Yuk, Kenali Apa Itu Tradisi Nyobeng Asal Bengkayang, Kalimantan Barat!

Sahabat, ada yang pernah mendengar tradisi Nyobeng? Nggak tahu sama sekali? Sedikit bocoran deh, Nyobeng adalah ritual memandikan tengkorak manusia.  Kok agak seram ya? Eh, tapi tunggu, simak dulu ulasan berikut, Sahabat pasti terpikat. Seperti para wisatawan yang sengaja berkunjung ke Kalimantan Barat untuk menyaksikan tradisi unik yang satu ini!

Ihwal Tradisi Nyobeng

https://awsimages.detik.net.id/visual/2017/06/13/5583e686-ebde-4e6d-ba75-b857eeb515d0_169.png?w=650

Tradisi Nyobeng bergulir ketika perang antar suku kerap terjadi di kawasan Kalimantan dan Malaysia. Dari sekian subsuku Dayak yang terlibat dalam peperangan terdapat suku Dayak Bidayuh. Nah, suku Dayak Bidayuh  ini memiliki tradisi memenggal kepala lawannya, lalu membawa pulang sebagai bukti telah memenangkan pertarungan. Memenggal kepala lawan dalam bahasa suku Dayak disebut mengayau.

 

Hasil mengayau atau kayauan selanjutnya disimpan di rumah adat, setelah mengalami proses pembersihan, pengeringan, dan pengawetan. Rumah adat suku Dayak Bidayuh dikenal dengan nama rumah balug, terletak di tengah kampung.  Rumah panggung setinggi 16 meter, berbentuk bulat, dengan undakan menuju pintu masuk.

 

Seiring perkembangan zaman, tradisi mengayau sudah sejak lama ditinggalkan. Tengkorak-tengkorak yang dulunya adalah musuh dibersihkan secara rutin setiap tahun lewat ritual nyobeng, sebagai bentuk penghormatan dan tanda perdamaian.

 

Tradisi Nyobeng adalah bagian dari serangkaian upacara adat Nibakng atau Sibang, yang menjadi kegiatan tahunan terbesar masyarakat Dayak Bidayuh. Nibakng merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang melimpah.

Mengawali Ritual Nyobeng

https://cdn-asset.hipwee.com/wp-content/uploads/2016/09/hipwee-nyobeng-1.jpg

 

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan ritual Nibakng. Diawali dengan membuat sesaji yang wajib diolesi darah dari sayap ayam. Tempat-tempat yang dianggap sakral, seperti rumah balug, nggak boleh luput dari percikan darah ayam.

 

Warga kemudian membuat sangiang atau tempat sesajen dari bambu, diikuti pemotongan ayam untuk persembahan, dan pemotongan anjing yang diyakini dapat menolak bala.  

Rangkaian Ritual

https://services.lampungpro.id//fileload/bengkayang-2jpg_OsXls.jpg

 

Suara tembakan senapan yang diletuskan sebanyak tujuh kali menjadi penanda dimulainya prosesi. Hal tersebut dimaksudkan untuk memanggil roh nenek moyang, meminta restu agar keseluruhan acara berlangsung lancar.

 

Mengenakan kain serba merah berhiaskan manik-manik, kepala suku beserta para pengiring menyambut tetamu dan pengunjung yang datang dari luar kampung.

 

Seekor anjing lalu dilempar ke udara dan pihak tamu harus menebasnya. Jika ternyata masih hidup maka anjing tadi ditebas di tanah.  Wah, bagi Sahabat penyayang binatang mungkin nggak akan tega melakukannya. Prosesi ini mengandung makna tersendiri, terkait keikhlasan tamu dalam mengikuti upacara adat.

 

Usai acara penyambutan, menginjak ritual Nyobeng yang dinanti. Tengkorak kepala manusia dikeluarkan dari kotak penyimpanan lalu dimandikan tetua-tetua adat. Masyarakat suku Dayak Bidayuh mempercayai bahwa batok kepala manusia yang telah dikeringkan dan diberi ramuan merupakan benda sihir terkuat. Sedemikian dahsyat kekuatannya hingga mampu menghalau roh jahat,  mendatangkan hujan, dan membuat hasil panen meningkat.

 

Usai ritual Nyobeng, berbagai atraksi hiburan satu persatu tersuguh. Di antaranya yang sangat menarik ialah panjat pinang. Nggak seperti yang sering Sahabat lihat di acara tujuh belasan, panjat pinang ala dusun Sebujit dilakukan dengan kaki berada di atas dan kepala di bawah. Terbayang dong bagaimana serunya, Sahabat?

 

Sebagai penutup, ucapan terima kasih disampaikan pada roh leluhur yang telah hadir. Roh leluhur kemudian dikembalikan ke tempat asal melalui sebuah ritual. Dengan berakhirnya ritual pengembalian roh, maka rampunglah seluruh rangkaian acara.

Menyaksikan Tradisi Nyobeng

https://scontent-ams3-1.cdninstagram.com/vp/8512e899cf8aad08eb1f2f26ad399f60/5D077286/t51.2885-15/sh0.08/e35/c0.135.1080.1080/s640x640/34534587_268155803928764_7075259515448328192_n.jpg?_nc_ht=scontent-ams3-1.cdninstagram.com

 

Jika Sahabat ingin menyaksikan sendiri, agendakan untuk berada di Dusun Sebujit pada tanggal 15 -17 Juni. Jangan khawatir nggak ada teman, biasanya para pelajar dari seputar wilayah Kalimantan pun turut mengikuti tradisi nyobeng. Pihak sekolah sengaja mengikutsertakan siswa-siswanya, dalam rangka pelestarian budaya setempat. Agar generasi penerus mengenal nilai-nilai kearifan lokal dan dapat melanjutkannya.

 

Yuk share artikel ini dan ajak teman-teman Sahabat mengikuti ritual unik ini sambil menikmati keindahan Desa Sebujit di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.


Keterangan
Lokasi : pontianak, kalimantan barat
Jelajah KALIMANTAN BARAT

08-08-2017 6:51 AM
Taman Alun-Alun Kapuas

08-08-2017 7:04 AM
Esqiu Car Rental

08-08-2017 7:18 AM
Ruko PSP Keboen Sajoek

08-08-2017 6:49 AM
Aloe Vera Center