Mengunjungi Megahnya Keraton Yogyakarta Dalam Tur Sehari

Salah satu destinasi di Yogyakarta yang tak boleh ditinggalkan adalah Keraton Yogyakarta. Selain memiliki nilai adat dan tradisi yang kental, tempat ini juga memiliki nilai sejarah yang tak boleh ditinggalkan, lho Sahabat.

Berbeda dengan daerah lain, Yogyakarta masih menganut sistem pemerintahan kerajaan yang dipimpin langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Itulah mengapa daerah ini sangat spesial untuk dikunjungi.

Pendiri Kasultanan dan sekaligus yang menjadi Sultan pertama di Yogyakarta adalah Sultan Hamengkubuwana I. Beliau juga menjadi arsitek dari pembangunan kompleks istana Yogyakarta setelah Perjanjian Giyanti, lho Sahabat. Desain arsitekturnya bahkan sampai diakui oleh arsitek Belanda yang bernama Theodoor Gauntier Thomas Pigeaud dan Lucien Adam.

sumber : flickr

Pembangunan Pertama Keraton Yogyakarta

Pembangunan Keraton Yogyakarta dimulai pada tahun 1755 yang sebelumnya merupakan lokasi pesanggrahan yang biasanya menjadi penginapan oleh pemerintahan. Pembangunan ini dibagi menjadi beberapa bagian seperti bangunan pokok dan desain tata ruang kotanya. Prosesnya berlangsung selama satu tahun dari tahun 1755 sampai 1756.

Jadi jika Sahabat berkunjung ke Keraton Yogyakarta pasti akan melihat banyak bangunan yang sudah tua di sekitar Keraton Yogyakarta ini. Tak hanya soal bangunan saja lho Sahabat, Keraton Yogyakarta tersebut didirikan atas dasar filosofi dan adat istiadat yang ada di Yogyakarta. Maka dari itu, banyak ornamen dan ukiran khas Yogyakarta yang bisa Sahabat lihat ketika masuk ke dalam keratonnya.

sumber : www.perwara.com

Semua kekayaan budaya dari Yogyakarta tertuang ke dalam desain bangunannya tersebut. Itulah mengapa pada tahun 1995, Keraton Yogyakarta ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Sampai sekarang, Keraton Yogyakarta terbuka untuk umum sebagai destinasi wisata adat namun pada tempat-tempat tertentu di Keraton Yogyakarta memang dilarang untuk masuk seperti Bangsal Kencana.

Di Keraton Yogyakarta, berbagai aktivitas tradisi dan adat masih sering diadakan seperti Tumplak Wajik, Upacara Sekaten, Siraman Pusaka, Labuhan dan masih banyak lagi. Jadi Sahabat bisa browsing dulu nih untuk tanggal acara adat tersebut, jadi bisa ikut serta menyaksikan prosesi adat istiadat yang ada di Yogyakarta.

sumber : flickr

Tips Wisata Adat dan Sejarah di Yogyakarta

Bagi Sahabat yang ingin memilih wisata adat dan sejarah di Yogyakarta ada sedikit saran nih agar lebih maksimal. Pertama, Sahabat bisa menyewa becak sebagai transportasi selama perjalanan dan untuk biayanya bisa dinego dahulu. Setelah itu kunjungi dahulu beberapa tempat sekitar Keraton Yogyakarta seperti Benteng Baluwerti, Benteng Vredeburg, Museum Sasmitaloka, Taman Sari, Pasar Beringharjo dan baru menuju ke Keraton Yogyakarta.

 

Dari perjalanan tersebut, Sahabat akan lebih tahu tentang arsitektur dan berbagai filosofi yang ada di Yogyakarta. Banyak kesamaan unsur yang ada di bangunan-bagunan Yogyakarta baik dari ukiran dan polanya, bahkan jika Sahabat melihat retakan yang ada di bangunannya akan melihat material apa yang digunakan. Material tersebut yang dapat bertahan sampai sekarang padahal usianya sudah cukup lama.

sumber : flickr

Oh ya Sahabat, untuk masuk ke wilayah Keraton Yogyakarta ini ada tiket masuknya sebesar Rp5.000,- per orangnya. Cukup murah untuk liburan tipis-tipis, bukan? Jika Sahabat ingin datang ke sini, sebaiknya menghindari weekend atau liburan panjang karena pengunjungnya semakin ramai.

 

Segera cari jadwal upacara adat Keraton Yogyakarta dan langsung siapkan jadwal cuti ya, Sahabat! Tentunya berlibur ke Yogyakarta memang sangat cocok sekali bagi Sahabat yang suka dengan sejarah dan adat.

 


Keterangan
Lokasi : yogyakarta, di yogyakarta
Jelajah DI YOGYAKARTA

10-08-2017 9:25 AM
PT. Sabila Trans Indonesia

10-08-2017 9:41 AM
Pantai Wedi Ombo Jogja

03-12-2017 10:50 PM
Naraya Batik