Memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW Lewat Upacara Panjang Jimat di Cirebon

Bagi Sahabat yang beragama Islam, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW mungkin sudah jadi rutinitas tahunan yang nggak boleh terlupakan. Biarpun nggak ada syariat yang mewajibkan hal ini, tetap saja hari sakral tersebut menjadi momen penting bagi umat muslim di Tanah Air.

Bicara soal peringatan Maulid Nabi, masyarakat Cirebon punya cara tersendiri untuk memperingatinya, lho. Tradisi yang dikenal dengan nama Upacara Panjang Jimat ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh para penduduk asli Kota Udang.

Biar Sahabat nggak penasaran, simak ulasan di bawah ini, ya!

Berasal dari Tradisi Keraton

https://asset.kompas.com/data/photo/2015/01/06/1323254panjang-jimat-1780x390.jpg

Upacara Panjang Jimat rutin digelar secara serentak oleh tiga keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. Tradisi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu ini dilaksanakan tepat pada malam puncak perayaan maulid nabi.

Jika Sahabat belum tahu, tiga keraton tersebut merupakan peninggalan dari kerajaan Cirebon yang sempat berjaya pada abad ke-15. Kerajaan Cirebon sendiri memang dikenal sebagai sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar di nusantara. Karena itu nggak heran jika ada tradisi Islam sangat kental di sana.

Hingga sekarang, Keraton Cirebon masih memiliki seorang pemimpin bergelar sultan. Saat ini gelar tersebut dipegang oleh Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat alias Sultan Sepuh XIV.

Prosesi Upacara Panjang Jimat

https://v-images2.antarafoto.com/tradisi-panjang-jimat-p0bxv8-prv.jpg

Upacara Panjang Jimat dimulai dengan arak-arakan abdi dalem keraton yang membawa berbagai benda keramat mulai dari tombak, 7 buah piring peninggalan Walisanga, damar kurung (lampion dari bambu), hingga nasi berukuran panjang yang disebut sebagai “nasi jimat”.

Beberapa benda pusaka yang dibawa konon melambangkan makna dua kalimat syahadat yang wajib terus dipelihara oleh setiap penganut agama Islam. Adapun makna kata “Jimat” yang tersemat pada upacara ini memiliki makna “diaji” dan “dirumat” yang secara harfiah berarti “dipelajari” dan “diamalkan”.

Aneka lampion warna-warni yang dibawa oleh para abdi dalem membuat rombongan tersebut tampak semarak. Pemandangan cantik itulah yang pada akhirnya mengundang ribuan masyarakat untuk berkumpul menyaksikan upacara ini.

https://3.bp.blogspot.com/-qjgGyjKQ4_U/W-GD3Jlc32I/AAAAAAAAfac/z5lyHirYLcIx8GlheVy5qftfwW0y6iBHACLcBGAs/s1600/BERITA%2BCIREBON%2BRADIO8.jpg

Setelah sampai di keraton, hidangan akan disajikan selagi para abdi dalem membaca kitab Barjanzi dalam Bahasa Arab. Setelah selesai, nasi tadi akan diberikan kepada sultan beserta keluarganya, para abdi dalem, serta masyarakat yang datang. Namun karena jumlah nasi yang nggak sepadan dengan jumlah warga yang hadir, kegiatan ini kerap menjadi ajang rebutan yang sangat riuh.

Acara kemudian diakhiri dengan pidato dari sultan dan doa bersama.

Makna di Balik Upacara Panjang Jimat

https://2.bp.blogspot.com/-k89pEh5y5W4/W_Xsaoyp9zI/AAAAAAAAF4Q/iaDfk01GX-sXvPdpkhjJxeiqLgjmg3G9wCLcBGAs/s1600/IMG-20181122-WA0004.jpg

Pesan utama dari Upacara Panjang Jimat adalah sebagai pengingat untuk meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW serta mengikuti sunah-sunah beliau.

Selain itu, upacara ini juga menjadi ajang silaturahmi besar-besaran antara masyarakat Cirebon dengan keluarga keraton. Sebab selama satu minggu sebelum hari maulid nabi tiba, keraton memiliki tradisi untuk melaksanakan “Caos”, yaitu acara open house yang bebas dihadiri oleh segenap masyarakat.

Tahu nggak, setiap tahunnya, upacara ini diklaim mampu mendatangkan lebih dari 200 ribu wisatawan domestik dari luar Cirebon. Karena itu nggak heran kalau Sultan Sepuh XIV mengatakan bahwa tradisi ini merupakan salah satu potensi wisata terbesar di Jawa Barat.

Sahabat, dari penjelasan diatas, Sahabat bisa mengetahui bahwa Upacara Panjang Jimat diselenggarakan dengan tujuan yang baik dan jelas. Karena itu Sahabat nggak usah takut untuk menyaksikan sendiri upacara ini. Datang saja ke Cirebon pada hari Maulid Nabi untuk merasakan kemeriahan acara tahunan ini dari dekat.

 

 


Keterangan
Lokasi : cirebon, jawa barat
Jelajah JAWA BARAT

19-07-2017 2:06 AM
Taman Kota Tasikmalaya

16-11-2017 4:12 AM
Sentra Bambu Sukabumi

06-08-2017 8:28 AM
Sirup Tjampolay

22-07-2017 12:44 PM
Garutama Tour Travel

22-07-2017 12:46 PM
Pantai Santolo