Home / Berita Terbaru

Menghitung Biaya Renovasi Rumah Tipe 36, Tidak Sampai Rp100 Juta

Menghitung Biaya Renovasi Rumah Tipe 36, Tidak Sampai Rp100 Juta

17 Desember 2020 | Penulis : Adira Finance

Sahabat yang baru saja memiliki rumah, tentu sudah gatal ingin melakukan perbaikan disana sini. Karena biasanya, rumah baru di dalam perumahan, memiliki bentuk yang sama dan monoton. Sehingga perlu sentuhan personal untuk bisa menandakan bahwa rumah itu hanyalah rumah yang dimiliki. Apalagi bagi sahabat yang baru saja menikah, segudang angan pasti sudah membayang di benak. Akan diapakan ya rumah ini supaya bisa semakin nyaman dan menambah kebahagiaan bagi setiap anggota keluarga. Membincang perbaikan rumah, erat kaitannya dengan anggaran. Sahabat harus bisa cermat menghitung kebutuhan bahan bangunan dan memaksimalkan penggunaan lahan tersisa supaya tidak bolak-balik melakukan renovasi rumah. Kebanyakan pasangan yang baru menikah mengambil tipe terkecil dalam perumahan komersial, yakni tipe luasan bangunan 36 meter persegi dengan luas lahan 70 meter persegi. Denah bangunannya terdiri dari carport, taman depan rumah, dua kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang tamu. Tipe bangunan itu dipilih lantaran bentuknya yang minimalis dan pastinya sesuai dengan kantong pasutri baru yang masih membutuhkan banyak biaya. Biasanya juga, ekonomi pasangan yang baru saja menikah belum begitu stabil, bahkan ada juga yang baru saja menapaki karir sebagai level middle manajemen. Jadi perhitungan biaya renovasi rumah tipe 36 secara matang sangat perlu dilakukan, agar tidak ada dana yang keluar secara percuma. Bagi generasi milenial yang memiliki banyak keinginan menjelajah dunia baru, alokasi dana liburan juga perlu disiapkan disamping dana untuk memperbaiki rumah.

