Tradisi Mejarag di Bali Sebagai Rasa Syukur Masyarakat

Pulau Bali menyimpan banyak keindahan alam dan tradisi kebudayaan yang unik. Tak jarang banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia datang ke Bali hanya untuk menghabiskan waktu berlibur mereka.

Kebudayaan Bali sendiri mendapat pengaruh Hindu yang kuat akibat runtuhnya Kerajaan Majapahit pada abad ke-15. Seiring dengan menguatnya agama Islam yang terjadi di pulau Jawa, maka sejumlah rakyat Majapahit memilih untuk berpindah dan melestarikan kebudayaannya di Bali.

Sumber : Foto Kontestan

Tradisi Mejarag ini telah berhasil diabadikan langsung melalui akun instagram @dewaa.krisna dan mendapatkan predikat favorit dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance. Keseruan saat rebutan dan berbagai ekspresi yang berhasil diabadikan sungguh menakjubkan ketika diabadikan oleh kamera.

Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu hingga sekarang ini. Nah, di antara banyaknya tradisi tersebut ada yang dinamakan dengan Tradisi Mejarag. Berikut informasi tentang Tradisi Mejarag tersebut.

Apa itu Tradisi Mejarag?

Mejarag merupakan salah satu tradisi yang berada di Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Tradisi ini juga biasa dikenal sebagai Tradisi Nuuh. Tradisi Mejarag ini biasa diselenggarakan setiap setahun sekali. Tujuan diadakannya Tradisi Mejarag yakni sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuburan yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sebelum acara dimulai para ibu-ibu akan membawa sok atau wadah yang isinya beraneka ragam buah-buahan, jajan khas dan canang untuk menuju ke Pura. Nantinya di Pura tersebut akan menjadi tempat perkumpulan semua masyarakat di daerah tersebut.

Setelah semua masyarakat berkumpul dari anak-anak hingga orang tua berada di Pura, selanjutnya akan diadakan sembahyang bersama. Di Pura tersebut nantinya tersedia haturan atau sesajen dalam jumlah yang banyak dan kemudian diletakkan di depan orang-orang yang melakukan sembahyangan, tepatnya berada di atas tandu sesajen.

Prosesi Tradisi Mejarag

Setelah menjalankan persembahyangan, masyarakat terutama anak-anak muda kemudian bersiap-siap untuk melakukan Tradisi Mejarag. Mereka nantinya harus melepas baju atau telanjang dada ketika mengikuti tradisi budaya ini. Selanjutnya anak-anak muda yang mengikuti Mejarag tersebut akan ditig-tig (dipecut) menggunakan lidi yang telah diucapkan doa sebelumnya.

Sumber : Instagram

Tradisi Mejarag sudah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan perlu dilestarikan supaya tidak punah tergerus oleh proses modernisasi. Upacara tradisi ini biasanya dilakukan di waktu sore hari, setelah semua sesajen atau haturan lengkap berada di Pura.

Tradisi Mejarag Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Tradisi ini menjadi keunikan tersendiri dari Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Tradisi Mejarag tersebut telah menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Indonesia yang merupakan negara dengan beragam suku, adat dan budaya menjadi salah satu destinasi menarik bagi sejumlah wisatawan mancanegara. Tercatat banyak turis asing yang merasakan puas dan senang ketika berlibur di Indonesia. Salah satunya adalah bisa menyaksikan tradisi Mejarag yang ada di Bali ini.

Nah, Sahabat, itulah salah satu tradisi budaya yang ada di Nusantara, tentunya masih banyak lagi beragam tradisi yang lainnya. Jadi, tunggu apa lagi? Segera siapkan dirimu untuk mengunjungi dan melihat secara langsung Tradisi Mejarag ini, ya!.