Pawai Tatung, Event Lokal Singkawang Yang Melegenda untuk Merayakan Cap Go Meh

Dalam budaya Tionghoa, setiap Tahun Baru Imlek selalu diikuti pula dengan perayaan Cap Go Meh. Perayaan ini diselenggarakan sekitar dua minggu setelah Tahun Baru Imlek, Sahabat.

Nah, tahukah Sahabat ada satu kota yang terkenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh di Tanah Air kita? Kota tersebut adalah Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Perayaan Cap Go Meh di kota ini dirayakan secara besar-besaran, lho.

Selain memiliki ciri khas budaya tradisi, aneka pertunjukan yang disajikan pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang menyerap dan berasimilasi dengan budaya lokal. Maka, nggak heran bila Cap Go Meh di kota yang dijuluki sebagai Kota Seribu klenteng ini menjadi festival yang memikat banyak turis, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu pertunjukan yang ditunggu dan menjadi daya tarik dari perayaan Cap Go Meh di Singkawang adalah pawai Tatung. Tradisi ini selalu diadakan pada perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang.

Apa Itu Pawai Tatung Singkawang?

5453163282_68b2517aa6_z.jpg

https://www.flickr.com/photos/38851823@N02/5453163282

Tatung dalam bahasa Hakka berarti orang yang dirasuki roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau media bagi roh leluhur atau dewa tersebut.

Para dewa atau roh leluhur biasa dipanggil dengan tujuan tertentu, misalnya untuk melakukan penyembuhan, pengusiran roh jahat dan lain sebagainya. Setelah kegiatan yang dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang yang dirasuki tersebut.

Pawai Tatung Singkawang ini merupakan yang terbesar di dunia, lho. Dalam pertunjukkan ini, para tatung nggak lagi sadarkan diri. Mereka telah dirasuki roh halus kemudian mempertontonkan kesaktian mereka berupa kekebalan terhadap benda tajam.

Mengenakan pakaian khas Tionghoa, badan hingga pipi para tatung ditusuki benda-benda tajam kemudian mengitari jalan-jalan yang ada di sana. Saat para tatung diarak keliling Singkawang, mereka biasanya dalam keadaan nggak sadar dan melakukan berbagai atraksi di luar nalar.

https://www.flickr.com/photos/henrysudarman/37144517814/in/photolist-RyXKDy-YAkn3W-iNkhHn-SgCtyf-RBuBv4-RBuBFz-4Bc6xM-7LEdBd-RXRmUg-7PzAYw-8CVHZj-4k7CnE-84nrWf-3rHC-84jvN4-7uaxfb-bstjCM-84nACb-84jvcv-SEa6oa-84nuzs-4aUhoK-4V8w9V-RyXKHb-8TArwV-RyXK69-SgCsH7-84joqi-84jqcK-25aaquZ-MBdrE-6Wicsr-84jwMT-84nzQE-6YQfHK-dYp6Ln-9mpkZw-7xkxL4-7PDMUk-5koem6-7XHqEN-LuJxJ-6Wn7Gf-9mpfT1-koksg8-5knXqe-LumL4-Lurb5-6Wnbmd-795k9b

Arak-arakan tatung dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang dilaksanakan setelah mendapat berkat dan restu dari klenteng atau vihara. Upacara arak-arakan tatung dimulai dari altar vihara. Para suhu (pendeta) memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong. Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh, tubuh para tatung ini dirasuki roh agar menjadi kebal untuk kemudian diarak keliling kota, dengan dandanan pakaian mewakili kelompok masyarakat Tionghoa atau Dayak.

Diiringi genderang, peserta Pawai Tatung Singkawang mengenakan kostum gemerlap pakaian kebesaran Suku Dayak dan negeri Tiongkok di masa silam. Atraksi tatung dipenuhi dengan hal mistik dan menegangkan. Misalnya, ada tatung yang  berdiri tegak di atas tandu menginjakkan kaki di sebilah mata pedang atau pisau. Ada pula yang menancapkan kawat-kawat baja runcing ke pipi kanan hingga menembus pipi kiri.

Di Tiongkok, tradisi tatung seperti ini sudah punah, sementara daerah-daerah di Indonesia yang masih memiliki tradisi ini adalah Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.

Sejarah Cap Go Meh

Asal Muasal perayaan Cap Go Meh ini memiliki banyak versi, salah satunya adalah pada Dinasti Zhou (770-256 sebelum Masehi) yang diyakini mengawali perayaan Cap Go Meh setiap tanggal 15 malam bulan satu imlek.

Kala itu para petani memasang lampion Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang perusak tanaman. Lampion itu juga untuk menciptakan pemandangan yang indah di malam hari. Untuk menakuti dan mengusir binatang, mereka menambah segala bunyi-bunyian serta bermain barongsai.

Selama puluhan abad, kepercayaan dan tradisi budaya ini berlanjut turun-menurun, baik di daratan Tiongkok maupun di perantauan etnis Tionghoa di seluruh dunia. Sementara di negara-negara barat, Cap Go Meh dianggap sebagai pesta karnaval etnis Tionghoa.

Nah, itu tadi informasi seputar Cap Go Meh Singkawang dengan tatungnya yang legendaris. Tertarik untuk mengikuti festival ini, Sahabat?

 


Keterangan
Lokasi : singkawang, kalimantan barat