Mengenal Keunikan Tradisi Mepe Kasur Khas Suku Lokal Banyuwangi

Jika Sahabat berkunjung ke Desa Kemiren yang berada di daerah Banyuwangi menjelang hari raya Iduladha, Sahabat dijamin bakal terheran-heran dengan deretan kasur yang dijemur secara bersamaan di setiap halaman rumah.

Eits, tenang saja, hal ini sangat lumrah dilakukan oleh masyarakat Osing yang tinggal di sana, kok. Tradisi yang dikenal dengan sebutan Mepe Kasur ini memang sudah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman dahulu.

Cara Pelaksanaan Tradisi Mepe Kasur

https://media.travelingyuk.com/wp-content/uploads/2018/02/Mepe-Kasur-di-Banyuwangi.jpg

Tradisi Mepe Kasur cukup dilakukan dengan mengeluarkan kasur dari rumah saja. Ada serangkaian aturan danggak n prosesi yang harus dilaksanakan oleh masyarakat yang hendak melaksanakannya.

Pertama, kasur harus dijemur dari pagi hingga siang hari. Sejak matahari terbit, orang yang hendak melaksanakan tradisi ini harus memanjatkan doa sambil memercikkan air bunga ke di halaman rumah. Hal ini diyakini mampu menolak bala dan penyakit bagi si pemilik rumah.

Kasur-kasur yang dijemur kemudian akan dibersihkan dengan cara disapu dan dipukul menggunakan kayu rotan.

Setelah melewati tengah hari, kasur yang dijemur wajib dimasukkan ke dalam rumah. Menurut kepercayaan setempat, memasukkan kasur terlalu sore atau ketika matahari sudah terbenam akan menghilangkan keampuhan ritual ini.

Menjelang sore, warga Desa Kemiren biasanya melanjutkan acara dengan mengarak Barong ke ujung desa, lalu mereka pun akan pergi berziarah bersama-sama ke makam seorang tokoh bernama Buyut Cili yang diyakini sebagai penjaga desa tersebut.

Saat malam tiba, warga pun akan berkumpul untuk menggelar acara Tumpeng Sewu. Dalam acara ini, masing-masing rumah membuat tumpengnya sendiri-sendiri dengan lauk ayam bakar yang disajikan bersama parutan kelapa.

Acara ini sangat semarak dan kerap dilaksanakan hingga larut malam.

Makna Tradisi Mepe Kasur

https://doktersehat.com/wp-content/uploads/2017/10/jemur_kasur_doktersehat.jpg

Tradisi Mepe Kasur yang unik ternyata memiliki makna yang mendalam lho, sahabat. Selain dipercaya mampu menangkal bencana, ada sejumlah makna yang mendasari pelaksanaan acara tahunan ini.

Pertama, menjemur kasur bagi pasangan suami-istri diyakini mampu menjadi ajang untuk memperkuat jalinan biduk rumah tangga yang sudah dijalani. Kegiatan ini konon juga ampuh untuk membuat pasangan baru cepat dikaruniai keturunan.

Kedua, ritual ini konon dapat membuat rumah menjadi semakin nyaman. Kasur yang baru dijemur terasa jauh lebih enak untuk ditiduri sehingga pemilik kasur bisa beristirahat dengan lebih tenang.

Ketiga, masyarakat Osing percaya bahwa semua penyakit berasal dari tempat tidur. Karena itu, membersihkan tempat tidur dengan cara menjemurnya sama dengan membasmi bibit-bibit penyakit yang ada di sana.

Terakhir, tradisi ini menjadi ajang silaturahmi besar-besaran bagi masyarakat Osing. Apalagi, ritual ini memang selalu dilakukan menjelang hari raya Idul Adha yang semarak.

Keunikan Kasur Masyarakat Osing

https://budayajawa.id/wp-content/uploads/2018/11/mepe-kasur.jpg

Salah satu hal paling unik yang bisa Sahabat lihat pada saat tradisi ini berlangsung adalah warna kasur yang digunakan oleh masyarakat Osing.

Seluruh warga di sana menggunakan kasur dengan warna yang sama, yaitu hitam dengan sedikit aksen merah pada bagian pinggirnya.

Menurut ketua adat setempat, warna tersebut melambangkan dua hal yang sangat penting dalam hidup, yaitu keberanian (warna merah) dan kelanggengan bahtera rumah tangga (hitam).

Bagaimana, apa Sahabat tertarik untuk melihat langsung tradisi Mepe Kasur? Jika iya, datang saja ke Desa Kemiren yang ada di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tradisi ini hanya diselenggarakan menjelang hari raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 1 Dzulhijah di setiap tahunnya.

 

 


Keterangan
Lokasi : banyuwangi, jawa timur
Jelajah JAWA TIMUR

06-08-2017 8:41 AM
Lontong Balap Pak Gendut

08-08-2017 8:27 AM
Pendiks Rental

06-08-2017 10:20 AM
Bukit Bulu

08-08-2017 8:12 AM
Soto Daging Bok Ireng Blitar

15-08-2017 5:47 AM
Pantai Klayar