Baca juga: Dua Mobil Baru Audi Siap Meluncur di Indonesia

Nah bagi Sahabat yang tengah menghitung biaya renovasi rumah tipe 36, bisa mengikuti langkah dibawah ini agar pengembangan rumah bisa maksimal dan tentunya tepat guna. 1. Tentukan kelas bahan bangunan Dalam menghitung biaya renovasi rumah tipe 36, Sahabat harus menentukan dulu kualitas bahan bangunan seperti apa yang akan digunakan. Rata-rata biaya melakukan renovasi rumah berkisar di angka Rp 3 juta per meter persegi. Dengan harga tersebut, Sahabat sudah bisa mendapatkan bahan bangunan di level menengah. Berada di level menengah bukan berarti tidak bagus lho. Sahabat bisa mendapatkan keramik, pasir, semen dan juga cat yang baik. Agar lebih hemat, Sahabat bisa juga memanfaatkan momentum diskon di akhir tahun. Biasanya suka banyak banjir potongan harga untuk granit ataupun marmer dengan kualitas yang masih sangat baik. Hanya mungkin unitnya tidak begitu banyak. Jadi Sahabat hanya perlu sedikit kreativitas untuk meletakkan barang yang jumlahnya tidak banyak itu untuk memberikan ornamen yang berbeda. Selain itu, saat akhir tahun juga, Sahabat bisa mendapatkan beberapa potongan harga untuk bahan bangunan lainnya. Seperti cat, lantai kayu (wood flooring), wallpaper dan banyak lagi. Konsultasikan dengan pasangan, bahan bangunan apa yang akan digunakan, jenisnya seperti apa dan terpenting adalah untuk apa. Ya, jangan terjebak dengan ide yang hanya mengedepankan keunikan semata, karena yang ada, bukannya tepat guna, Sahabat malah harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk mewujudkannya. 2. Tentukan konsep Saat akan membuat budget biaya renovasi rumah tipe 36, Sahabat harus menentukan konsep pembangunannya. Hal itu penting agar setiap ruang bisa dimaksimalkan peruntukannya. Jangan sampai ada ruang kosong yang terbengkalai, karena hanya akan menambah beban biaya saja. JIka Sahabat sudah memutuskan akan membangun rumah tipe 36 dengan konsep modern, maka sebisa mungkin setiap ruang bisa terlihat modern dengan ornamen dan akses bangunan tertentu. Sesuaikan juga konsep yang diinginkan dengan budget yang sudah ditetapkan. Jangan sampai konsep mengalahkan budget, karena hal tersebut akan membuat dana renovasi Sahabat membengkak. 3. Gunakan Jasa Pemborong Agar biaya renovasi rumah tipe 36 tidak meleset, ada baiknya jika Sahabat menggunakan jasa pemborong. HItung dan konsultasikan ide yang akan diaplikasikan dalam rumah Sahabat. Sahabat bisa mulai membicarakan konsep, jumlah ruangan, bentuk rumah, jalur air, jalur listrik, dimana tempat mencuci baju, tempat jemuran, carport, taman depan maupun taman belakang, konsep dapur, meja makan, kamar mandi, kamar utama, kamar anak, jenis lampu, posisi air pendingin, titik mesin air dan banyak lagi hal detil lain yang harus dibicarakan dengan jelas. Usahakan buat dalam bentuk perjanjian pra kerja dengan pemborong. Hal itu perlu untuk menjaga profesionalitas di kedua belah pihak. Jadi baik Sahabat maupun pemborong, keduanya paham tentang hak dan kewajibannya. Selain itu, perihal keamanan bangunan juga menjadi faktor yang sangat penting, karena rumah adalah tempat dimana Sahabat dan keluarga bersantai dan menghabiskan waktu bersama. Jangan ragu untuk meminta dibuatkan perjanjian pra kerja. Di dalamnya ditulis juga tentang spesifikasi bahan bangunan, konsep, waktu pengerjaan, skema pembayaran yang biasanya dibagi beberapa termin dan hal lainnya. 4. Manfaatkan ruang dengan maksimal Karena luas bangunanya terbatas, Sahabat harus bisa memaksimalkan setiap sudut ruang dengan baik. Misalnya, Sahabat ingin melihat ada sudut kecil di pojok yang bisa digunakan untuk menggantung kaca agar terlihat lebih luas. Hindari penggunaan sekat permanen diantara ruang. Hal itu perlu agar rumah Sahabat bisa terlihat lebih luas dan juga lega. Sahabat bisa menggunakan jenis bahan berupa gebyok ataupun kayu yang bisa disulap untuk menjadi sekat antara ruang tamu dan juga ruang televisi. Jangan gunakan banyak barang. Karena semakin banyak barang, terlihat semakin sempit juga rumah Sahabat. Usahakan setiap barang yang dibeli memiliki sifat multifungsi, seperti dipan yang bisa difungsikan juga sebagai laci penyimpanan, penggunaan meja gantung, atau kursi yang bisa dijadikan tempat penyimpanan. 5. Gunakan dana eksternal Agar biaya renovasi rumah tipe 36 Sahabat tidak kedodoran, Sahabat bisa menggunakan fasilitas pinjaman multiguna Maxi dari Adira Finance. Hal itu dimaksudkan agar dana tabungan Sahabat tidak terkuras untuk pembangunan. Selain itu, dengan menggunakan dana pihak ketiga, secara psikologis akan menentukan batas atas dalam menyiapkan dana renovasi rumah. Dengan begitu, Sahabat akan memaksakan konsep dengan budget.

Baca juga: Jodie O’ Tania : Mobil Otonom Masih Butuh Waktu Panjang

Tidak ada alasan pembengkakan dana, karena memang jumlah yang sudah ditetapkan segitu. Sahabat tidak akan gatal untuk mengorek tabungan guna menambahkannya. Syaratnya pun mudah, Sahabat hanya perlu melampirkan data diri dan bukti penghasilan selama 3 bulan terakhir. Proses pencairannya dilakukan melalui sistem transfer. Jadi Sahabat tidak memiliki risiko membawa uang tunai dalam jumlah banyak yang biasanya dilakukan oleh beberapa lembaga pembiayaan lain.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lantai 53, 56-61
Jl Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920

Call Center : 1500511
WhatsApp Chat / SMS : 0811 811 5811
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN