Berburu Ikan Asin di Kota Cirebon

Cirebon merupakan salah satu kota yang cocok dijadikan pilihan untuk melepas penat. Ada banyak destinasi wisata yang ditawarkan oleh Kota Udang ini, seperti Keraton Kasepuhan, Taman Sari Gua Sunyaragi, Pantai Kejawanan, dan Waterpark Ciperna. Belum ditambah makanan khas Cirebon yang menggoda selera. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah ikan asin.

Ikan asin Cirebon berbeda dengan ikan asin kebanyakan karena memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Tak heran jika ikan asin kerap dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta.

Keistimewaan Ikan Asin Cirebon

Sumber: Wikimedia

Walaupun ikan asin mengandung garam yang kadarnya terbilang cukup tinggi, tetapi di balik itu semua tersimpan manfaat yang luar biasa. Dengan rajin mengonsumsi ikan asin, Sahabat akan terhindar dari bahaya pengeroposan tulang, gigi pun menjadi lebih kuat.

Mengapa demikian? Karena ikan asin kaya akan kalsium dan sumber gizi lainnya, seperti vitamin A, vitamin B1, zat besi, fosfor, protein, lemak, dan juga energi.

Untuk menemukan ikan asin Cirebon tidaklah sulit. Sahabat dapat membeli ikan asin di Pasar Kanoman, Pasar Pagi Cirebon, Sentra Oleh-oleh, dan pusat perbelanjaan lainnya.

Asyiknya lagi, Sahabat tidak harus datang langsung ke Kota Cirebon karena kini sudah banyak penjual yang menjajakan produknya secara daring.  

Makanan khas Cirebon ini sangat lezat dan dapat disantap di berbagai suasana. Bisa dijambal langsung atau sebagai lauk, teman saat menikmati semangkuk sayur asam. Namun, tahukah Sahabat bahwa proses pembuatan ikan asin tidaklah semudah yang dibayangkan?

Proses Pengolahan Ikan Asin

Sumber : Google

 

Ikan asin sendiri merupakan ikan yang telah melalui proses pengeringan secara alami. Cukup banyak tahapan yang harus dilalui nelayan sebelum menghasilkan ikan asin berkualitas tinggi.

Ikan harus dibersihkan, isi perutnya dibuang, bagian kepalanya dipotong. Namun, hal ini tidak berlaku untuk ikan teri. Sebelum ditimbang, ikan harus ditiriskan sampai kering lalu dicelupkan ke dalam gula merah yang telah dilarutkan.

Proses selanjutnya adalah menggarami ikan. Ada tiga metode yang sering digunakan, antara lain:

· Penggaraman Kering

Metode ini dikenal dengan istilah dry salting. Proses penggaraman dilakukan dengan menggunakan kristal garam. Konsentrasi garam yang digunakan umumnya berkisar antara 10-30%.

· Penggaraman Basah

Teknik wet salting lebih banyak menggunakan larutan garam dengan konsentrasi antara 30-35%. Dalam prosesnya, ikan harus dimasukkan ke dalam cairan tersebut hingga kadar air di tubuh ikan keluar  dan diganti oleh molekul garam. Proses ini dinamakan osmosa.

· Kench Salting

Cara ini mirip dengan penggaraman kering, bedanya kench salting tidak menggunakan wadah untuk menyimpan ikan. Ikan dibiarkan berserakan di atas kapal agar larutan garam mengalir dengan sendirinya.

Tahap selanjutnya adalah pengeringan. Ada dua jenis pengeringan, yakni pengeringan alami dan pengeringan mekanis.

 

Wah, ternyata untuk menghasilkan makanan khas Cirebon berkualitas tinggi ini cukup rumit ya Sahabat. Pantas saja, ikan asin sangat disukai karena selain rasanya istimewa, harganya pun terjangkau. Yang paling penting bergizi tinggi, setuju?


Keterangan
Lokasi : cirebon, jawa barat
Jelajah JAWA BARAT

06-08-2017 9:05 AM
Kampung Ciptagelar

06-08-2017 7:55 AM
Pedesan Entog

06-08-2017 7:58 AM
Bukit Gronggong

28-08-2017 8:50 AM
Yoshi Tour & Travel Bandung