Home / Berita Terbaru

7 Tips Memulai Bisnis Hewan Kurban untuk Pemula

7 Tips Memulai Bisnis Hewan Kurban untuk Pemula

20 Desember 2022 | Penulis : Adira Finance

Bisnis hewan kurban bisa menjadi peluang usaha dengan keuntungan besar yang bisa Sahabat coba. Meski termasuk musiman, bisnis hewan kurban bisa mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

Bagi peternak kambing atau sapi, Idul Adha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Sebab, harga jual kedua hewan kurban tersebut bisa tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

Selain hari raya Idul Adha, hewan kurban seperti kambing juga banyak dibeli untuk acara aqiqah, pernikahan, dan acara besar lainnya. Bagi Sahabat yang berminat untuk memulai bisnis hewan kurban, simak tips sukses berbisnis hewan kurban di bawah ini.

Tips Memulai Bisnis Hewan Kurban

Jika Sahabat sudah mantap untuk memulai bisnis hewan kurban, ada beberapa tips bagi pemula saat menjalankan usaha ini, antara lain:

  1. Pahami ketentuan hewan kurban

    Hewan kurban tentu memiliki ketentuan khusus yang berbeda dengan kambing atau sapi biasanya. Ketentuan dan aturan jual beli hewan kurban menjadi hal wajib yang perlu Sahabat pahami.

    Salah satu syarat hewan kurban yang layak untuk disembelih saat Idul Adha yaitu harus dalam kondisi sehat. Sahabat perlu lebih memerhatikan aspek kesehatan saat memutuskan untuk bisnis hewan kurban. Beberapa ketentuan hewan kurban lain yang layak untuk dijual di antaranya:

    • Jenis hewan kurban yang dijual harus sesuai dalam syariat Islam seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba
    • Hewan kurban tidak boleh dalam keadaan cacat fisik, seperti kaki pincang, salah satu matanya buta, atau terjangkit penyakit tertentu
    • Usia hewan kurban harus sesuai syariat Islam. Sapi harus genap 2 tahun masuk tahun ketiga, kambing genap 1 tahun masuk tahun kedua, dan domba genap 6 bulan masuk bulan ketujuh

    Selain memberikan pakan yang berkualitas, berikan juga vitamin pada hewan kurban yang akan dijual agar daging yang dihasilkan lebih berkualitas dan terhindar dari penyakit atau cacat.

  2. Tentukan jenis hewan kurban

    Setelah memahami ketentuan hewan kurban yang layak, Sahabat harus menentukan jenis hewan kurban apa yang akan dijual karena akan berkaitan erat dengan kemampuan dalam menyiapkan modal. 

    Berbisnis hewan kurban sapi tentunya membutuhkan modal yang akan lebih besar daripada kambing. Rata-rata harga kambing di Indonesia bisa mencapai Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta per ekornya. Sedangkan untuk sapi, per ekornya bisa dijual dengan harga Rp18,5 juta sampai Rp20 juta.

  3. Sediakan modal, pakan, dan kandang

    Modal yang Sahabat sudah termasuk hitungan untuk pembelian hewan kurban, persediaan kandang hewan, pakan, dan perawatan hewan kurban. Pembelian hewan kurban dari jauh-jauh hari menjadi salah satu strategi untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah.

    Jika Sahabat ingin membeli hewan kurban, sebaiknya langsung beli dari peternakan karena membeli dari pengepul tidak akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Pastikan hewan kurban yang akan dibeli dalam kondisi sehat serta mendapatkan pakan dan kandang yang layak. Sebab, hewan kurban yang dirawat dengan baik kesehatannya sudah pasti terjaga dan siap disembelih saat kurban nanti.

    Sahabat sebaiknya memilih pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi seimbang agar hewan kurban nantinya tumbuh sehat. Pakan berkualitas dapat menghasilkan daging yang berkualitas pula. Oleh karena itu, pastikan Sahabat selalu memilih pakan terbaik.

  4. Pilih lokasi usaha

    Bisnis hewan kurban sebaiknya menggunakan strategi berjualan langsung agar calon pembeli bisa melihat kondisi hewan secara langsung. Pilih tempat berjualan di pinggir jalan yang ramai dilalui orang atau di dekat tempat ibadah bisa menjadi lokasi usaha yang Sahabat pilih.

