04 Februari 2021 | Penulis : Faisal Fathur

04 Februari 2021 |
Penulis : Faisal Fathur

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis berkepanjangan, tidak hanya pada bidang kesehatan melainkan juga ekonomi dan finansial. Namun, tentu krisis tak perlu selamanya diratapi. Terlebih jika kita hanya diam dan menunggu keajaiban. Berani mengambil langkah sekiranya adalah opsi terbaik yang harus kita tempuh bersama hari ini.

Dalam situasi serba tidak pasti ini, krisis mungkin dapat menjadi momentum untuk bangkit dan melakukan perubahan. Perubahan yang menghadirkan peluang itu bisa jadi adalah sesuatu yang sebetulnya sudah dekat dengan lingkungan kita. Salah satunya seperti yang terjadi pada Festival Pasar Rakyat bersama Adira Finance. Inisiasi ini agaknya mampu menggerakkan dan menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah dilanda krisis akibat pandemi.

Saat ini, pasar sebagai ruang publik yang mempertemukan banyak hal menjadi terbatas lingkupnya. Pembatasan sosial membuat pasar rakyat yang identik dengan pertemuan fisik kerap menyulitkan bagi para pedagang dan juga konsumennya. Tidak hanya untuk melakukan transaksi, melainkan juga untuk menjaga kultur sosial antar masyarakat itu sendiri. Maka itu, kesulitan tersebut tentu perlu diatasi dan dicarikan jalan keluarnya.

Kita perlu kembali memikirkan ulang hakikat pasar itu sendiri, dalam arti memikirkan manusia yang saling berbaur dan hidup di sana. Keberagaman di pasar seyogyanya dapat menjadi nilai lebih dan menawarkan kekhasan yang unik di setiap wilayahnya. Di Festival Pasar Rakyat misal, kita diberi pemberdayaan dan sosialisasi agar pasar bisa menjadi ruang yang tak semata bernilai ekonomi, tapi juga kelak berbudaya dan kreatif.

Persoalan cara pikir ini tentu yang mesti disadari oleh masyarakat, yakni para pedagang dan konsumen yang saling bertukar kebutuhannya di pasar. Pasar yang menganut nilai budaya dan kreativitas tentu akan memiliki daya tarik tersendiri, terlebih untuk generasi muda hari ini. Dengan begitu, pasar dapat menjadi opsi yang diperhitungkan.

Pasar yang menarik untuk semua golongan tentu bukan hanya menjadi tempat yang melakukan pertukaran uang dan barang, melainkan juga melakukan pertukaran nilai-nilai dan kebudayaan antar manusianya. Hal itu tentu akan membuat pasar tidak hanya menjadi ruang yang statis dan monoton bagi masyarakat.

Adapun kondisi hari ini kemudian mengingatkan kita tentang betapa pentingnya beradaptasi dengan dunia digital. Pasar rakyat sebagai ruang publik yang penting tentu mesti mampu bersaing dengan cepatnya arus kebudayaan di era digital. Dengan lebih peka terhadap kondisi zaman, berarti pasar rakyat dapat terus menjaga eksistensinya dan tak habis dimakan zaman.

Digitalisasi juga bukan berarti sepenuhnya meninggalkan yang fisik, melainkan beradaptasi dengan segala kemajuan dan menyesuaikan diri dengan konteks zaman. Bentuk digitalisasi yang bisa dipilih semisal menyediakan layanan pesan-antar, pemesanan daring, hingga katalogisasi barang-barang yang mendukung kemudahan konsumen. Selain itu, adaptasi ini memungkinkan pasar rakyat untuk tetap bertahan selama pandemi masih berlangsung.

Kita pun tahu bahwa adaptasi adalah kunci yang menjadikan apakah pasar rakyat tetap bisa bertahan di masa sulit seperti ini. Keberagaman konten dan digitalisasi dapat menjadi tonggak bagi pemberdayaan UMKM yang bernaung lewat pasar rakyat. Tentu semoga di masa depan pasar rakyat akan menjadi tempat yang nyaman untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang juga berbasis budaya dan kreativitas. Langkah tersebut tentu bisa dimulai sekarang dengan bangkit bersama sahabat, juga orang-orang terkasih kita.