21 Juni 2018 | Penulis : Sahabat Lokal

21 Juni 2018 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Saat mendengar nama Kota Solo atau Surakarta, sajian kuliner apa yang pertama kali muncul di kepala Sahabat? Mungkin terbayang sedapnya selat solo, segarnya kuah timlo atau manis dan gurihnya lenjongan. Padahal, Solo masih memiliki satu sajian klasik lagi yang tak boleh Sahabat lupakan jika berkunjung ke sana yakni cabuk rambak.

Jika dilihat sekilas, cabuk rambak memiliki penampilan serupa siomay tanpa sayur. Irisan ketupat yang ditata di atas piring berlapis daun pisang, disajikan bersama kerupuk karak atau kerupuk nasi kemudian disiram kuah kecokelatan. Rasanya yang gurih dengan porsi kecil membuat sajian ini lebih cocok dijadikan makanan pembuka atau camilan karena tidak terlalu mengenyangkan.

Sajian ini diberi nama cabuk rambak karena dua bahan utama yang digunakan untuk pembuatannya. Cabuk mengacu pada biji wijen yang menjadi bahan utama sausnya. Sementara rambak merupakan sebutan untuk kerupuk yang dibuat dari kulit. Belakangan karena harga kerupuk kulit semakin mahal, maka para pedagang berinisiatif menggantinya dengan kerupuk nasi (karak) yang kemudian juga dinamai rambak. Soal rasa, tentu saja tetap sama sedapnya.

Tempat Makan Cabuk Rambak di Solo

Makanan satu ini sekarang memang mulai langka di Solo. Hanya beberapa tempat makan dan pasar-pasar tradisional yang masih memasukkan sajian ini ke dalam menunya. Jika bingung mencari, pedagang nasi liwet Solo juga biasanya menyediakan ketupat kerupuk berbumbu wijen ini. Selain di warung dan pedagang keliling, makanan ini juga biasa dijumpai dalam perayaan Sekaten di sekitar halaman Masjid Agung Keraton.

Sumber : Instagram

Beberapa tempat yang bisa Sahabat datangi jika ingin mencicipi menu ini adalah Warung Yu Temu. Warung ini berada di kawasan Shelter Pedagang Kaki Lima di belakang Stadion Olahraga Manahan di Jalan Menteri Supeno. Sahabat juga bisa mencicipi berbagai kuliner khas Solo lain di sini seperti tengkleng, nasi liwet, wedang asle, dan soto.

Selain itu, masih ada Nasi Liwet & Cabuk Rambak Mbak Nurul yang berada di Jalan Letjend Sutoyo.  Selain menjual cabuk rambak, warung yang buka setiap pukul 05.30 WIB hingga pukul 09.00 WIB ini juga menyediakan menu lain yang tak kalah populer seperti nasi liwet yang harganya sangat terjangkau. Di sepanjang Jalan Yos Sudarso menjelang tengah malam, Sahabat juga bisa dengan mudah menemukan penjaja sajian khas Surakarta ini.

Membuat Cabuk Rambak Sendiri

Karena bahan-bahannya yang mudah didapat, tak heran sajian satu ini juga dijual dengan harga terjangkau. Kalaupun tak sempat mencicipi langsung di kota asalnya, Sahabat bisa mencoba membuat sendiri di rumah. Selain ketupat, kerupuk karak, dan daun pisang untuk alas, bumbu-bumbu yang digunakan untuk sausnya pun mudah di dapat.

Bawang putih, kencur, kemiri, garam, merica dan gula pasir dihaluskan. Wijen yang sudah disangrai dan digiling halus dicampurkan bersama daun jeruk. Tambahkan air panas lalu aduk hingga matang. Selanjutnya siapkan potongan ketupat di atas daun pisang dan siramkan saus ke atasnya. Bersama karak yang gurih, cabuk rambak siap disantap. Selamat mencoba Sahabat!