    Jika sudah memilih tempat usaha yang pas, Sahabat juga perlu menyiapkan keamanan yang cukup agar hewan kurban yang akan dijual terhindar dari pencurian. Bila perlu, cari karyawan tambahan untuk membantu menjaga hewan kurban.

  5. Cari tahu harga jual di pasaran

    Hal lain yang tak kalah penting untuk Sahabat perhatikan ketika memulai bisnis hewan kurban adalah mencari tahu harga jualnya di pasaran. Hal tersebut dilakukan agar harga jualnya tidak terlalu murah ataupun mahal, sehingga bisa mendapatkan keuntungan sepadan.

    Lakukan riset pasar dan cari tahu berapa kisaran harga jual hewan kurban dari penjual lainnya. Biasanya, harga jual hewan kurban ditentukan berdasarkan bobot dan jenisnya. Hewan kurban sapi pasti akan memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan kambing atau domba.

  6. Pahami strategi bisnisnya

    Prospek bisnis hewan kurban sangat menjanjikan ketika menjelang hari raya Idul Adha. Sahabat bisa mencoba memaksimalkan keuntungan dengan cara memahami strategi bisnisnya. Pahami dengan baik seluk beluk bisnis hewan kurban dan manfaatkan momen lebaran Idul Adha untuk meraih keuntungan yang maksimal dari berbisnis hewan kurban.

  7. Memaksimalkan promosi online

    Meski berjualan secara langsung menjadi cara yang paling umum dilakukan, mempromosikan bisnis hewan ternak secara online juga perlu Sahabat coba di era digital seperti saat ini.

    Internet saat ini sudah menjadi salah satu media berjualan paling efektif, sehingga jangan sampai Sahabat melewatkan media sosial untuk promosi bisnis hewan kurban. Promosi secara online dan offline merupakan salah satu strategi promosi yang gratis dan tidak membutuhkan dana.

    Sahabat bisa membuat akun bisnis profesional di media sosial dengan mengunggah foto-foto hewan kurban yang dijual dengan deskripsi menarik. Buat juga desain yang mirip brosur dengan mencantumkan alamat dan informasi kontak agar memudahkan calon pembeli yang tertarik untuk membeli hewan kurban.

Itulah sejumlah tips memulai bisnis hewan kurban yang bisa menjadi panduan Sahabat sebagai pemula. Apabila sudah yakin untuk berbisnis hewan kurban, Sahabat bisa memanfaatkan layanan Pembiayaan AMANAH dari Adira dalam memperoleh modal usaha.

AMANAH (Adira Multi Dana Syariah) adalah fasilitas pembiayaan Dana berlandaskan prinsip Syariah dengan akad Al-Bai’ wa al-Isti’jar menggunakan jaminan BPKB kendaraan (Mobil/Motor).

Produk Pembiayaan AMANAH dapat digunakan untuk beragam kebutuhan konsumen baik yang bersifat konsumtif, seperti: biaya renovasi rumah, Pendidikan, Kesehatan, wisata/perjalanan, dan kenduri (perayaan, pernikahan, akikah, sunatan, kematian, dll), ataupun kebutuhan bersifat produktif seperti modal usaha.

Pembiayaan AMANAH memberikan pembiayaan dengan jaminan BPKB sepeda motor/ mobil dengan syarat yang mudah, proses pencairan dana cepat, jaringan pembayaran angsuran yang luas, perlindungan asuransi sesuai prinsip Syariah, sistem penyimpanan BPKB yang aman, serta layanan yang bersahabat di ratusan kantor cabang/perwakilan, call center dan media digital. Pendanaan yang sesuai dengan prinsip Syariah dari Adira Finance Syariah dapat membantu Sahabat memenuhi kebutuhan dan usaha anda menjadi lebih berkah.

Layanan Pembiayaan AMANAH dari Adira Finance ini sudah pasti aman dan terpercaya karena terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, ajukan langsung pembiayaannya di sini.

Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lt. 53-61
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Karet Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12920

Call Center : 1500511
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Berizin dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN