05 Februari 2021 | Penulis : Nur Azizah

05 Februari 2021 |
Penulis : Nur Azizah

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Hari minggu ialah hari paling ditunggu kehadirannya oleh para pedagang dan pembeli. Puluhan bahkan ratusan pedagang datang dari berbagai daerah, untuk menjajakan barang jualannya. Keberagaman yang unik antara setiap para pedagang yang agama, suku, budaya, dari orang-orang yang berbeda. 

Di pasar rakyat ini,semua fokus pada apa yang dijual dan siapa yang membelinya. Perbedaan budaya tidak menghentikan langkah untuk membeli sesuatu, guna mendapat harga yang murah meriah dibandingkan para pedagang yang lain.  

Di sini, kita bisa melihat teknik-teknik dari para penjual yang menjajakan barangnya. Sungguh unik. Suara yang ramai, hiruk-pikuk perpasaran, tidak menghentikan untuk para pembeli yang selalu berdatangan. Kualitas maupun kuantitas barang dipasar rakyat ini, tidak jauh beda dengan yang ada di swalayan atau toko-toko lain. Beragam bahan dagangan diperjualbelikan, ada makanan, sayuran, ikan, dan lainnya. 

Seperti hari minggu ini, aku dan adik pergi berbelanja ke Pekan Meriah (kesamaan nama dari pasar rakyat). Suasana hari minggu ialah yang paling padat oleh para pengendara, dibandingkan dengan hari-hari lain. Yang membuat aku suka berbelanja di pasar ini, karena harga barang yang terjangkau oleh kantung. Jadi, uang lebihnya bisa membeli keperluan lain. Pasar ini juga menjadi tempat yang sangat difungsikan bagi para penyokong hidup.

Aku berniat untuk membeli mangga, dan menanyakannya pada beberapa para penjual buah            tersebut. 

"Ini saja, Dek. Mangganya manis, langsung dari Aceh Selatan. Coba rasain." 

"Mangganya sekilo Rp.15.000 saja. Manis da ini!" 

"Mangganya-mangganya! Dua kilo Rp.15.000 saja! Ayo, dibeli. Murah meriah!" 

Dan beragam pengungkapan yang lain, guna menarik atau merayu para pembeli untuk membeli mangganya. Bisa dilihat sekarang, bahwa setiap penjual pasti memiliki daya tarik tersendiri untuk menjualkan barang dagangannya. Dan bagi pembeli, menjadi rezekinya mau diletak pada pedagang mana.  

Keberagaman ini menjadi hal yang patut disyukuri. Dari pasar rakyat ini kita dapat melihat nilai sosial yang dijunjung, bisa menjadi daya tarik wisata yang ingin berkunjung guna membeli bahan-bahan tradisional, dan menjadi salah satu aspek kebutuhan konsumsi. Ya, pastinya pasar rakyat ini memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Namun, bagaimanapun pasar rakyat telah menjadi contoh keberagaman yang dapat dilestarikan maupun dilihat di depan mata.  

Selain adanya pasar rakyat, festival pasar rakyat juga tak kalah ramai pengunjung. Menjadi momen menarik ketika Festival Pasar Rakyat diadakan, terlebih banyaknya hiburan yang disediakan. Namun, di tengah kondisi covid 19 seperti ini, digitalisasi pasar rakyat jadi tuntutan di era new formal. Untuk itu, mari bangkit bersama sahabat mendorong digitalisasi pasar rakyat guna menjadi salah satu inovasi yang patut dilaksanakan. Terima kasih.