26 Juli 2021 | Penulis : Tim Sahabat Lokal

26 Juli 2021 |
Penulis : Tim Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Sahabat, gender secara umum dikenal sebagai laki-laki dan perempuan. Namun ternyata, ada budaya di Indonesia yang mengakui lima konsep gender. Yup, bagi masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, ada gender lain yang bukan laki-laki, dan juga bukan perempuan. Lalu apa ya?

Yuk Sahabat, simak informasi konsep gender dari sudut pandang masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan!

Suku Bugis dan 5 Indentitas Gendernya

Suku Bugis dikenal sebagai salah satu komunitas adat terbesar di Sulawesi Selatan dengan populasi sekitar 6 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk di 2000. Sebagian besar suku Bugis tinggal di kota Makassar dan kawasan pedesaan di bagian utara.

Dari sisi kebudayaan, masyarakat Bugis memiliki cara pandang yang berbeda dari pendapat umum terhadap konsep gender. Dimana secara umum, gender hanya didefinisikan menjadi dua status biologis yaitu laki-laki dan perempuan.

Namun, suku Bugis mengakui 5 gender dalam tradisi dan budayanya. Gender yang diakui sama dengan pendapat umum adalah Urakne yang didefinisikan sebagai laki-laki, dan Makkunrai yang berarti perempuan.  Tiga jenis gender lainnya yang mereka akui adalah Calalai, Calabai, dan Bissu.

Calalai diidentifikasi sebagai seseorang yang dilahirkan dengan tubuh perempuan, tetapi secara tradisional mengambil peran laki-laki dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Cara berpakaiannya pun mirip laki-laki.

Calabai diidentifikasi sebagai seseorang yang dilahirkan dengan tubuh laki-laki, tetapi mengambil peran sebagai perempuan. Mereka berpakaian, dan juga memanjangkan rambut sebagaimana perempuan pada umumnya.

Gender yang kelima adalah Bissu. Gender ini dianggap sebagai campuran antara laki-laki dan perempuan. Uniknya, Bissu tidak dianggap sebagai laki-laki atau perempuan, tetapi mewakili keseluruhan spectrum gender. Bissu juga dianggap sebagai makhluk spiritual yang memiliki kemampuan sebagai perantara antara dunia manusia dengan para dewa.

Sumber foto: detik.com

Toleransi Gender Sebagai Bukti Persatuan Masyarakat Bugis

Masyarakat Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis telah lama memiliki toleransi mengenai isu gender. Konsep 5 identitas gender ini setidaknya telah menjadi bagian dari Suku Bugis sejak 6 abad yang lalu.  

Masyarakat bugis sangat menghargai eksistensi semua gender tanpa terkecuali. Untuk alasan yang sama, mereka meyakini bahwa hal tersebut sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta, sehingga masyarakat Bugis tidak memiliki konsep terlahir pada tubuh yang salah.

Budaya Indonesia sangat unik dan beragam, bukan? Walapun status kebudayaan Suku Bugis ini menuai pro dan kontra, kita tetap patut menghargai setiap budaya sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia.

Sumber foto banner: iradiofm.com