Home / Berita Terbaru

<!--:in-->Yuk Hitung Biaya Renovasi Atap Rumah<!--:-->

<!--:in-->Yuk Hitung Biaya Renovasi Atap Rumah<!--:-->

20 November 2020 | Penulis : Adira Finance

Musim panas baru saja dimulai. Sahabat yang ingin melakukan renovasi, ini merupakan saat yang paling tepat. Dengan cuaca yang kering dan juga angin yang tidak terlalu banyak, akan membantu penyelesaian proses perbaikan rumah. Apalagi pada musim hujan kemarin, curah hujan yang ada masuk dalam kategori tinggi, genteng dan juga bagian atap rumah pastinya ada yang harus diperbaiki. Namun sebelum memulai itu semua, Sahabat harus menghitung berapa biaya renovasi atap rumah.


Atap merupakan bagian vital dari suatu bangunan. Bisa dibayangkan jika rumah tempat tinggal Sahabat tidak memiliki atap dan bermandikan cahaya bulan jika malam tiba.


Bisa dipastikan, jika hujan akan kebasahan dan jika panas akan sangat terasa hawa panasnya. Padahal konsep dasar rumah adalah sebagai tempat berlindung dari segala hal, mulai dari cuaca, binatang dan hal lainnya.
Dengan menghitung secara cermat biaya renovasi atap rumah, Sahabat bisa terhindari dari pemborosan. Maklum, jika sudah membincang rumah, seakan tidak ada habisnya.


Baca Juga : Komunitas Xpander Ikut Naksir Lihat Toyota All New Rush


Selalu saja dirasa masih ada yang kurang. Padahal secara kebutuhan, sudah terpenuhi semua. Hal itu biasanya berkaitan dengan kenyamanan dan juga keindahan dari rumah Sahabat sendiri.


Nah berikut merupakan beberapa item yang harus Sahabat beli dalam menyusun biaya renovasi atap rumah. Bagian-bagian ini merupakan bagian penting yang wajib ada, jika Sahabat mau menambahkan instrumen lainnya juga tidak apa, tetapi jadinya biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar dari yang diperkirakan.


1. Genteng


Bagian ini merupakan hal utama dalam menentukan biaya renovasi atap rumah. Sahabat bisa mencari genteng yang berkualitas namun tidak begitu berat. Sesuaikan juga ukuran yang akan dipakai dengan rangka dari genteng tersebut.


Saat ini ada dua jenis genteng yang biasa digunakan, yakni genteng beton dan genteng tanah liat. Genteng tanah liat merupakan jenis genteng yang biasa digunakan oleh masyarakat di Indonesia.


Mulai dari masyarakat perkotaan maupun yang tinggal di desa, menggunakan genteng tanah liat sebagai atap rumahnya. Beberapa kota di negeri ini bahkan menjadi produsen genteng tanah liat yang kemudian disebarkan ke antero negeri.


Genteng ini memiliki keunggulan mudah dipasang dan juga murah. Selain itu, sifat dari tanah liat yang mampu meredam panas dan juga menahan air hujan menjadi salah satu alasan banyaknya orang yang menggunakan jenis genteng seperti ini.


Namun untuk mengaplikasikannya dalam bangunan, dibutuhkan kayu yang tidak sedikit. Ya, jenis genteng ini tidak bisa dipasang dengan rangka baja ringan.


Selain itu, jika Sahabat memutuskan ingin menggunakan genteng jenis ini, Sahabat harus memasukkan cat pelapis dalam menyusun biaya renovasi atap rumah.


Hal itu bertujuan untuk mencegah munculnya lumut dan juga jamur di kemudian hari. Selain itu, perlu ketelitian dan juga kecermatan saat memasang genteng ini, karena bisa-bisa melorot atau justru tidak rapat saat dipasang. Harga jualnya berkisar di angka Rp2.500 per buah.


Jenis genteng yang kedua adalah genteng beton. Bahan dasar dari genteng ini adalah beton yang kemudian dicetak menyerupai bentuk genteng. Umumnya jenis genteng ini digunakan untuk rumah yang memiliki desain minimalis.


Sahabat bisa menentukan ukuran genteng beton. Ada yang tersusun dari 3 genteng memanjang, ada yang tersusun secara persegi berisi 9 genteng dan ada juga yang satuan.


Genteng jenis ini lebih tahan akan bencana seperti kebakaran dan cuaca ekstrim. Proses pemasangannya pun bisa menggunakan baja ringan. Jadi risiko keropos dan juga lapuk bisa hilang.


