Home / Berita Terbaru

Target 2017 Rp 31 Triliun, Adira Optimis di Wuling dan ExpanderTarget 2017 Rp 31 Triliun, Adira Optimis di Wuling dan Expander

Target 2017 Rp 31 Triliun, Adira Optimis di Wuling dan ExpanderTarget 2017 Rp 31 Triliun, Adira Optimis di Wuling dan Expander

30 Juli 2017 | Penulis : Adira Finance

JAKARTA – Memasuki triwulan ketiga, PT Adira Dinamika Multi Finance semakin optimis menghabiskan 2017 dengan target pencapaian penyaluran pembiayaan untuk kendaraan bermotor mencapai Rp 31 triliun. Target ini tidak muluk-muluk dari capaian pembiayaan tahun lalu sebesar Rp 30,9 triliun.

Perseroan membagi komposisi kontribusi antara kendaraan roda dua dan roda empat, di mana motor (baru dan bekas) bisa menyumbangkan sebesar Rp 17 triliun, sedangkan mobil (baru, bekas, serta komersial) diharapkan menyumbang nilai penyaluran hingga Rp 14 triliun.

“Target kami memang tidak terlalu tinggi dari tahun lalu, karena melihat pasar otomotif juga masih belum membaik. Sepeda motor tahun cukup signifikan penuruanannya dibanding mobil,” jelas Harry Latif, Deputy Director – Head Retail Car Financing PT Adira Dinamika Multi Finance, di Jakarta, Selasa (25/7).

Lebih lanjut, Harry mengakui, selama ini mereka memang banyak ditopang selain dari segmen sepeda motor juga kendaraan komersial, seperti pikap dan truk. Sehingga, tahun ini perseroan akan menguatkan ke pembiayaan mobil penumpang.

“Kita sudah mulai untuk masuk ke diler Toyota, Daihatsu, dan sekarang terbaru kita sudah bekerjasam dengan Wuling, serta Mitsubishi juga kita berharap bisa terdongkrak dari mobil penumpangnya terutama model barunya Expander. Karena sebelumnya dengan Mitsubishi kita lebih banyak disumbangkan dari produk komersialnya,” lanjutnya.

Untuk merealisasikan penguatan pembiayaan Adira ke mobil penumpang dalam sisa tahun ini. Adira Finance sudah menyiapkan skema penawaran menarik selama GIIAS Agustus nanti.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN