Home / Berita Terbaru

Tes Yamaha e-Vino : Kami Berharap Jangan Dijual, Kecuali…Tes Yamaha e-Vino : Kami Berharap Jangan Dijual, Kecuali…

Tes Yamaha e-Vino : Kami Berharap Jangan Dijual, Kecuali…Tes Yamaha e-Vino : Kami Berharap Jangan Dijual, Kecuali…

12 November 2017 | Penulis : Adira Finance

JAKARTA – Di sela perkenalan Yamaha e-Vino bagian dari program Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM) “uji pasar” motor listrik di Indonesia. Kami mendapat kesempatan untuk menjajal skutik listrik mungil ini di trek indoor minimalis, tenis Elit Club, Epicentrum, Jakarta Selatan.

Dengan dimensi panjang 1.675 mm, lebar 660 mm dan tinggi 1.005 mm, serta ketinggian jok dari aspal 715mm. Jelas e-Vino lebih mungil dari produk konvensional Yamaha Fino 125 yang dipasarkan di Indonesia. Dari sini, dengan tinggi badan kami 172 cm, cukup sempit saat mengambil posisi riding yang pas, solusinya kami harus mundur hingga mentok ujung jok.

Untung saja jok e-Vino cukup lembut jadi masih nyaman ditunggangi, kecuali jika ingin berboncengan. Sepertinya harus berpikir dua kali.

Karena keterbatasan waktu, kami mulai menghidupkan sepeda motor yang dibekali motor listrik arus DC, dan sumber tenaga dipasok dari baterai Lithium Ion berdaya 50 Volt. Sejatinya motor listrik, tidak ada suara, sangat hening. Pencet starter tidak lantas bisa langsung dibejek, Yamaha menyediakan tombol “speed” baru motor bisa berjalan.

Tiga Mode Berkendara, Beda?

Salah satu yang menarik, Yamaha menyediakan tiga mode berkendara bagi penunggangnya, yakni “Standard” untuk kecepatan standard, ada pilihan “Power” jika menginginkan tenaga lebih namun konsekuensinya baterai lebih cepat habis. Dan jika ingin lonjakan tenaga dadakan, pengendara bisa menekan tombol “Boost”.

Dengan modal perawakan mungil, e-Vino diakui beberapa teman memang cukup lincah kala bermanuver. Hanya saja, karena posisi lutut kami tidak bisa mengapit lurus ke setang jadi harus membuka-melebar ke samping karena mentok, sehingga posisi riding juga tidak baik jadi sulit untuk memaksimalkan rintangan yang disediakan.

Soal tenaga, dari pilihan mode “Standard” ke “Power” hampir tidak ada beda. Kecuali saat menekan “Boost” sedikit terasa tapi tidak signifikan.

Stabilistas
Soal stabilitas, karena e-Vino menyematkan ban Maxxis berdiameter 10 inchi dengan profil lebar (90/90-10) berdampak pada kestabilan motor. Saat akselerasi, kami hanya sempat membejek hingga 25-28 kpj karena kondisi trek yang memang pendek, dengan sistem pengereman tromol. Klaim Yamaha sendiri, e-Vino bisa menempuh jarak 30 kilometer untuk sekali pengisian baterai penuh selama 3-4 jam.

Kesimpulan
Pemakaian e-Vino tidak direkomendasikan untuk berboncengan karena jok pendek. Pengguna dengan ketinggian 170 cm ke atas mungkin harus berpikir ulang menaikinya. Pemakaian di dalam komplek perumahan masih bisa diandalkan.

Jika Yamaha Indonesia berniat untuk memasarkannya, kami berharap harus dipikir ulang. Melihat spesifikasinya, tentu masih kalah dari skutik listrik yang sudah beredar di jalan, seperti Viar Q1. Kecuali ada pengembangan lebih lajut.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang

  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN