Jurus Jitu Anti Bengkak Untuk Biaya Renovasi Rumah

Jurus Jitu Anti Bengkak Untuk Biaya Renovasi Rumah
03 Sep 2020

Rumah merupakan tempat dimana Sahabat bisa menjadi diri sendiri. Tak heran jika Sahabat terus berupaya membuat nyaman kondisi rumah. Saat muncul keinginan untuk renovasi rumah, pastinya ttangan dan mata sudah gatal ingin mencari desain apa yang bisa dimasukkan dalam lahan yang Sahabat miliki. Perlu jurus jitu untuk bisa menyiasatinya agar anggaran untuk renovasi rumah tidak melebihi rencana awal.

Nah, berikut merupakan 5 jurus jitu yang bisa Sahabat gunakan untuk mendapatkan biaya renovasi rumah yang tidak terus menggelembung.

1. Buat perencanaan yang matang

Agar biaya renovasi rumah Sahabat tidak membengkak, Sahabat harus membuat perencanaan dengan matang. Berpikirlah untuk 5 hingga 10 tahun kedepan.

Jika saat ini Sahabat belum memiliki anak, berpikirkah saat nanti Sahabat sudah diberi keturunan. Desain bangunan seperti apa yang bisa Sahabat butuhkan dalam kondisi seperti itu.

Hal itu merupakan rumus dasar ketika ingin menekan biaya renovasi rumah. Jadi setiap dana yang Sahabat keluarkan sudah jelas peruntukannya dan akan digunakan untuk apa.

Sehingga Sahabat tidak perlu lagi mengeluarkan dana ekstra untuk terus merenovasi rumah di kemudian hari. Jika memang harus menggunakan jasa arsitek atau konsultan desain interior, gunakanlah.

Dengan menggunakan desain bangunan yang tepat dapat mengurangi terjadinya renovasi kembali di kemudian hari.

2. Jangan terpengaruh lingkungan

Jangan ikut-ikutan melakukan renovasi rumah ketika tetanggamu melakukannya. Biasanya, ketika lingkungan sekitar melakukan perbaikan rumah, hasrat langsung melonjak untuk melihat bagian mana dari rumah kita yang bisa kita diperbaiki.

Bisa juga saat melihat kondisi rumah tetangga lebih baik, ingin rasanya membuat rumah kita juga tampak lebih baik dari kodisi saat ini. Itu makanya pentingnya perencanaan.

Jangan melakukan renovasi kecil-kecil tetapi sering. Lebih baik, Sahabat membuat perencanaan anggaran setiap tahunnya untuk melakukan perbaikan.

3. Gunakan bahan yang berkualitas

Jangan menggunakan bahan bangunan yang tidak berkualitas saat melakukan perbaikan rumah. Maksud hati ingin menekan biaya renovasi, yang ada Sahabat malah harus menyediakan biaya tambahan di kemudian hari untuk mengganti bahan bangunan baru yang sudah rusak.
Pilihlah barang yang memang sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam dunia konstruksi. Jangan ambil risiko untuk menggunakan barang yang kualitasnya dibawah standar.

Rumah adalah ruang investasi jangka panjang yang Sahabat miliki. Investasi yang dimaksud bukan hanya dilihat secara angka, melainkan investasi kesehatan, sampai dengan kualitas keluarga Sahabat sendiri.

Kondisi rumah yang nyaman dan aman, membuat kesehatan mental dan pikiran Sahabat menjadi lebih baik dan minim stres. Selain itu, jika Sahabat tidak sedikit-sedikit melakukan renovasi, Sahabat bisa lebih fokus untuk memikirkan langkah untuk lebih mensejahterakan keluarga.
Jika renovasi dilakukan sedikit-sedikit, maka tabungan Sahabat bisa semakin tergerus. Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk mengajak keluarga untuk berekreasi, ataupun untuk pendidikan, malah habis untuk melakukan perbaikan rumah yang tidak ada hentinya.

4. Bersabar

Jika Sahabat sudah mengetahui berapa besaran dana untuk melakukan perbaikan, bersabarlah sampai nanti dana Sahabat cukup. Jangan tergesa-gesa untuk segera merubah penampilan dengan dana yang tidak mencukupi.

Jangan sampai rumah Sahabat malah bertambah berantakan sementara dana sudah habis terkuras. Apalagi jika menggunakan dana seadanya, biasanya Sahabat akan terbentur oleh upah tenaga kerja.

Kebanyakan pengerjaan renovasi rumah dalam skala besar menggunakan pemborong (kontraktor). Misal Sahabat ingin menambah kamar tidur dan mengecor atap bangunan Sahabat, jenis pekerjaan seperti itu lebih baik diserahkan oleh pemborong.

Kontraktor atau pemborong biasanya sudah terlatih untuk membuat perencanaan anggaran bangunan dan menentukan langkah apa yang diperlukan untuk bisa mengikuti kemauan Sahabat.

Dengan jasa pemborong juga, upah pekerja biasanya akan dihitung secara kumulatif atau sekaligus dari awal hingga pekerjaan selesai, bukan dihitung harian. Jadi pengerjaan renovasi rumah Sahabat bisa lebih cepat diselesaikan.

Sahabat hanya perlu menyesuaikan biaya yang dimiliki dengan spesifikasi bangunan yang bisa diberikan oleh pemborong.

Apabila hanya perbaikan minor seperti genteng bocor ataupun cat mengelupas, akan lebih hemat jika Sahabat melakukannya sendiri ataupun dengan melibatkan anggota keluarga.

5. Gunakan Pinjaman Multiguna

Agar biaya renovasi rumah Sahabat tidak mengganggu arus kas, Sahabat dapat menggunakan fasilitas pinjaman multiguna dari Adira Finance. Pasalnya dengan begitu, Sahabat menjadi lebih terpacu untuk membuat perencanaan yang lebih matang tentang berapa besar biaya yang akan dikeluarkan dan jenis renovasi bangunan yang Sahabat inginkan.

Sahabat bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut untuk mewujudkan rencana renovasi rumah. Pinjaman multiguna jika dilihat berdasarkan sifatnya adalah dana eksternal, secara psikologis Sahabat akan menjadi lebih berhati-hati dalam membuat rencana perbaikan. Yang terpenting adalah Sahabat bisa membuat batas maksimal dari penggunaan dana eksternal tersebut. Buatlah maksimal cicilan 30% setiap bulannya dari total penghasilan. Sama seperti perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik, mereka menggunakan dana eksternal untuk menggenjot bisnis mereka.

Nah Sahabat, wujudkan mimpi sambil tetap mengikuti arus perjalanan hidup Sahabat. Sahabat harus bisa menentukan waktu yang tepat untuk melakukan renovasi rumah. Pilihlah saat musim panas. Jangan malah saat musim hujan melakukan perbaikan rumah, selain waktu pengerjaannya akan mundur, biaya renovasi rumah juga akan bertambah karena pengerjaannya berjalan lebih lama.