16 Mei 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

16 Mei 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari kesenian, adat istiadat hingga pakaian tradisional. Keberagaman inilah yang membuat Indonesia banyak dikagumi oleh bangsa lain.

Kali ini akan dibahas pakaian tradisional dari Betawi, yakni Kebaya Encim. Kebaya Encim merupakan busana tradisional yang berasal dari perpaduan dua kebudayaan, yaitu Tionghoa dan Betawi. Perlu Sahabat ketahui, kebaya Encim ini termasuk busana yang bisa mengikuti perkembangan zaman, lho. Bisa dikatakan bahwa Kebaya Encim adalah pakaian lintas generasi. Nah, informasi lengkapnya bisa lihat di bawah ini, ya Sahabat!

Asal Usul Kebaya Encim

Sebelum banyak dipakai oleh kaum Tionghoa, Kebaya Encim ini ternyata sudah dipakai terlebih dahulu oleh perempuan Eropa yang berada di Batavia (sekarang Jakarta). Dahulu, Kebaya Encim memiliki model asli panjang, namun seiring berjalannya waktu terjadi berbagai modifikasi pada model dan bentuk sehingga jadi seperti sekarang ini.

Hal tersebut juga menginspirasi warga keturunan Tionghoa untuk mengadopsi kebaya ini sebagai busananya. Namun, untuk membedakan busana mereka dengan bangsa Belanda, maka perempuan Tionghoa membuat kebaya dengan warna yang lebih terang dan beragam. Nah, kata Encim sendiri menurut etnis Tionghoa memiliki arti bibi. Jadi, kebaya Encim memiliki arti keseluruhan kebaya yang dipakai oleh bibi.

Kemudian, ada perintah dari Ratu Belanda untuk melarang masyarakat memakai kebaya. Larangan ini bertujuan agar terdapat perbedaan busana antara kaum Belanda dan kaum pribumi. Akhirnya, perempuan-perempuan Belanda berhenti memakainya, namun kaum Tionghoa tetap mempertahankan busana tersebut hingga sekarang. Nggak heran jika kebaya Encim ini justru lebih dikenal sebagai busana khas etnis Tionghoa.

Indahnya Kebaya Encim

Dahulunya, kebaya perempuan Belanda hanya berwarna putih saja. Hal ini sangat kental dengan budaya Eropa yang menganggap warna putih ini sebagai lambang kesucian, kemuliaan dan kejayaan. Namun, berbeda dengan tradisi Tionghoa, warna putih melambangkan duka atau kesedihan. Jadi, kaum Tionghoa saat itu membuat kebaya ini dengan warna selain putih dan ada tambahan motif bunga atau hewan.

sumber : fashionmasakini.info

Kebaya Encim ini memang sangat merakyat terutama bagi kaum Tionghoa yang ada di Batavia. Hal ini dibuktikan saat perayaan hari besar seperti Imlek atau Cap Go Meh pasti banyak yang mengenakan busana ini. Kebanyakan dari mereka menggunakan warna dominan seperti merah, emas dan kuning yang melambangkan kejayaan.

Pada proses pembuatannya, kebaya Encim harus dibuat secara detail untuk mendapatkan bordir yang sempurna. Ditambah lagi potongannya harus pas di badan (slim fit) agar lebih memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya. Bahan yang digunakan pun harus kuat agar benang nggak mudah tertarik dan motif tidak pecah.

Sering Tampil Sebagai Busana Fashion Show

Fakta menarik yang perlu Sahabat ketahui nih, kebaya Encim ini sering digunakan sebagai busana untuk fashion show, lho. Jadi nggak hanya memiliki nilai historis saja namun tetap up to date dipakai oleh berbagai generasi. Kebaya Encim memiliki keunggulan dibandingkan dengan busana lainnya karena dapat dikombinasikan dengan rok bahkan menggunakan skinny jeans.

Bagaimana Sahabat? Tertarik untuk menggunakan Kebaya Encim ini? Nggak heran jika kebaya ini masih tampil eksis dipakai oleh banyak orang. Yuk, lestarikan pakaian tradisional ini bersama-sama, Sahabat!