Tradisi Warisan Leluhur Petik Laut Muncar, Sedekah Laut di Banyuwangi

Apabila bicara tentang tradisi Nusantara tentu tidak akan ada habisnya. Seperti halnya di Kabupaten Banyuwangi, daerah ini mempunyai cara unik tersendiri dalam mengungkapkan rasa syukur atas rezeki yang diperolehnya dari hasil laut. Tradisi ini biasa diadakan setiap tahun oleh para nelayan setempat yang biasa dikenal dengan sebutan Petik Laut Muncar.

 

Tradisi Petik Laut Muncar ini merupakan warisan para leluhur sebagai sedekah masyarakat terhadap laut selama setahun yang telah menjadi tempat mereka dalam mencari rezeki. Tradisi ini berupa pemberian persembahan yang diawali dengan mengarak sesajian dari rumah sesepuh menuju ke TPI Muncar yang kemudian dilarung ke laut.

 

Kegiatan tradisi budaya di Kabupaten Banyuwangi ini berhasil diabadikan melalui akun Instagram @prani_dhana sebagai salah satu finalis dalam Kompetisi Foto dan Video Sahabat Lokal Adira Finance.

Sumber : Foto Kontestan

 

Sahabat pasti tidak sabar untuk kelanjutan dari tradisi ini, kan? Yuk, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini!

Festival Laut Muncar digelar setiap 15 Muharram / Suro Penanggalan Jawa

Tradisi petik laut Muncar digelar setiap tanggal 15 Muharram atau Suro dalam penanggalan Jawa. Konsep utama dalam tradisi ini yang membuatnya menarik, para nelayan akan menjejerkan kapal mereka yang telah dihias dengan berbagai motif dan warna unik.

 

Menariknya, pada puluhan kapal yang berjejer terdapat satu kapal utama yang bertugas sebagai pembawa sesaji. Kapal tersebut nantinya akan mengarungi lautan lepas menuju ke Sembulungan dengan iringan sejumlah kapal hias milik para nelayan lainnya.

 

Sesampainya di tempat tujuan, sesajian yang diletakkan di perahu kecil sepanjang lima meter akan dihanyutkan ke tengah laut. Sesajian ini nantinya akan diperebutkan oleh sejumlah para nelayan agar bisa mengambilnya. Tradisi Petik Laut ini telah berlangsung secara turun-temurun sebagai simbol rasa syukur dan Ngalap Berkah bagi para nelayan.

 

Kawasan yang dijadikan festival laut ini merupakan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Indonesia. Sejak pagi hari sebelum acara dimulai, ribuan orang sudah memadati Pelabuhan Muncar agar bisa menyaksikan dan mengabadikan secara langsung proses arak-arakan sesaji tradisi Petik Laut ini.

 

Sumber : Flickr

 

Tradisi budaya ini selalu diiringi doa bersama dengan dipimpin oleh para sesepuh atau petinggi desa setempat. Mereka nantinya akan memimpin acara selametan tradisi budaya ini di Makam Sayid Yusuf, yang merupakan sosok yang membuka Tanjung Sembulungan untuk pertama kalinya.

Keunikan Tradisi Petik Laut Muncar

Selain sebagai bentuk sedekah masyarakat kepada laut selama setahun, tradisi Petik Laut Muncar ini juga sebagai tolak bala. Para nelayan berharap selalu mendapatkan keberkahan ketika melaut dan dihindarkan dari segala macam malapetaka.

 

Tradisi Petik Laut Muncar sangat unik karena kapal-kapal yang digunakan dihias dengan ornamen seperti umbul-umbul dan bendera. Selain itu, saat penari yang membawa sesaji memasuki kapal tersebut, warga akan berebut untuk naik ke kapal karena meyakini bisa mendapatkan keberkahan. Keunikan dari festival laut ini menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan yang berkunjung, baik dalam negeri maupun dari mancanegara.

 

Pemerintah di Kabupaten Banyuwangi pun merencanakan akan terus mengembangkan tradisi Petik Laut Muncar ini sebagai sebuah atraksi tradisional. Pemberitaan Festival Laut ini pun akan disebarluaskan secara nasional hingga internasional.


Tentunya Tradisi Petik Laut Muncar sangat menarik untuk dikunjungi, kan, Sahabat? Jadi, kapan Sahabat akan berkunjung ke sana?


Keterangan
Lokasi : banyuwangi, jawa timur
Jelajah JAWA TIMUR

06-08-2017 10:25 AM
Tari Topeng Malangan

08-08-2017 8:04 AM
Hotel Tugu Blitar

08-08-2017 8:40 AM
Geti