15 Februari 2019 | Penulis : Sahabat Lokal

15 Februari 2019 |
Penulis : Sahabat Lokal

Bagikan Artikel

Bagikan Artikel

Apakah Sahabat ingat gambar di bagian belakang uang pecahan 5000 keluaran 2001? Ya, gambar tersebut merupakan seorang penenun kain songket Pandai Sikek. Sama halnya seperti gambar yang berhasil diabadikan oleh akun @apace_image yang menjadi finalis Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance. Di dalam foto tersebut, terlihat seorang penenun kain songket Pandai Sikek. Sebenarnya apa itu kain tenun Pandai Sikek? Yuk, simak penjelasannya di bawah.

Apa itu kain tenun Pandai Sikek

Layaknya daerah lain yang memiliki kerajinan tangan lokal, kain tenun merupakan kerajinan tangan asli asal Pandai Sikek. Pandai Sikek adalah salah satu daerah yang termasuk dalam kabupaten Tanah Datar, Sumatera Utara. Lebih tepatnya di daerah lereng Gunung Singgalang.

Jenis kain tenun Pandai Sikek

Sumber : Blogspot

 

Walaupun diproduksi oleh penenun yang sama, ternyata kain tenun Pandai Sikek memiliki jenis yang berbeda. Jenis kain diukur dari tingkat kerumitannya. Semakin tinggi tingkat kerumitannya, harga dari kain juga semakin mahal. Ada 3 tingkat kerumitan kain ini. Level 1 memiliki level kerumitan paling tinggi dan kualitas terbagus. Diikuti dengan level 2 yang memiliki level di bawah level 1 dan merupakan level tengah. Terakhir adalah level 3 yang memiliki level kerumitan paling rendah dari 2 level di atasnya.

 

Sehingga tidak heran jika harga dari kain songket Pandai Sokek terbilang cukup mahal, bahkan ada yang menyentuh angka jutaan. Ditambah, kain songket Pandai Sikek ini menggunakan benang emas daripada benang biasa yang membuat nilai estetikanya menjadi semakin tinggi. Jadi, tidak heran jika kain ini kerap diburu para wisatawan lokal maupun internasional.

Motif kain tenun Pandai Sikek

Sumber : Takaitu.com

 

Kain tenun Pandai Sikek memiliki bermacam motif yang dibuat dengan tangan tanpa adanya campur tangan mesin. Oleh karena itu, tidak heran jika mayoritas penduduk di daerah Pandai Sikek menggeluti profesi sebagai penenun kain tenun. Contoh berbagai motif yang terkenal adalah saik kalamai, buah palo, barantai putiah, tampuak maggih, salapah dan simasam.

Nilai dan simbol dari kain tenun Pandai Sikek

Kerajinan kain tenun Pandai Sikek merupakan budaya dari suku Minangkabau yang kerap dijaga keasliannya sejak turun menurun. Dipercaya bahwa kain tenun ini merupakan peninggalan dari kerajaan Sriwijaya. Oleh karena itu, kain tenun ini kerap menjadi simbol dari orang kelas atas yang identik dengan kemewahan, status sosial dan martabat yang tinggi.

 

Selain itu, terdapat beberapa nilai sehari-hari yang digambarkan dalam kain tenun ini yaitu berupa nilai kesakralan, keindahan, kesabaran, ketekunan dan ketelitian. Nilai kesakralan digambarkan saat kain ini dipakai dalam acara keagamaan yang sakral. Nilai keindahan tentu tergambar dari banyaknya motif dan warna dari kain ini yang bermacam-macam. Lalu untuk 3 nilai terakhir tergambar dari proses pembuatan kain songket yang dinilai membutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian.

 

Nah, bagaimana Sahabat? Bagus sekali bukan kain songket asal Pandai Sikek ini. Pandai Sikek terletak 13 km dari kota Bukittinggi dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum. Oleh karena itu, jangan lupa untuk berkunjung ke Pandai Sikek jika sedang berlibur ke Sumatera Barat ya Sahabat!