Genteng beton memiliki berat yang lebih tinggi ketimbang genteng tanah liat. Sehingga proses pemasangannya bisa menjadi lebih lama dibanding genteng keramik. Harga jualnya berkisar di angka Rp 7.000 per buah.


2. Atap asbes


Sahabat yang memiliki dana terbatas tetap bisa mendapatkan atap untuk tempat berteduh dari panas maupun hujan. Yakni dengan menggunakan asbes sebagai bahan dari atap bangunan.


Asbes dijual per lembar dengan ukuran 180 cm x 105 cm. Harga jualnya tergantung dari ketebalan asbes itu sendiri. Rata-rata asbes yang dijual memiliki ketebalan 4 mm, tetapi Sahabat juga bisa mendapatkan ketebalan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.


Harga per lembarnya mencapai Rp 53 ribu. Namun kelemahannya adalah munculnya risiko kesehatan dari penggunaan asbes itu sendiri. Ya, asbes mengandung karbon yang mudah terkelupas.


Namun biaya pemasangan dan juga perawatannya tergolong murah. Sahabat bisa menggunakannya untuk kejadian yang sifatnya mendadak dan segera.


Selain itu, asbes juga banyak digunakan sebagai bahan atap kanopi. Memiliki tingkat kebisingan yang jauh lebih kecil ketimbang atap fiber yang lazim digunakan, membuat banyak orang menggunakan asbes sebagai bahan atap kanopi rumah.


3. Rangka


Bagian berikut yang masuk dalam biaya renovasi atap rumah adalah rangka. Untuk bisa memasang genteng ataupun asbes, diperlukan rangka sebagai alas pemasangannya. Sahabat bisa menggunakan jasa tukang ataupun pemborong untuk mengeksekusinya.


Untuk rumah minimalis, kebanyakan menggunakan rangka dari bahan baja ringan. Harganya yang lebih murah dibanding rangka kayu membuat banyak orang mulai beralih menggunakan bahan dasar baja.


Apalagi, dengan menggunakan rangka baja ringan, Sahabat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk cat pelapis anti rayap maupun anti jamur.


Meski begitu, Sahabat juga perlu mengetahui kelemahan dari rangka baja ringan. SIfat dari bahan baja yang tidak lentur kadang suka menjadi kendala bagi tukang dalam memasangnya.


Selain itu, berat massanya juga lebih ringan dari kayu. Sehingga memiliki risiko tertiup angin. Itu mengapa, penggunaan genteng beton yang berat sangat cocok digunakan untuk rangka baja ringan.


Namun usia pakai yang dimiliki oleh baja ringan memiliki rentangan waktu yang jauh lebih panjang dibanding rangka kayu. Harga baja ringan per meter perseginya mencapai kisaran Rp 140 ribu.


Baca Juga : Pemilik Mobil Listrik di Dubai bak Raja, Indonesia Patut Meniru


Sahabat perlu menghitung total luasan atap yang akan dibangun kemudian dikali dengan harga baja ringan per meter persegi. Itu baru kerangka atap bagian bawah. Sahabat juga perlu menghitung kerangka penutup atapnya yang bakal diisi oleh genteng.


Rumus yang sama juga digunakan untuk rangka yang menggunakan bahan dasar kayu.


4. Pelapis anti bocor


Instrumen yang harus juga dimasukkan saat menghitung biaya renovasi atap rumah adalah cat pelapis anti bocor. Hal itu perlu sebagai langkah antisipasi terjadinya peluang bocor.


Setidaknya Sahabat memerlukan 1 tong cat pelapis anti bocor untuk diaplikasikan ke atap rumah. Melakukan renovasi rumah memang perlu strategi dan juga perhitungan yang detail. Jangan sampai Sahabat salah memperhitungkan biaya yang dibutuhkan, karena bisa jadi proses pengembangannya menjadi terhambat.


Sahabat bisa juga menggunakan kredit multiguna dari Adira Finance untuk mencukupi kebutuhan pendanaan yang dibutuhkan. Suku bunga yang murah dan juga cepatnya proses pencairan menjadi salah satu alasan banyak orang menggunakan pinjaman dari pihak ketiga ini. <!--:-->


Bagikan Artikel

Artikel Terbaru

Dapatkan informasi terbaru tentang Adira Finance
Subscribe Sekarang


Kantor Pusat Adira Finance

Gedung Millenium Centennial Center Lantai 53, 56-61
Jl Jenderal Sudirman Kav. 25 Jakarta 12920

Call Center : 1500511
WhatsApp Chat / SMS : 0811 811 5811
Email : customercare@adira.co.id
Cari Lokasi Cabang
  • Copyright @ Adira Finance Terdaftar dan Diawasi oleh OTORITAS JASA KEUANGAN