16 Mei 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

16 Mei 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Sahabat pernah berkunjung ke Wonogiri? Pernah mencicipi Geti Wonogiri? Jika belum, kamu wajib mencobanya segera. Geti, β€œdigeget kroso ning ati”, merupakan makanan tradisional khas Wonogiri yang terbuat dari wijen, gula merah, dan jahe.

Perpaduan gurihnya wijen dan manisnya gula merah, membuat kudapan manis nan lezat asal Wonogiri ini banyak dicari untuk dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Jawa Tengah.

Gizi dalam Wijen, Bahan Dasar Pembuat Geti Wonogiri

Biji wijen, bahan utama geti Wonogiri, merupakan salah satu komponen makanan yang sering diremehkan penggunaannya. Sering kali bahan makanan yang satu ini hanya digunakan sebagai pelengkap saja. Misal, sebagai hiasan pada kue tradisional seperti onde-onde. Padahal, jika digali lebih dalam, biji wijen memiliki nilai gizi yang baik bagi tubuh, lho.

Biji wijen (sesame seeds) memiliki kandungan minyak yang tinggi jika dibandingkan dengan biji-bijian lainnya. Bahkan beberapa jenis wijen mengandung 50% minyak. Hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari kacang kedelai yang hanya memiliki kandungan minyak sebesar 20%.

Source : Kampung Coklat

Kelebihan lain minyak wijen adalah kandungan antioksidannya, yaitu sesamin, sesamolin dan sesamol. Antioksidan alami inilah yang menjadikan minyak wijen lebih awet dan tahan lama dibandingkan minyak lainnya. Minyak ini juga kaya akan kandungan Omega 6 dan protein.

Dengan begini, bisa disimpulkan bahwa geti merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi, Sahabat. Masih mau meremehkan geti?

Sejarah dan Pembuatan Geti Wonogiri

Geti sebenarnya sudah sejak lama dikonsumsi oleh masyarakat Wonogiri. Namun, pada tahun 1950-an makanan tradisional ini baru mulai dijadikan sebagai industri rumah tangga dan dipasarkan ke berbagai daerah. Selain renyah dan murah, kudapan manis ini juga tahan lama, lho, Sahabat.

Dalam proses pembuatannya, biji wijen yang akan digunakan harus disangrai terlebih dahulu hingga matang. Selain wijen, kacang tanah juga dapat digunakan untuk membuat geti. Sama seperti wijen, kacang tanah juga perlu disangrai dulu kemudian ditumbuk hingga halus.

sumber : qwisata.com

Langkah berikutnya adalah membuat sirup karamel dari gula merah. Karamel inilah yang nantinya berfungsi melekatkan wijen yang telah disangrai. Adonan karamel gula merah ini harus dimasak dengan tekstur yang pas. Karena jika terlalu lembek, akan membuat geti jadi lembab. Sedangkan jika terlalu keras, akan sulit dicampur dengan wijen. Adonan gula merah dalam geti nggak hanya memberikan rasa manis, namun juga berfungsi sebagai pengawet alami.

Setelah adonan karamel selesai dimasak, langkah berikutnya adalah mencampur wijen dengan adonan karamel. Campuran adonan ini perlu diaduk dengan cepat sebelum karamel mengeras. Langkah terakhir adalah masukkan jahe ke dalam adonan. Fungsi bahan yang satu ini adalah sebagai penyedap rasa.

Saat adonan geti telah matang, langkah selanjutnya adalah mencetak geti. Adonan tersebut dituang ke dalam kotak kayu dan didiamkan sejenak. Adonan kemudian dipipihkan dan dipotong kotak-kotak atau bulat. Setelah dingin, geti tersebut dikemas dalam plastik supaya nggak melempem.

Tempat Membeli Geti Wonogiri

Source : Konten Geti

Geti Wonogiri mudah ditemukan di setiap toko oleh-oleh yang Sahabat jumpai saat berkunjung ke Wonogiri. Salah satu tempat di Wonogiri yang masih aktif memproduksi geti hingga saat ini adalah di Desa Geneng, Purwosari. Harga oleh-oleh khas Wonogiri ini sangatlah terjangkau. Hanya dengan Rp5.000-Rp7.000, Sahabat bisa membawa pulang 1 pack geti. Murah, kan?

Selain geti Wonogiri, masih ada banyak lagi makanan tradisional khas Wonogiri yang enak dan harus Sahabat coba. Tunggu apa lagi? Yuk, wisata kuliner ke Wonogiri!