22 Februari 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

22 Februari 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Indonesia memiliki banyak sekali festival lokal yang diadakan setiap tahunnya. Salah satunya adalah festival Bakar Tongkang yang diadakan di Riau. Festival unik dan meriah ini ternyata sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala dan masih dilestarikan hingga sekarang. Kemeriahan festival ini berhasil diabadikan oleh akun @dahniel_photography pada saat mengikuti Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance dan hebatnya lagi, foto ini berhasil masuk dalam 50 foto terbaik. Jadi, apa sih festival Bakar Tongkang itu? Yuk, cek selengkapnya disini.

Festival Bakar Tongkang

Bakar Tongkang adalah festival membakar kapal yang diadakan setiap tahunnya di kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Tradisi megah ini merupakan suatu bentuk tanda penghormatan yang dilakukan para etnis tionghoa kepada nenek moyang mereka dengan cara membakar tongkang atau kapal. Saking meriahnya, festival ini merupakan satu daya tarik andalan Kota Riau untuk menarik wisatawan lokal maupun asing.

Sejarah festival Bakar Tongkang

Festival Bakar Tongkang dipercaya pertama kali ada di tahun 1820-an. Dimulai ketika sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian, Tiongkok memutuskan untuk pergi merantau dan menyeberangi lautan dengan kapal kayu untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Selama pelayaran yang panjang dan tidak pasti itu, sekelompok orang yang ada di kapal itu terus berdoa kepada dewa Kie Ong Ya untuk meminta arah agar sampai di daratan. Lalu pada suatu malam, orang-orang itu melihat sebuah cahaya dari kejauhan dan mereka meyakini bahwa itu adalah daratan. Kapal berlayar ke arah cahaya itu dan sesampainya di daratan, mereka membakar kapal yang mereka gunakan. Daratan tersebut kemudian dikenal sebagai Bagansiapiapi dan peristiwa inilah yang menjadi cikal bakal dari festival Bakar Tongkang.

Acara festival Bakar Tongkang

Sumber : reservasi.com

Festival Bakar Tongkang mempunyai beberapa acara sebelum melakukan pembakaran kapal di acara puncaknya. Festival dimulai dengan doa dan ritual lokal sebelum masuk ke beberapa atraksi budaya. Sahabat bisa melihat atraksi budaya khas Tiongkok seperti barongsai, panggung hiburan beserta nyanyian dengan lagu Hokkian yang dibawakan oleh peserta lokal maupun internasional.

Hingga pada puncak acara festival ini adalah pembakaran replika kapal atau tongkang. Sebelum diarak ke tempat pembakaran, tongkang yang mempunyai panjang sekitar 8 meter dan lebar hingga 2 meter ini terlebih dahulu didoakan dan diberkati di Klenteng Hok Hok Eng. Sebelum dibakar, Sahabat akan melihat ribuan kertas yang ditancapkan di kapal dengan isi doa-doa untuk nenek moyang. Sehingga festival ini juga disebut sebagai ucapan terima kasih kepada dewa Kie Ong Ya karena telah membawa nenek moyang mereka sampai dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Menuju ke Bagansiapiapi

Jika ingin mengunjungi festival ini, Sahabat harus menuju ke kota Bagansiapiapi. Bagi Sahabat yang memilih pergi dari kota Pekanbaru, dibutuhkan waktu sekitar 6-7 jam untuk menuju kota Bagansiapiapi dengan menggunakan kendaraan darat. Sahabat juga bisa berangkat dari kota Medan. Namun membutuhkan waktu lebih sekitar 10-12 jam dengan kendaraan darat untuk sampai di kota Bagansiapiapi.  

Untuk akomodasi, Sahabat tidak perlu khawatir karena di sekitar kota Bagansiapiapi sudah tersedia banyak hotel dan penginapan yang bisa disesuaikan dengan budget dan lokasi.

Bagaimana Sahabat? Makin bangga dengan kekayaan budaya Indonesia bukan? Yuk, saksikan megahnya Festival Bakar Tongkang asal Riau ini.