merupakan tempat di mana Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Ka’bah. Sesuai sunnah, jemaah umrah dapat melakukan shalat sunnah dua rakaat di Maqam Ibrahim jika memungkinkan. Namun, jika tidak memungkinkan, jemaah umrah masih dapat melaksanakan shalat dua rakaat di mana saja, asalkan masih berada di sekitar area Masjidil Al-Haram.

    Baca juga: Inilah 5 Perbedaan Haji dan Umrah Beserta Biayanya

  • Tata cara umrah: Minum air zam-zam

    Tata cara umrah selanjutnya yaitu meminum air zam-zam setelah selesai shalat dua rakaat. Sebelum meminum air zam-zam, disunahkan untuk membaca do’a kebaikan kepada Allah SWT sambil menghadap kiblat ke Ka’bah. Sisa air minum pun bisa diusapkan ke bagian kepala, wajah, dan dada. 

  • Tata cara umrah: Pergi ke bukit shafa 

    Tata cara umrah dilanjutkan dengan berangkat ke bukit shafa dan marwah untuk melakukan Sa’i. Saat berjalan ke bukit Shafa, disunnahkan untuk membaca do’a “Innasshafa wal marwati min sya’airillah.” Setelah sampai, jemaah umrah perlu menghadap ke arah Ka’bah, lalu takbir sebanyak tiga kali dan diiringi oleh dzikir: "Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu, wahuwa 'ala kulli syain qadiir. Laa ilaha illallahu wahdah laa syarikalah, anjaza wa'dahu wa nashara abdahu, wa hazamal ahzaaba wahdah.” Dzikir tersebut diulangi sebanyak tiga kali dan berdo’a setiap selesai membacanya dengan do’a yang dikehendaki oleh jemaah umrah.

  • Tata cara umrah: Melakukan sa’i di antara Shafa dan Marwah

    Jika jemaah umrah sudah berada di antara dua tanda hijau, lakukanlah sa’i dengan berlari-lari kecil bagi jemaah laki-laki. Sementara, jemaah perempuan tidak dianjurkan untuk berlari kecil, cukup berjalan biasa. 

    Kemudian, jika telah sampai di Marwah, naiklah ke atasnya dan menghadap ke Ka’bah, lalu melafalkan dzikir dan do’a yang sama ketika sedang di Shafa. Lakukan sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh putaran. Putaran terakhir berakhir di Marwah. 

  • Tata cara umrah: Tahalul atau mencukur rambut 

    Bagi jemaah laki-laki, mencukur rambut disunnahkan sampai gundul, namun boleh juga hanya memangkas sedikit rambutnya. Bagi jemaah perempuan, hendaknya mengumpulkan sebagian rambutnya seujung ruas jari, lalu dipotong. Saat melakukan tahalul, perhatikan pula muhrim yang akan mencukurnya. 

Apabila semua tata cara umrah di atas sudah dilakukan, maka para jemaah sudah sah menyelesaikan ibadah umrahnya.

Bagi Sahabat yang berniat untuk melakukan ibadah umrah, saat ini sudah banyak kemudahan, termasuk pembiayaan keberangkatannya. Sebab, ada layanan pembiayaan syariah paket umrah yang bisa dimanfaatkan oleh Sahabat jika belum memiliki dana tunai yang cukup. Layanan ini biasanya disediakan oleh lembaga keuangan yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, salah satunya Adira Finance

Sahabat yang menggunakan pembiayaan syariah umrah dapat langsung berangkat dengan berbagai jenis paket yang tersedia dari puluhan travel umrah terpercaya. Program syariah ini cukup terjangkau karena pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil atau diangsur sesuai dengan tenor yang telah ditentukan. Jaminannya pun menggunakan BPKB kendaraan, baik itu motor atau mobil, sehingga Sahabat tetap bisa menggunakan kendaraan tersebut. Sahabat juga tidak perlu khawatir karena sistem program syariah umrah ini menggunakan akad murabahah yang sesuai dengan prinsip syariah.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lantai 53, 56-61
Jl Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920

Call Center : 1500511
WhatsApp Chat / SMS : 0811 811 5811
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN