Tradisi Peresean, Ajang Pertarungan Untuk Meminta Hujan Dari Lombok

Lombok dikenal memiliki alam yang sangat indah, mulai dari dasar laut hingga puncak perbukitannya. Inilah yang membuat Lombok memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke sana. Ternyata nggak hanya alamnya saja yang menawan Sahabat, ada juga seni tradisi yang juga dinantikan oleh wisatawan, salah satunya adalah peresean. Peresean adalah sebuah tradisi pertarungan ala gladiator yang bertujuan sebagai permohonan untuk turun hujan.

Nah, bagaimana tradisi ini berlangsung dan bagaimana keseruan yang ada di dalamnya? Simak informasinya di bawah ini, Sahabat!

Arti dari Tradisi Peresean Lombok

Peresean adalah tradisi pertarungan adat suku Sasak yang masih dilakukan sampai sekarang ini. Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun dan pada zaman dahulu tradisi ini dilakukan sebagai ajang untuk memohon hujan kepada Tuhan. Dalam tradisi ini akan dilakukan pertarungan ala gladiator, di mana petarungnya menggunakan tameng kulit kerbau dan rotan.

Ngeri juga sih kalau melihat langsung tradisi ini karena petarungnya akan benar-benar terluka, Sahabat. Jadi harus siap mental saat menontonnya, ya! Petarung yang berlaga bukan sembarang petarung karena hanya yang berani berkompetisilah yang akan berpartisipasi. Nggak ada aturan resmi tentang usia dan postur tubuh dari petarung tersebut. Semua petarung bermental kuat boleh berpartisipasi, Sahabat.

https://www.flickr.com/photos/128594636@N05/17295137102/

Sejarah Tradisi Peresean Lombok

Pada awalnya tradisi peresean ini memiliki dua tujuan, yakni sebagai luapan kegembiraan para prajurit setelah bertempur di medan perang dan juga sebagai media untuk meminta hujan. Peresean yang bertujuan untuk meminta hujan dilakukan pada bulan ketujuh kalender suku Sasak.

Seiring berjalannya waktu, tradisi yang sarat akan kekerasan ini memiliki fungsi lain, yakni sebagai tontonan yang akhirnya mengundang perhatian masyarakat dunia pada Lombok.

Pemerintah Lombok pun menyadari betul daya tarik dari tradisi peresean. Kini, tradisi ini bisa Sahabat saksikan dalam Festival Bau Nyale yang diadakan setiap tahunnya di Lombok. Tradisi peresean jadi salah satu magnet utama untuk wisatawan yang berkunjung ke Festival Bau Nyale, lho!

Pelaksanaan Tradisi Peresean

Dalam pelaksanaannya, para petarung diwajibkan menggunakan pakaian adat suku Sasak lengkap dengan penutup kepalanya. Kemudian dengan berbekal tameng kulit kerbau dan kayu rotan, pertarungan pun dimulai. Petarung tersebut dikenal dengan sebutan pepadu. Para petarung diwajibkan juga untuk bertelanjang dada. Pemenang akan ditentukan dengan melihat luka dari lawannya, apabila sudah agak parah maka pemenangnya bisa ditentukan. Biasanya pertarungan tersebut bisa berlangsung selama lima ronde sampai salah satunya terluka.

Hal yang menarik lainnya dalam tradisi peresean ini adalah pepadu yang unjuk gigi tersebut akan mendapatkan sejumlah uang jika menang. Namun nggak hanya soal uang lho, mereka berpartisipasi juga untuk menunjukkan pribadi dan harga diri mereka sendiri. Uniknya lagi, setelah pertarungan tersebut nggak akan ada yang saling marah atau menyimpan dendam, Sahabat. Para pepadu tersebut diharuskan berpelukan dan saling memaafkan seperti nggak ada masalah sama sekali.

https://www.flickr.com/photos/jailanis2/13941225749/

 

Dalam pertarungan tersebut akan diiringi musik yang nggak akan berhenti kalau pertarungannya belum selesai. Biasanya dalam pelaksanaan pertarungan ada arena sendiri atau bisa juga dibentuk dengan penonton yang mengelilingi arena pertarungan.

Banyak nilai-nilai yang bisa didalami seperti kesabaran, kerendahan hati dan saling menghormati. Perlu diingat lagi, pepadu yang unjuk gigi tersebut nggak akan ada yang tahu siapa yang terpilih dan siapa yang menjadi lawannya. Jadi semuanya serba dadakan, Sahabat!

Tradisi Peresean dalam Festival Bau Nyale

Tradisi peresean bisa Sahabat saksikan salah satunya adalah dalam gelaran Festival Bau Nyale yang diadakan setiap tahun. Festival Bau Nyale biasanya diadakan sekitar bulan Februari atau Maret di setiap tahunnya. Untuk mengetahui tanggal pasti diadakannya Festival Bau Nyale, Sahabat bisa merujuk ke website resmi Kemenpar Indonesia, ya.

Nilai-nilai tradisi Peresean dari suku Sasak tersebut memang bisa dicontoh. Jika Sahabat berani untuk melihat langsung tradisi tersebut bisa datang ke Lombok, ya!

 


Keterangan
Lokasi : lombok tengah, nusa tenggara barat
Jelajah NUSA TENGGARA BARAT

09-02-2018 8:37 AM
Festival Tambora

11-11-2017 1:44 PM
Air Terjun Jereweh

03-12-2017 10:36 PM
Madu Sumbawa

22-09-2017 9:18 AM
Singang