Mengenal Kapurung, Kudapan Segar Khas Sulawesi Selatan

Kuliner di Indonesia memang nggak ada habisnya untuk dibahas. Hal ini dipengaruhi karena perbedaan sumber daya alam dan bahan makanan yang berbeda di setiap daerah. Maka dari itu nggak heran jika tiap daerah punya kuliner khasnya sendiri, Sahabat.

Saat membayangkan kuliner khas Sulawesi Selatan, mungkin coto Makassar adalah pilihan yang ada di pikiran Sahabat. Namun, ternyata Sulawesi Selatan memiliki kuliner lain yang nggak kalah sedapnya, lho. Namanya adalah kapurung yang merupakan kuliner tradisional dari Palopo, khususnya masyarakat Desa Luwu, Sulawesi Selatan.

Seperti apakah kuliner ini dan bagaimana rasanya? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini, Sahabat!

Makanan Tradisional Kapurung

Kapurung adalah salah satu makanan khas tradisional di Sulawesi Selatan, khususnya untuk masyarakat yang ada di daerah Luwu. Makanan yang satu ini terbuat dari sari atau tepung sagu dan lebih terkenal dengan sebutan Pugalu. Bahan makanan ini di Maluku dan Papua dikenal dengan nama papeda.

Ada fakta unik tentang kapurung yang perlu Sahabat ketahui, yakni kuliner ini sudah ada sejak zaman dahulu dan disantap layaknya makanan pokok. Jadi seperti warisan resep secara turun temurun, ya Sahabat?

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/Harga_Kapurung_ini_terbilang_murah,_dijual_dengan_harga_mulai_dari_15_000_rupiah.jpg

Cara membuatnya cukup mudah, bahan utama yang perlu disiapkan adalah sagu asli atau tepung sagu yang nantinya akan dilarutkan dengan air panas. Setelah sagu mengental, adonan tersebut dibentuk bulat-bulat kecil layaknya bakso. Kemudian disajikan lagi dengan kuah berbumbu kacang yang dicampur dengan berbagai macam sayur mayur dan ikan.

Sayuran yang digunakan sebagai bahan pendamping kapurung ini ada bermacam-macam, antara lain kacang panjang, jagung manis, terong, bayam dan juga jantung pisang. Untuk bumbunya terbuat dari bumbu-bumbu dapur, seperti cabai, kemiri, lada, dan bawang putih. Resep turun temurunnya menggunakan buah patikala untuk cita rasa asam yang segar.

Jika Sahabat termasuk orang-orang yang nggak suka ikan, bisa mengganti lauknya dengan daging ayam atau udang. Kapurung terasa lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan panas, apalagi ditambah perasan lemon atau jeruk nipis yang menambah kesegaran dari kuliner yang satu ini. Kuah bumbu kacang yang kaya akan rempah pedas dapat memberikan kehangatan di tubuh.

Cara Mendapatkan Kuliner Kapurung

Meskipun tergolong kuliner tradisional, makanan yang satu ini dapat Sahabat temukan saat berada di Makassar. Terdapat banyak warung makan yang menyediakan kapurung dengan berbagai menu yang ditawarkan, seperti kapurung ikan, kapurung udang, kapurung ayam dan kapurung campur. Harganya juga terjangkau lho Sahabat, satu porsi kapurung dijual dengan kisaran harga Rp15.000,-. Terdapat lima rumah makan yang terkenal dengan sajian kapurung di Makassar, yaitu:

  1. Rumah Makan Aroma Luwuh di Jalan Rajawali 2

  2. Rumah Makan Aroma Palopo yang berada di Jalan Kasuari

  3. Warung Kapurung Bopal di Jalan Perintis Kemerdekaan

  4. Warung Kapurung Marasa, yang lokasinya berdekatan dengan warung Kapurung Bopal

  5. Rumah Kapurung, di Jalan Pandang Raya Makassar

https://resepnusantara.id/wp-content/uploads/2017/11/Kapurung-Palopo-Khas-Sulawesi-Selatan-Enak-640x430.jpg

Kapurung juga memiliki nilai gizi yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Hal ini bisa didapatkan dari berbagai macam sayuran yang disantap bersama dengan potongan daging yang menjadi sumber protein. Selain itu nilai kalorinya lebih rendah dari nasi, jadi sangat cocok bagi Sahabat yang ingin menikmati kuliner sambil menjaga berat badannya.

 

Kapurung memang menjadi masakan tradisional yang layak untuk dicoba. Apalagi jika disantap saat musim penghujan, pasti sangat cocok, Sahabat. Jadi, tertarikkah Sahabat dengan kapurung ini?


Keterangan
Lokasi : makassar, sulawesi selatan