Barapan Kebo, Tradisi Khas Masyarakat Sumbawa

Memang tak ada habisnya jika berbicara tentang keindahan budaya Indonesia. Keindahan budaya tersebut juga tak akan lepas dari nilai tradisi wilayahnya. Salah satunya ada di Pulau Sumbawa dengan tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat, yakni tradisi Barapan Kebo atau Saka Buffalo Race. Tradisi ini telah mengakar dan selalu dinantikan oleh masyarakat, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

 

Semarak dan kemeriahan akan selalu tercipta ketika tradisi Barapan Kebo ini berlangsung. Akun instagram @larakuti sebagai salah satu finalis dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance berhasil mengabadikan momen menakjubkan dari tradisi ini dengan bidikan kameranya.

Sumber : Foto kontestan SAHABAT LOKAL

 

Kehadiran tradisi Barapan Kebo akan selalu dinantikan setiap tahunnya dan menjadi serangkaian acara pendukung Festival Pesona Moyo. Kemeriahan yang tidak ada duanya jika Sahabat bisa bergabung untuk menyaksikannya secara langsung!

Barapan Kebo Sebagai Rasa Syukur Untuk Sang Pencipta

Para pemilik kerbau dengan antusias mendatangkan kerbau pilihan mereka yang nantinya akan ditandingkan dengan kerbau lainnya. Tradisi seperti ini biasanya dilakukan sebelum dan sesudah musim panen. Barapan Kebo ini adalah ungkapan syukur masyarakat Sumbawa kepada Sang Pencipta sekaligus menjadi salah satu upaya untuk menggemburkan tanah.

 

Selain itu, tradisi ini juga menjadi penyambung silaturahmi masyarakat Sumbawa kepada sesama dengan berbagi suka cita. Tradisi Barapan Kebo ini telah menjadi akar budaya masyarakat Sumbawa yang diberlangsungkan di area sawah terpilih.

 

Tiap Kerbau yang akan menjadi peserta dalam tradisi ini dibedakan berdasarkan umurnya. Dimulai dari kelas TK hingga kelas dewasa. Umur kerbau biasanya dari 1 tahun sampai 5 tahun (ketika kerbau telah beranjak dewasa).

Antusias Masyarakat Sumbawa

Sumber : Flickr.com

 

Ketika tradisi Barapan Kebo ini berlangsung, masyarakat Sumbawa dan sekitarnya berbondong-bondong menyaksikan jalannya perlombaan. Ditambah lagi area persawahan yang berlumpur terkadang menjadikan wajah para joki terlihat kotor karena terkena cipratan lumpur, namun inilah yang mengundang gelak tawa bagi para penonton Barapan Kebo.

 

Memang kelihatannya sederhana dan mudah, namun ada tantangan tersendiri ketika menjadi joki Barapan Kebo tersebut. Menjaga kecepatan dan menyeimbangkan tubuh sewaktu mengendarai kerbau agar mengenai saka menjadi hal yang tak mudah untuk dilakukan.

 

Saka adalah tongkat kayu yang ditancapkan di salah satu sudut area sawah, saka ini menjadi tonggak para joki agar dapat menjatuhkan atau mengenai saka dengan waktu secepat mungkin. Pada dasarnya para peserta tradisi Barapan Kebo tidak fokus mengincar hadiahnya saja, namun lebih untuk menikmati keseruan berpartisipasi bersama masyarakat lainnya.

 

Harga Fantastis Apabila Kerbau Menjadi Juara Dalam Tradisi Barapan Kebo

Dalam hal ini tradisi Barapan Kebo lebih menjadi arena martabat dan pertarungan harga diri bagi para joki. Apalagi harga kerbau akan jadi melonjak apabila berhasil menjadi juara dalam perlombaan Barapan Kebo ini. Bayangkan saja, harga seekor kerbau akan menjadi naik sekitar Rp100 juta. Luar biasa, ya, Sahabat!

 

Barapan Kebo adalah salah satu tradisi khas masyarakat Sumbawa yang menjadi ciri khas tradisi Nusantara. Tentunya akan menjadi tanggung jawab bagi para generasi muda agar selalu mencintai budaya sendiri supaya tradisi unik ini tidak akan tergerus oleh zaman.

 

Tertarik untuk menyaksikan secara langsung Barapan Kebo khas masyarakat Sumbawa ini, Sahabat?


Keterangan
Lokasi : sumbawa barat, nusa tenggara barat
Jelajah NUSA TENGGARA BARAT

11-11-2017 1:44 PM
Air Terjun Jereweh

22-09-2017 9:29 AM
Kue Babingka

22-09-2017 9:22 AM
Pantai Maluk