Yuk, Kenali Apa itu Makan Patita, Tradisi Asal Maluku

Indonesia sangat kaya akan budaya dan tradisinya. Salah satunya adalah tradisi Makan Patita. Mungkin masih banyak Sahabat yang masih asing dengan tradisi asal Maluku ini. Biar tahu, yuk, simak beberapa penjelasan tentang tradisi Makan Patita.

Tradisi Makan Patita dari Maluku

Makan Patita adalah tradisi kuliner atau acara makan bersama yang masih saat ini terjaga kelestariannya di Maluku. Esensi dari tradisi ini adalah makan dalam kebersamaan dan kehangatan bersama dengan banyak orang dan bertujuan memupuk semangat kekeluargaan.

Dalam tradisi ini, orang Maluku menyuguhkan berbagai macam kuliner dan masakan tradisional yang berasal dari daerah mereka masing-masing. Desa Oma di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku, Ambon, Provinsi Maluku masih sangat kuat melakukan tradisi Makan Patita.

Baca Juga: Kafe Papuk Mamuk, Tempat Nongkrong Baru di Sudut Kota Bengkulu

Jenis Masakan dan Makanan yang Tersedia di Tradisi Makan Patita

Sumber: kulinermaluku

 

Ada berbagai jenis makanan dan masakan tradisional dari daerah di Maluku yang bisa di santap di tradisi Makan Patita ini. Sahabat bisa mencoba masakan-masakan yang tersedia seperti kasbi (singkong), kohu (urap Maluku), ikan goreng, ikan bakar, ikan kuah, pisang rebus, papeda, colo-colo, sayur-sayuran, dan masih banyak jenis masakan tradisional lainnya.

Pelaksanaan Tradisi Makan Patita

Tradisi Makan Patita biasanya diadakan pada hari-hari penting seperti ulang tahun tempat ibadah (gereja atau masjid), ulang tahun negeri atau desa, hingga ulang tahun Provinsi Maluku atau kota-kota di Maluku.

Acaranya pun biasanya digelar setahun dua kali. Jika dilaksanakan dua kali dalam setahun, setiap tanggal dua bulan Januari dan bulan Desember dipilih untuk pelaksanaannya.

Selain itu, tradisi Makan Patita di Desa Oma, Ambon ini bisa dilaksanakan setahun sekali, lima tahun sekali atau bisa juga dua belas tahun sekali. Tergantung situasi dan kondisi.

Pelaksana Tradisi Makan Patita

Sumber: Bupolofest.com

 

Tahukah Sahabat apa yang menarik dari tradisi Makan Patita? Setiap marga yang ada di desa ini menyelenggarakan tradisi ini. Di Desa Oma ada empat aliran keturunan atau marga yang disebut Soa. Empat Soa itu adalah Soa Latuei, Soa Pari, Soa Raja, dan Soa Tuni.

- Soa Latuei merupakan kumpulan dari marga Lesirollo, Manusiwa, Patiata, Tohatta, dan Uneputty.

- Soa Pari merupakan kumpulan dari marga Kaihatu, Ririasa, dan Sekewael.

- Soa Raja merupakan kumpulan dari marga Pattinama, Patty, dan Suripatty.

- Soa Tuni merupakan kumpulan dari marga Haumahu, Hukom, dan Wattimena.

Masing-masing dari empat Soa ini memiliki hak untuk menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk pelaksanaan tradisi Makan Patita. Penentuan waktunya pun cukup unik. Penentuan waktu dilakukan saat acara berbalas pantun di meja patita adat.

Baca juga: Sedang di Riau? Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh Khas Pekanbaru Ini

Pembiayaan Tradisi Makan Patita

Nilai kekeluargaan dan persatuan dari orang-orang Maluku berbagai marga sangat jelas terlihat di dalam tradisi Makan Patita ini. Berbagai jenis makanan tradisional bersumber dari masyarakat Maluku.

Masing-masing keluarga di Maluku sudah memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan jenis makanan dengan biaya mereka sendiri. Pada saat waktu pelaksanaan, mereka akan membawa makanan tersebut, tapi sebelumnya harus diawali dengan ritual adat dan doa. Setelah itu, Sahabat boleh memakan semua jenis makanan yang tersedia tanpa dipungut biaya.

Ternyata menarik sekali nilai tradisi Makan Patita ini, bukan? Banyak nilai-nilai positif yang bisa Sahabat pelajari dari tradisi yang satu ini. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat tradisi ini ya, Sahabat !

 


Keterangan
Lokasi : maluku tengah, maluku
Jelajah MALUKU

19-07-2017 2:50 AM
tari Cakalele

19-07-2017 2:29 AM
Benteng Amsterdam

19-07-2017 2:24 AM
Pantai Natsepa