Home / Berita Terbaru

Bagaimana Prosesi dan Persiapan Ngunduh mantu?

Bagaimana Prosesi dan Persiapan Ngunduh mantu?

22 Juli 2022 | Penulis : Adira Finance

Berbicara mengenai ngunduh mantu, tentu sangat identik dengan pernikahan adat Jawa. Beberapa ada yang memahami jika unduh mantu adalah resepsi kedua, beberapa hari setelah resepsi di hari pernikahan. 

Apakah benar begitu? Sebenarnya tidak sepenuhnya salah namun juga tidak sepenuhnya benar. Secara definisi, ngunduh mantu adalah istilah yang digunakan dalam perspektif budaya Jawa yang mengacu pada rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Sacara harafiahnya, ngunduh mantu diartikan memetik atau mengambil menantu. 

Agar lebih mudah dimengerti, ngunduh mantu adalah acara yang diadakan untuk membawa pengantin wanita ke lingkungan pengantin pria setelah proses pernikahan sudah dilakukan supaya pengantin wanita lebih dikenal di lingkungan pengantin pria. 

Pada dasarnya, ngunduh mantu bersifat sebisa dan semampunya menyesuaikan keadaan tanpa paksaan atau aturan adat yang membuat prosesi ini harus dan wajib. Meski istilahnya dari Jawa, tapi banyak juga adat suku di Indonesia yang melakukan prosesi ini. 

Dalam adat pernikahan Jawa, pihak wanita memang berperan besar mengenai pembiayaan. Karena seluruh ritual ditentukan oleh pihak wanita, dimana berbagai ritual yang harus dilakukan wanita ini sudah jadi tradisi. Sehingga wajar jika yang mengadakan hajat di pihak mempelai wanita. 

Sementara untuk kebutuhan tertentu atau pada zaman dulu ketika keluarga mempelai pria ingin menunjukkan strata sosialnya, mereka kemudian mengadakan pesta kedua atau ngunduh mantu itu sendiri. Jadi dalam ngunduh mantu, keluarga pengantin pria yang mengadakan hajat dan menjadi tuan rumahnya. Biasanya acara ngunduh mantu ini bisa dilakukan sekitar lima hari setelah hari pernikahan.

Walaupun sifatnya tidak wajib, namun hingga saat ini masih banyak pengantin Jawa atau suku lainnya yang melaksanakan tradisi ini sekaligus untuk melestarikan dan menghormati budaya yang sudah ada.

Secara umum, ngunduh mantu ditandai dengan kunjungan mempelai wanita beserta dengan keluarga besar dan kerabatnya. Kemudian akan adanya prosesi sungkem kepada keluarga pihak laki-laki sebagai bentuk bakti dan rasa syukur. Kemudian mirip seperti prosesi di resepsi, pengantin akan disandingkan di pelaminan, diiringi dengan orang tua mempelai pria yang menuntun orang tua mempelai wanita untuk ikut duduk di sisi pelaminan.

Prosesi Ngunduh Mantu

Jika dibandingkan dengan seluruh prosesi pernikahan, prosesi ngunduh mantu tentu lebih sederhana. Meski begitu bukan berarti tidak perlu dipersiapkan dengan baik ya Sahabat. Ada beberapa rangkaian prosesi ngunduh mantu yang dilansir dari laman Bride Story berikut ini:

  1. Pihak keluarga pengantin pria mengirimkan wakil keluarga mereka untuk hadir ke rumah mempelai wanita dengan membawa sajian berupa pisang ayu dan suru ayu yang menjadi lambang sedyo rahayu sebagai wujud kesejahteraan. Kemudian wakil keluarga mempelai pria ini mohon izin untuk membawa kedua mempelai menuju ke rumah mempelai pria atau ke tempat prosesi ngunduh mantu.
  2. Proses selanjutnya, iring-iringan atau pangombyong pasangan pengantin, orang tua mempelai wanita dan kerabat lainnya bersiap untuk ke rumah besan. Rombongan ini kemudian bergerak beriringan hingga tiba di lokasi. Jika di dalam perjalanan mereka melintasi sebuah jembatan, sajian pisang ayu dan suru ayu yang sebelumnya diberikan harus dilempar ke bawah.
  3. Setelah tiba, dilanjutkan dengan prosesi wijik pupuk atau mencuci kaki kedua mempelai dengan air bunga setaman yang dibantu oleh ibu mempelai pria. Prosesi ini punya maksud untuk menghilangkan segala energi buruk yang mungkin saja sempat hinggap selama di perjalanan.
  4. Prosesi dilanjutkan dengan imbal wicara, atau dialog singkat sebagai bentuk penyerahan mempelai wanita kepada keluarga besar laki-laki. 
  5. Setelah berdialog, lanjut pada prosesi unjukan tirto wening dimana pasangan pengantin diharuskan meneguk dua gelas air bening yang diminumkan oleh orang tua pengantin laki-laki. Prosesi ini jadi lambang pengharapan supaya kelak rumah tangga mereka diberikan ketenangan dalam bertukar pikiran dan memutuskan sesuatu.
  6. Prosesi dilanjutkan dengan sindur binayang. Ibu dari pengantin laki-laki akan mengalungkan kain sindur pada bahu kedua mempelai seraya diiringi dengan gending manten boyong basuki. Sementara, ayah dari pengantin laki-laki mengambil keris milik putranya dan diganti dengan pusaka lain yang sebelumnya sudah disiapkan.
    Jika sudah, ibu mempelai pria akan menuntun pasangan pengantin menuju pelaminan dengan merangkul keduanya pada pundak dari arah belakang.
  7. Sebelum disandingkan lagi di pelaminan, pasangan pengantin akan melakukan prosesi sungkeman. Prosesi ini sebagai bentuk rasa syukur atas segala bimbingan yang diberikan sekaligus penghormatan terhadap orang tua.
  8. Acara ngunduh mantu kemudian berlanjut dengan doa bersama serta ramah tamah. 

Prosesi acara ngunduh mantu ini biasanya ditanggung penuh oleh keluarga mempelai pria. Sebab seperti yang sudah dibahas sebelumnya, acara ini bertujuan menyambut mempelai wanita untuk masuk ke tengah-tengah keluarga mempelai pria sekaligus dengan kerabat dan lingkungannya.

Jika dilihat secara umum, biaya acara ngunduh mantu bisa dikatakan setara dengan biaya resepsi. Mungkin secara kasarannya; biaya pernikahan dikurangi dengan biaya akad nikah dan administrasinya, maka hasilnya bisa dijadikan estimasi biaya ngunduh mantu.

Sehingga kembali dengan kemampuan dan budget yang tersedia untuk acara ini. Biasanya budget yang dikeluarkan mulai dari belasan, puluhan hingga ratusan juta untuk mengadakan prosesi ngunduh mantu ini. Budget dan kebutuhan acara tentu akan saling menyesuaikan demi terwujudnya acara ini.

Jika dilihat tentu biaya yang perlu dipersiapkan tidak sedikit dan perlu perencanaan yang matang. Jika Sahabat memerlukan dana pinjaman untuk mengadakan acara ngunduh mantu, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Multiguna dari Adira Finance. Fasilitas Kredit Multiguna ini akan memudahkan Sahabat untuk mendapatkan dana pinjaman.

Sahabat juga bisa mendapatkan banyak keuntungan dari fasilitas ini. Adira Finance menawarkan fasilitas pinjaman dana kredit multiguna dengan jaminan BPKB sepeda motor atau mobil dengan syarat yang mudah, proses pencairan dana cepat, serta bisa memilih pilihan asuransi yang lengkap, dan keuntungan lainnya.

Di samping itu, Sahabat juga tak perlu khawatir karena fasilitas Kredit Multiguna dari Adira Finance ini sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi lebih aman dan terpercaya. Segera ajukan modal usaha Sahabat sekarang dengan langsung klik di sini.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lt. 53-61
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920
+62139733232/322

Call Center : 1500511
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN