15 April 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

15 April 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Hai, Sahabat! Dapatkah Sahabat mengingat merek perusahaan mode Indonesia yang bersinar di kancah internasional? Jika Sahabat kesulitan mengingatnya, memang nggak banyak karya anak bangsa yang bersinar di kancah internasional. Bagteria adalah salah satu dari sebagian kecil merek asal Indonesia yang bersinar di luar sana.

Nama-nama besar seperti Paris Hilton, Zara Phillips, Emma Thompson dan Anggun pernah menenteng tas buatan Jakarta ini, lho. Memangnya apa sih istimewanya tas ini? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Memiliki Bahan Mewah, Unik, dan Kualitas Terbaik

sumber : bagteria.co

 

Nancy Go, pemilik Bagteria, memiliki kemampuan menjahit, menyulam, dan merajut sejak duduk di bangku SMP. Sayangnya, kemampuan ini dianggap remeh oleh teman-temannya karena dianggap seperti nenek-nenek.

Setelah tamat SMA, Nancy melanjutkan studi di Susan Budiardjo Fashion College jurusan desain busana. Kemampuan menjahit dan menyulamnya semakin terasah. Berbekal kemampuan itu, ia memulai kariernya membuat tas pada tahun 2000.

Bersama lima orang karyawannya, Nancy menyulam, membuat renda, dan memberi payet langsung menggunakan tangan. Ornamen tasnya juga eksklusif seperti kristal swarovski, gold plated, sterling silver dari Bali dan Yogyakarta, kulit burung unta, kulit ikan dari Islandia, hingga gading gajah purba atau mammoth.

sumber : indonesiadesign.com

Selain untuk menjaga eksklusivitas, produk buatan tangan nggak bisa dijual massal. Nancy hanya memproduksi 25 desain dengan tiga seri warna di setiap musimnya. Setiap warna hanya diproduksi 299 buah di seluruh dunia.

Keunikan bahan yang sulit didapat serta proses menyulamnya membutuhkan waktu yang lama, membuat harga tas ini jadi cukup tinggi, yaitu Rp1 juta hingga Rp12 juta. Bahkan, harganya bisa 2,5 kali lipat di luar negeri. Bagaimana, Sahabat, tertarik untuk membeli?

Berhasil Membuat Dunia Jatuh Hati

sumber : indonesiadesign.com

Nancy dan suaminya, Bert Ng, mendirikan PT Metamorfosa Abadi pada tahun 2000. Saat itu, modal usahanya Rp300 juta. Sedari awal, Nancy sudah memiliki visi untuk membuat tas eksklusif dengan bahan yang unik.

Sejak pertama, Nancy sudah menyadari bahwa tas ini nggak akan digemari oleh masyarakat Indonesia karena mereka lebih menyukai tas impor. Maka, Nancy menawarkan tas tersebut dari satu toko ke toko lainnya yang ada di Hong Kong. Padahal ia sama sekali tidak punya koneksi di sana, lho!

Akhirnya, seorang pemilik toko bernama Outpader Landtrover menyukai desain tasnya. Nggak tanggung-tanggung, ia membeli sebanyak 50 buah tas. Ternyata tasnya laku dan mendapat sambutan baik dari para kalangan sosialita Hong Kong.

Setelah sukses di Hong Kong, Nancy mengembangkan sayap bisnisnya ke Milan. Ternyata hasil karyanya ini cocok dengan selera masyarakat Milan. Dari sinilah, tas buatannya disejajarkan dengan merek mode ternama lainnya hanya dalam satu tahun saja!

Layaknya arti nama Bagteria, nama yang dipilih Nancy dengan harapan tas tersebut akan mewabah layaknya bakteri, tas buatan tangan ini menyebar ke Amerika Serikat, Eropa, Uni Emirat Arab, hingga Jepang.

Memiliki Pelanggan Setia di Indonesia

sumber : pinimg.com

 

Berbeda dengan produk dalam negeri lain yang sukses lalu go international, tas karya Nancy justru sebaliknya. Setelah terkenal di mancanegara, Nancy membuka butik tasnya pertama kali di Plaza Indonesia pada tahun 2008.

Meski peminatnya terbatas karena harga yang tinggi, Bagteria memiliki pelanggan setia dari kalangan artis, pengusaha, dan pejabat, lho. Salah satunya, mantan ibu negara yaitu Ani Yudhoyono dan mantan istri Gubernur Jakarta yaitu Veronica Tan.

 

Apakah Sahabat memiliki hobi yang sedang digeluti? Jika iya, jalani dengan konsisten dan tingkatkan kemampuan agar bisa menciptakan produk yang berkualitas. Siapa tahu, produk Sahabat bisa dikenal di seluruh dunia seperti Bagteria ini!