16 Mei 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

16 Mei 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan catatan sejarah yang sangat panjang dan menarik untuk dipelajari. Bahkan, di beberapa tempat di Indonesia ditemukan berbagai situs yang menggambarkan masa-masa peradaban kuno, Sahabat.

Salah satu jejak sejarah tersebut ada di Sulawesi Tengah, tepatnya di Lembah Bada. Di lokasi ini ditemukan batu-batuan zaman megalitikum dengan berbagai cerita dan bentuk yang menarik.

Lalu, bagaimana cerita dan bentuk dari jejak sejarah di Lembah Bada tersebut? Yuk, simak informasinya di bawah ini, Sahabat!

Menuju Ke Lembah Bada

Lembah Bada atau yang disebut sebagai Lembah Napu ini berjarak sekitar 150 kilometer dari Poso, Sulawesi Tengah. Untuk mencapai tempat ini bisa ditempuh melalui jalur darat kurang lebih selama 5 jam melewati pegunungan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

sumber : blogspot

Itulah mengapa jika Sahabat memutuskan untuk membawa kendaraan pribadi sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya supaya nggak terjadi kendala selama perjalanan. Nah, nantinya Sahabat akan disuguhi dengan pemandangan yang mengesankan berupa padang sabana yang terhampar luas.

Rekaman Jejak Sejarah Abad Ke-14

Sesampainya di lokasi, Sahabat akan melihat patung-patung berukuran besar yang tersebar di wilayah Lembah Bada. Dari patung tersebut ada yang dikenal dengan sebutan Patung Palindo yang dalam bahasa setempat memiliki arti “Sang Penghibur”. Hal ini merujuk kepada ukiran patung yang tampak tersenyum.  Ada juga patung dengan sebutan Langka Bulawa yang memiliki ukiran seperti wanita yang memiliki arti ratu bergelang kaki emas.

sumber : travelingyuk

Keberadaan patung-patung ini dipercaya sudah ada sejak abad ke-14. Keberadaan situs yang sudah lama ini menunjukan bahwa dulunya terdapat peradaban besar di wilayah Lembah Bada. Namun alasan dibuatnya patung-patung ini masih menjadi misteri hingga sekarang. Sejarahnya semakin menjadi misteri karena warga sekitar lembah, yang merupakan keturunan asli, nggak mengetahui sama sekali sejarah yang ada di tanah yang mereka tinggali tersebut.

Menurut cerita versi penduduk lokal, mereka percaya bahwa batu-batuan tersebut dulunya digunakan untuk ritual pemujaan kepada leluhur. Namun, kisah lain menyebutkan bahwa patung-patung tersebut adalah jelmaan dari seorang pendosa yang dikutuk menjadi batu. Lalu, bagaimana pendapat Sahabat?

Destinasi Wisata Sejarah yang Unik

Sebenarnya masih banyak situs megalitikum yang terkenal lainnya seperti Stonehenge di Inggris atau patung Moai di Pulau Paskah. Sama seperti situs-situs tersebut, situs Lembah Bada masih menyimpan segudang misteri yang belum terpecahkan. Jika Sahabat berencana untuk mengunjungi tempat ini, jangan lupa mampir ke perkampungan Suku Lore yang nggak jauh dari lokasi.

sumber : wacana.co

Nah, bagi Sahabat yang memutuskan untuk tinggal lebih lama bisa singgah di perkampungan tersebut. Penduduk Suku Lore tersebut akan menyambut kedatangan Sahabat dengan sepenuh hati. Nantinya Sahabat akan tidur di rumah tradisional, yaitu Rumah Tambi yang memiliki bentuk sangat unik. Bentuk rumah ini seperti rumah panggung lengkap dengan atap yang berbentuk piramida. Keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu dan bambu namun pada atapnya terbuat dari rumbia.

Situs megalitikum yang ada di Lembah bada juga disebut sebagai situs megalitikum terbesar di Indonesia. Dengan pemandangan sabana indah yang disuguhkan dan keramahan suku yang mendiaminya akan membuat nilai tambah untuk menarik wisatawan domestik maupun luar negeri.

Jika Sahabat pergi ke tempat ini pasti akan merasakan atmosfer yang berbeda dan merasa seperti sedang ada di masa lampau. Jadi, kapan Sahabat akan mengunjungi Lembah Bada?