Home / Berita Terbaru

Soal Suku Cadang, Wuling Lebih Murah dari Merek JepangSoal Suku Cadang, Wuling Lebih Murah dari Merek Jepang

Soal Suku Cadang, Wuling Lebih Murah dari Merek JepangSoal Suku Cadang, Wuling Lebih Murah dari Merek Jepang

19 Oktober 2017 | Penulis : Adira Finance

DENPASAR – Di awal kemunculannya sebagai merek baru di Indonesia, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) selain menawarkan produk dengan keunggulan tersendiri dibanding para pesaing, juga menawarkan ‘godaan’ dari sisi purna jualnya.

Bagaimana tidak, untuk harga suku cadang Wuling Confero, bisa konsumen dapatkan dengan harga 20 persen lebih murah daripada Low MPV dari merek lain.

Menurut pihak Wuling, hal tersebut termasuk dalam strategi mereka untuk menawarkan produk yang terangkau bagi masyarakat Indonesia, termasuk dari sisi purna jual.

“Kalau bicara kenapa 20 persen lebih murah, itu terus terang kalau kita melihat harga suku cadang di semua merek itu dinamik, kan bisa berubah setiap bulan begitu kan, itu tergantung dari manufacturing-nya, memang kapan harus naik kapan tidak,” terang After Sales Director Wuling Motors, Taufik S. Arief, di Bali.

Dengan lebih murah 20 persen itu, ditujukan untuk menjaga kekompetitifan Wuling dalam hal biaya kepemilikan. Psikologis masyarakat juga akan lebih terpengaruh dengan ‘diskon’ 20 persen, dibandingkan jika hanya 10 persen.

“Karena kita berpikir bahwa mungkin 20 persen itu sudah melewati psychology effect ke konsumen kalau kita itu murah. Kalau 10 persen di bawah ya mungkin itu belum terasa sebagai sesuatu yang kompetitif, karena 10 persen saja kira-kira PPN segitu kan,” kata Taufik.

Wuling di tahun pertamanya ini akan memiliki 50 jaringan diler dan bengkel resmi di seluruh Indonesia, di mana saat berita ini ditulis telah beroperasi setidaknya 40 diler dan bengkel resmi. Sementara di 2018, diharapkan jumlahnya akan bertembah dua kali lipat.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN