02 April 2018 | Penulis : Sahabat Lokal

02 April 2018 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Baju Joger Bali merupakan salah satu oleh-oleh khas Pulau Dewata yang selalu menjadi buruan para wisatawan. Berbeda dari kaos lainnya, Joger identik dengan rangkaian kata-kata yang unik. Hal itulah yang menjadi daya tarik Joger. Kaos ini nyaman dikenakan, harganya pun terjangkau. Namun, tahukah Sahabat bahwa dibalik nama besar Joger tersimpan sebuah kisah menarik?

Asal Usul Nama Joger

 

Di tahun 1980, pemilik Joger, Joseph Theodorus Wulianadi mulai merintis bisnisnya di sebuah toko tanpa nama yang terletak di Jalan Sulawesi No. 37, Denpasar. Kala itu Joseph menjual aneka barang kerajinan.

Suatu ketika Joseph diminta oleh Dinas Perdagangan Denpasar untuk segera memberi nama pada tokonya. Gunanya untuk membedakan toko milik Joseph dengan toko lainnya. Tidak mudah bagi Joseph untuk menentukan nama apa yang paling cocok.

Maklum saja, Joseph ingin agar nama tokonya kelak tidak pasaran apalagi berbau domain publik. Selama berhari-hari Joseph berpikir, merenung, dan mencoba merangkai huruf demi huruf. Hingga pada akhirnya, tercetus ide cerdas, yakni menggabungkan beberapa huruf dari nama depannya dengan nama depan sahabatnya, Gerhard Seeger.

Pemikiran tersebut muncul setelah Joseph teringat akan jasa dan kebaikan Gerhard, sahabat semasa sekolah di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman. Sebagai hadiah pernikahannya dengan sang istri, Ery Kusdarijati, Gerhard memberikan uang sebesar US$20.000 yang digunakan Joseph untuk modal usaha.

Berkat gagasan itulah JOGER lahir. Terhitung sejak 19 Januari 1981, nama Joger digunakan sebagai merek dagang resmi berkekuatan hukum.

Alasan Mengapa Joger Hanya Dapat Dibeli di Bali

Sumber: Kota Wisata Bali

Kepopuleran baju Joger Bali membuat sebagian besar orang tertarik untuk mereguk keuntungan, yaitu dengan memasarkan produknya secara daring maupun luring di luar Bali. Hal ini bertentangan dengan prinsip Joger, yakni hanya dapat dibeli di toko resmi Joger.

Pernah ada kisah tentang oknum yang menjual kaos Joger via daring bahkan hingga ke luar negeri. Keuntungan yang didapat sangat besar. Hingga suatu hari, seorang polisi intel menangkap oknum tersebut saat hendak mengantar barang pesanan ke Terminal Ubung.

Bukannya dibawa ke kantor polisi, pelaku justru dibawa ke hadapan sang pemilik Joger, Joseph. Selain menunjukkan letak kesalahan oknum tersebut, Joseph pun mengungkap alasan mengapa dirinya tidak menjual Joger secara daring.

Joseph menyakini bahwa jika dirinya membuka outlet Joger di seluruh dunia, produk buatannya pasti laris manis bak kacang goreng. Ia pun akan menjadi jutawan. Namun, kekayaan tersebut hanya dirasakan olehnya dan keluarga.

Lain halnya, dengan prinsip yang sampai detik ini dijunjung tinggi. Dengan hanya memperbolehkan Joger dibeli di Bali maka secara tidak langsung telah mendorong orang untuk mengunjungi pulau Dewata. Secara otomatis, keuntungan tidak hanya milik Joseph, tetapi juga penjual barang dagangan lainnya.

Nah, bagi Sahabat yang hendak berlibur di Bali, jangan sampai melewatkan buah tangan satu ini ya! Sahabat bisa datang langsung ke toko baju Joger Bali yang beralamat di Jalan Raya Denpasar-Bedugul, desa Luwus, Batutiri, Tabanan-Bali.