15 Februari 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

15 Februari 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Tentu tidak ada habisnya jika membicarakan tentang kebudayaan lokal Indonesia, bukan? Wilayah dan kepulauan yang beragam membuat Indonesia sangat kaya akan budaya. Seperti satu budaya lokal yang berhasil diabadikan oleh akun @wahyou.probolinggo ini. Finalis dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance ini mengambil foto saat Karapan Sapi Merah berlangsung. Kira-kira apa ya tradisi ini?

Apa itu Karapan Sapi Merah?

Karapan Sapi Merah merupakan acara lomba balapan sapi khas masyarakat Madura yang diselenggarakan setiap tahunnya. Biasanya diadakan pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September. Tidak hanya sebagai lomba, tradisi lokal ini sudah menjadi pesta rakyat yang sudah diselenggarakan secara turun menurun.

Awal mula tradisi Karapan Sapi Merah

Menurut cerita setempat, tradisi Karapan Sapi Merah pertama kali ada di abad ke 15. Saat itu, tanah Madura dikenal kering dan tidak cocok untuk pertanian. Lalu, ada seorang pangeran yang bernama Katandur yang ingin menjadikan tanah Madura menjadi subur untuk pertanian. Sehingga sang pangeran menggunakan sapi untuk membantu menyuburkan tanah.

Akhirnya rencana Pangeran Katandur pun berhasil. Dari yang tadinya kering, tanah Madura menjadi subur untuk pertanian dan bisa menghasilkan panen yang makmur. Untuk merayakan momen kemakmuran pertanian Madura, Pangeran Katandur berniat mengajak para petani untuk lomba balap sapi. Inilah tradisi yang hingga sekarang disebut sebagai Karapan Sapi Merah.

Persiapan sebelum lomba Karapan Sapi Merah

Persiapan yang diberikan oleh petani kepada sapi yang akan diikutsertakan juga tidak main-main. Mulai dari asupan gizi dan perawatannya sangat diperhatikan. Beberapa minggu sebelum lomba, para petani memberikan 40 butir telur dan jamu setiap harinya agar sapi memiliki tubuh yang kuat dan bisa berlari dengan kencang. Tak tanggung-tanggung, kocek sebesar 4 juta harus dikeluarkan untuk merawat sepasang sapi.

Alur lomba Karapan Sapi Merah

Setiap peserta perlu menyiapkan dua ekor sapi, seorang penunggangnya dan sepasang bambu untuk tempat berdiri penunggangnya, atau dalam bahasa Madura disebut nanggala. Bambu akan diletakkan di antara kedua sapi dan mulai untuk berlomba. Seperti halnya mengendarai kereta kuda. Panjang lintasan pacu pada lomba ini adalah 100 m dan berlangsung sekitar sepuluh detik hingga satu menit. 

sumber : bisniswisata.co.id

Pertandingan dilangsungkan dalam empat babak, yaitu babak pemilihan, yang diikuti oleh semua peserta sehingga membagi peserta menjadi dua kelompok yaitu kelompok kalah dan menang. Lalu dilanjutkan dengan babak kedua, babak pemilihan kembali. Disini, sapi akan bertanding menurut kelompoknya masing-masing. Babak ketiga, babak semifinal. Pada babak ini, kedua kelompok akan bertanding dan tiga peserta teratas dari tiap kelompok akan masuk ke final. Baru pada saat final, juara satu, dua, tiga akan ditentukan. Pemenangnya akan mendapatkan Piala Presiden.

Sudah terbayang betapa serunya bukan? Tidak hanya menjadi pesta rakyat bagi masyarakat Madura, tradisi Kerapan Sapi Merah menjadi daya tarik sendiri sehingga banyak turis yang datang spesial datang untuk melihat tradisi lokal ini. 

Inilah salah satu tradisi lokal yang berhasil diabadikan oleh @wahyou.probolinggo saat mengikuti Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance. Foto ini berhasil masuk dalam 50 foto terbaik dalam kontes tersebut.


Yuk, simak cerita tradisi lokal lainnya yang berhasil diabadikan dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance.