Home / Berita Terbaru

Test Drive Chevrolet All New Spark LTZ 2017: City Car KekinianTest Drive Chevrolet All New Spark LTZ 2017: City Car Kekinian

Test Drive Chevrolet All New Spark LTZ 2017: City Car KekinianTest Drive Chevrolet All New Spark LTZ 2017: City Car Kekinian

02 Oktober 2017 | Penulis : Adira Finance

JAKARTA – Pada awal tahun 2017 PT General Motors (GM) Indonesia menyerbu pasar Indonesia dengan sekaligus meluncurkan tiga model baru yakni Chevrolet Trax, Trailblazer dan Spark. Di antara ketiganya, Spark menjadi produk yang memiliki banderol paling terjangkau, bermain di segmen city car.

Sempat terpikir oleh kami apa yang istimewa dari Spark ini saat pertama kali melihatnya. Desain eksterior tidak seagresif pendahulunya, fitur bukan yang melimpah jika melihat lembar spesifikasinya.

Lantas apa yang bisa dinikmati dari hatchback kecil dengan harga nyaris Rp 200 juta ini, tepatnya Rp 196 juta (OTR)?

Melihat dari desainnya, meski cenderung kalem dan tidak segalak generasi sebelumnya, desain fascia depan yang senada dengan Trax facelift justru membuat Spark sekarang tampak lebih dewasa dan mewah. Meski sudah memiliki LED DRL yang cantik, sayangnya lampu utama model proyektor masih menggunakan halogen sehingga pancaran cahanya tidak senada dengan DRL.

Saluran udara dan grille terpisah menciptakan karakter sporty pada Spark, berikut oleh panel hitam yang sekaligus menjadi rumah fog lamp di sisi kanan dan kirinya. Pelek masih menggunakan alloy berdiameter 14 inci, masih menyisakan ruang cukup untuk melakukan modifikasi atau dress-up.

Sentuhan kecil namun menarik adalah peletakan handle pintu belakang yang tersamar satu warna di pilar D, sehingga menciptakan kesan seolah Spark adalah sebuah coupe atau hatchback tiga pintu. Sementara bagian buritan cukup sederhana, hanya memainkan aksen garis pada bumper belakang agar tidak terlalu monoton.

Ketika masuk ke kabinnya, nuansa gelap pada interior menekankan karakter sporty dari hatchback ini. Selain itu dengan dominasi warna hitam, membuat jok dan dashboard tidak mudah terlihat kotor saat debu menumpuk.

Melihat dashboard, perhatian langsung tertuju pada layar sentuh 7 inci di bagian tengah. Kesan mewah juga ditampilkan oleh dashboard melalui aksen piano black di sekitar head unit dan ornamen chrome di beberapa bagian seperti di tombol AC dan audio, serta bingkai panel instrumen.

Akhirnya kami memutar anak kunci dan menyalakan mesin 1.400 cc empat silindernya, yang saat kondisi idle suara dan getarannya masih cukup terasa dari dalam kabin. Dari sinilah kami mulai menemukan hal yang membuat kami terkesan oleh Spark.

Meski mesin hanya bertenaga 96 hp dan menggunakan transmisi CVT, kami merasa respons Spark cukup galak saat berakselerasi. Padahal CVT memiliki tipikal karakter cenderung halus dan malas, namun tidak seperti itu kami rasakan pada Spark.

Dengan begitu, manuver menyalip baik di tengah padatnya lalu lintas Jakarta atau saat agak kencang di jalan tol, kami cukup percaya diri tanpa harus memaksanya dengan menekan pedal gas keras-keras. Seharusnya jika tersedia mode perpindahan manual, memainkan torsi 124 Nm dari mesin bisa lebih menyenangkan.

Dimensi yang ringkas dengan wheelbase 2.385 mm menciptakan kemudahan manuver dengan Spark di lintasan sempit, seperti misalnya saat melalui gang atau area gedung parkir. Untungnya, walaupun power steering sudah elektrik, putaran setir tidak terlalu ringan seperti kebanyakan mobil kecil zaman sekarang.

Karenanya, selain tidak melelahkan kami tetap bisa merasakan kontak antara ban dengan aspal, sekaligus membuat respons kemudi lebih komunikatif. Hal ini sangat membantu saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Bersamaan dengan karakter pengendaliannya, keasikan saat mengemudi didukung dengan sistem infotainment MyLink Multimedia yang telah terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Dengan begitu kami dapat lebih mudah mengakses smartphone saat mengemudi, seperti untuk memainkan playlist musik.

Beberapa aplikasi yang bisa dioperasikan melalui layar sentuh head unit saat dihubungkan ke iPhone kami antara lain Music, Spotify, Maps, telepon serta pengelolaan pesan teks. Adanya fitur voice command juga mempermudah pengoperasian smartphone hanya melalui suara, tanpa harus mengalihkan fokus mata ke jalan di depan.

Namun sayang, saat kami pindah ke kursi belakang, kesenangan tadi tidak bisa banyak dirasakan. Kecuali ruang kaki dan kepala cukup lega untuk kami dengan tinggi badan 173 cm, minim fasilitas yang bisa dinikmati oleh penumpang di kursi belakang.

Tentu dengan pengendalian yang menyenangkan dan sistem infotainment ‘kekinian’, Spark akan cocok untuk menjadi moda transportasi anak-anak muda dalam kegiatan kesehariannya. Desain yang modern mendukung kepercayaan diri saat mengunjungi tempat-tempat hang out di akhir pekan.

Oh iya, Chevrolet juga memiliki fitur pendukung pengemudi yang masih terbilang jarang ada pada mobil sekelas Spark, yakni Hill Start Assist dan Electronic Stability Control yang bisa dimatikan. Akan lebih baik seandainya Chevrolet bisa memaksimalkan layar 7 inci di kabin untuk terhubung dengan kamera parkir mundur.

Jadi dengan bujet kurang dari Rp 200 juta, Spark bisa menjadi pilihan untuk bisa bergaya ‘kekinian’ dengan andalkan desain dan fitur yang dimilikinya.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lantai 53, 56-61
Jl Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920

Call Center : 1500511
WhatsApp Chat / SMS : 0811 811 5811
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN