26 Juli 2021 | Penulis : Tim Sahabat Lokal

26 Juli 2021 |
Penulis : Tim Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Kalau ngomongin tentang Nusa Tenggara Timur (NTT), kira-kira apa yang terlintas di benak Sahabat? Yup, apalagi kalau bukan pesona alamnya yang memanjakan mata. Tetapi ternyata, di samping potensi wisata unik dan diakui wisatawan domestik maupun mancanegara, salah satu provinsi di wilayah Indonesia timur ini juga memiliki tradisi kuliner yang menarik.

Salah satu kuliner yang menjadi ciri khas NTT dan saat ini tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Indonesia adalah Sei Sapi. Memiliki cita rasa yang unik dan pas di lidah orang Indonesia, menjadikan makanan ini wajib untuk dicoba. Yuk simak ulasannya di bawah ini, Sahabat!

Asal Usul Kata Sei

Se’i merupakan teknik mengolah daging secara tradisional yang berkembang di masyarakat NTT. Kata Sei diambil dari bahasa Rote, wilayah paling selatan NTT, artinya daging yang diiris tipis-tipis memanjang.

Teknik mengolah daging ini terinspirasi dari cara memasak tradisional suku Mollo yang mendiami pegunungan Mutis, kawasan yang terletak sekitar 130 kilometer dari kota Kupang.

Selain menggunakan daging sapi sebagai bahan baku utama, masyarakat NTT juga sering menggunakan daging rusa, ayam, atau babi sebagai alternatif membuat Sei.

Sei Sapi Berbeda Dengan Daging Asap

Tidak jarang orang menganggap daging Sei adalah daging asap, karena cara pengolahannya yang terlihat mirip. Namun, ternyata ada beberapa perbedaan yang perlu Sahabat ketahui nih.

Sebelum diasapi, daging Sei perlu diiris tipis-tipis terlebih dahulu, berbeda dengan umumnya olahan daging asap yang dagingnya diasapi secara utuh. Daging untuk Sei juga akan dibumbui dengan rempah-rempah sebelum proses pengasapan, agar bumbu bisa meresap sempurna hingga ke dalam dan menghasilkan cita rasa campuran unik antara asin, gurih, dan manis alami.

Perbedaan paling mencolok terletak pada penggunaan kayu Kosambi dalam proses pengasapan. Struktur kayu yang kering, tebal, dan besar dapat memaksimalkan daging agar matang sempurna dan menghemat penggunaan arang. Sebab untuk membuat Sei, diperlukan proses memasak selama berjam-jam, bahkan ada yang  sampai beberapa hari. Tergantung jenis daging yang digunakan.

Selain itu, daun kosambi juga digunakan untuk menutupi daging selama proses pengasapan untuk menjaga kualitas warna dan tekstur asli daging, agar tetap merah dan juicy.

Poros Nusantara

 
 

 

Sumber: Porosnusantara.co.id

Sei Sapi Lebih Nikmat Disajikan Dengan Sambal

Kurang nikmat rasanya jika menu satu ini tidak dibarengi dengan sambal sebagai pelengkap. Sahabat bisa menggunakan jenis sambal apapun untuk disantap bersama dengan Sei Sapi. Mulai dari sambal ulek, sambal dabu-dabu hingga sambal matah. Pada umumnya, masyarakat di NTT menyajikan hidangan Sei Sapi dengan sambal lu’at. Sambal lu’at merupakan sambal khas NTT yang terbuat dari campuran cabai, jeruk nipis dan daun laut. Rasa pedas dan asam, serta aroma jeruk nipis yang kuat akan memperkaya cita rasa daging yang sudah manis dan gurih.

Cara Mendapatkan Sei Sapi  

Untuk dapat merasakan sensasi kuliner Sei Sapi, ternyata cukup mudah dan Sahabat bahkan tidak perlu mengunjungi NTT demi mencicipi hidangan viral satu ini loh. Sudah banyak restoran di berbagai daerah yang menyajikan olahan menu Sei Sapi. Sahabat dapat mengunjungi, atau memesan secara online, beberapa restoran seperti Koka Sikka, Sei Sapi Kana, Niku Hausu, atau Sei Sapi Lamalera yang sudah memiliki banyak cabang beberapa kota di Indonesia.

Bagaimana Sahabat, penasaran tentang Sei Sapi khas NTT? Jangan lupa untuk mencicipi makanan yang sedang viral satu ini ya!

Sumber foto banner: Detikfood.com